Padang | PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak banjir di sejumlah wilayah Kota Padang, Sumatera Barat. Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan warga yang menghadapi dampak bencana, termasuk para pengungsi serta keluarga yang terdampak banjir.
Informasi mengenai penyaluran bantuan itu disampaikan pada Selasa, 13 Oktober 2026. Melalui langkah tersebut, BNI menunjukkan kepedulian terhadap kondisi masyarakat di wilayah terdampak sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan dasar selama warga menjalani masa penanganan bencana.
Penyaluran bantuan dilakukan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BNI Berbagi. Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi perusahaan dalam memberikan dukungan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan. Bantuan disampaikan sebagai bagian dari kepedulian BNI terhadap warga Kota Padang yang terkena dampak banjir di sejumlah lokasi.
Dukungan bagi pengungsi dan keluarga terdampak diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat dalam menghadapi situasi tersebut. Kehadiran bantuan dari sektor perbankan juga mencerminkan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam merespons kebutuhan warga yang terdampak bencana. Dengan mengedepankan program TJSL BNI Berbagi, BNI turut mengambil bagian dalam upaya memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Penyaluran ini menegaskan bahwa tanggung jawab sosial perusahaan tidak hanya berkaitan dengan kegiatan ekonomi, tetapi juga mencakup perhatian terhadap kondisi sosial dan kemanusiaan. Bantuan BNI bagi warga terdampak banjir di Padang menjadi wujud dukungan perusahaan kepada masyarakat, khususnya mereka yang memerlukan bantuan selama berada di tempat pengungsian atau ketika berupaya memenuhi kembali kebutuhan keluarga.
Data sementara menunjukkan bahwa banjir berdampak pada warga di sejumlah wilayah Kota Padang. Di Kecamatan Kuranji, sebanyak 672 warga disebut mengungsi di tiga lokasi. Angka tersebut menggambarkan jumlah warga yang untuk sementara meninggalkan tempat tinggalnya dan berada di lokasi pengungsian akibat kondisi banjir yang terjadi.
Selain Kecamatan Kuranji, dampak banjir juga tercatat di Kecamatan Koto Tangah. Sekitar 459 kepala keluarga terdampak di wilayah ini. Warga yang terdampak mencakup masyarakat di Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto dan Kelurahan Lubuk Minturun. Data tersebut merujuk pada jumlah kepala keluarga, sehingga tidak disamakan dengan jumlah individu yang mengungsi.
Kondisi tempat tinggal sementara warga berbeda-beda. Sebagian warga mengungsi di masjid yang digunakan sebagai lokasi penampungan sementara. Keberadaan warga di tempat ibadah tersebut menjadi bagian dari penanganan awal bagi masyarakat yang perlu meninggalkan rumahnya selama situasi banjir berlangsung.
Sementara itu, warga lainnya tinggal sementara di rumah keluarga atau kerabat. Dengan demikian, tidak seluruh warga terdampak berada di lokasi pengungsian yang sama. Sebagian berada di tiga lokasi pengungsian di Kecamatan Kuranji, termasuk warga yang menempati masjid, sedangkan sebagian lainnya memperoleh tempat tinggal sementara dari keluarga atau kerabat.
Informasi ini memberikan gambaran awal mengenai sebaran warga terdampak dan lokasi tempat mereka berada. Sebanyak 672 warga tercatat mengungsi di tiga lokasi di Kecamatan Kuranji, sedangkan sekitar 459 kepala keluarga terdampak di Kecamatan Koto Tangah, khususnya Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto dan Lubuk Minturun. Status tersebut merupakan kondisi sementara warga berdasarkan informasi yang tersedia.
Bantuan yang disalurkan BNI bagi pengungsi dan keluarga terdampak banjir di Padang berupa logistik untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari. Bentuk dukungan ini diwujudkan melalui penyediaan air mineral, selimut, mi instan, beras, minyak goreng, dan telur. Setiap jenis bantuan memiliki fungsi penting dalam membantu warga menghadapi kondisi darurat, ketika akses terhadap kebutuhan rumah tangga dapat menjadi terbatas.
Air mineral disediakan untuk mendukung kebutuhan minum warga selama berada di tengah situasi terdampak banjir. Selimut diberikan untuk membantu menjaga kenyamanan pengungsi, sedangkan mi instan, beras, minyak goreng, dan telur menjadi bahan pangan yang dapat menunjang pemenuhan kebutuhan makan. Rangkaian logistik tersebut menunjukkan bantuan yang konkret dan berorientasi pada kebutuhan dasar masyarakat.
Selain bahan pangan dan perlengkapan tersebut, bantuan juga mencakup 400 bungkus nasi siap konsumsi. Nasi ini dapat langsung dimanfaatkan oleh warga sehingga membantu memenuhi kebutuhan makan tanpa memerlukan proses pengolahan terlebih dahulu. Penyediaannya menjadi bagian penting dari dukungan bagi pengungsi dan keluarga terdampak, khususnya dalam keadaan yang membutuhkan pemenuhan pangan secara praktis.
Untuk mendukung kebutuhan air bersih, BNI turut menyalurkan satu tangki air berkapasitas 8.000 liter. Air tersebut ditujukan untuk mendukung kebutuhan mandi, cuci, dan kakus (MCK) bagi warga terdampak. Ketersediaan air untuk keperluan MCK membantu memenuhi kebutuhan dasar selain konsumsi, sekaligus memperkuat manfaat bantuan di lokasi pengungsian. Dengan demikian, bantuan yang diberikan mencakup kebutuhan air mineral, pangan, selimut, nasi siap konsumsi, serta air bersih untuk MCK secara konkret dan terarah.
Penyaluran bantuan kepada pengungsi dan keluarga yang terdampak banjir di Padang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di lapangan. Penentuan prioritas tersebut dilakukan dengan mengacu pada informasi dari Sekretaris Daerah Kota Padang serta Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang. Data dan pemetaan kebutuhan menjadi dasar agar bantuan yang diberikan dapat menjangkau warga yang paling memerlukan dukungan selama masa tanggap darurat.
Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo menyampaikan bahwa BNI prihatin terhadap kondisi warga yang terdampak banjir. Menurutnya, perusahaan berupaya memberikan dukungan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak-pihak terkait. Koordinasi ini diperlukan agar bantuan dapat dimanfaatkan secara optimal, sesuai kondisi serta kebutuhan warga di lokasi terdampak.
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BNI Berbagi, BNI menyalurkan dukungan sebagai bagian dari peran sosial perusahaan. Langkah tersebut juga mencerminkan kontribusi BNI sebagai badan usaha milik negara (BUMN) dalam ekosistem Danantara Indonesia. Pelaksanaan bantuan dilakukan dengan memperhatikan arahan serta perkembangan informasi dari unsur pemerintah dan penanganan kebencanaan setempat.
BNI akan terus memantau situasi bersama pemerintah daerah dan BPBD Kota Padang. Pemantauan diperlukan karena kebutuhan masyarakat dapat berubah selama masa tanggap darurat, seiring perkembangan kondisi banjir, proses evakuasi, dan pemulihan warga. Dengan komunikasi yang berkelanjutan, dukungan lanjutan dapat disesuaikan berdasarkan informasi terbaru dan kondisi yang dihadapi masyarakat di lapangan.
Baca juga: Pilihan Tempat Liburan Seru untuk Keluarga di Jakarta | Tragedi Kecelakaan Beruntun di Kembangan: Satu Keluarga Tewas | Bantuan Pangan untuk Warga Depok: 2.085 Keluarga Terima 30 Kg Beras







