banner 728x250

PIRA Tegaskan Peran Kader dalam Mengawal Astacita Prabowo

PIRA Tegaskan Peran Kader dalam Mengawal Astacita Prabowo
banner 120x600
banner 468x60

Jakarta | Perempuan Indonesia Raya (PIRA), organisasi perempuan yang berada di bawah naungan Partai Gerindra, resmi memiliki kepengurusan baru untuk masa bakti 2025–2030. Sebanyak 99 pengurus Pimpinan Pusat PIRA dilantik dalam sebuah agenda yang berlangsung di Jakarta pada Selasa. Pelantikan tersebut menandai dimulainya masa kerja kepengurusan baru sekaligus menjadi bagian penting dalam penguatan organisasi perempuan di lingkungan Partai Gerindra.

Prosesi pelantikan dilakukan secara resmi oleh Bendahara Umum Pimpinan Pusat Partai Gerindra, Satrio Dimas Adityo. Dengan pelantikan ini, jajaran pengurus Pimpinan Pusat PIRA mendapatkan mandat untuk menjalankan tugas organisasi selama lima tahun ke depan. Susunan kepengurusan tersebut diharapkan menjadi dasar bagi PIRA dalam melaksanakan peran dan tanggung jawabnya sesuai arah organisasi.

banner 325x300

Novita Wijayanti dipercaya sebagai ketua umum PIRA. Ia didampingi oleh Indah Rianti yang menjabat sebagai sekretaris umum serta Rahma Oktaviana sebagai bendahara umum. Struktur kepemimpinan juga diperkuat oleh sejumlah wakil ketua umum, yaitu Endang Sulistyorini, Prajna Paramitha Sudharto, Eti Suryowati, dan Lista Hurustiati.

Pelantikan 99 pengurus ini menjadi konteks awal bagi perjalanan PIRA pada periode 2025–2030. Keberadaan kepengurusan baru menunjukkan kesinambungan organisasi sekaligus memberikan landasan bagi pelaksanaan program dan konsolidasi di tingkat Pimpinan Pusat. Melalui susunan yang telah dilantik, PIRA memasuki periode kerja baru dengan jajaran kepemimpinan yang telah ditetapkan secara resmi.

Setelah kepengurusan baru dilantik, PIRA menegaskan komitmennya untuk mendukung sekaligus mengawal program-program dan Astacita Presiden Prabowo Subianto. Pernyataan itu disampaikan dalam rangkaian pelantikan pengurus PIRA periode 2025–2030 yang juga menjadi momentum peringatan hari ulang tahun ke-18 organisasi. Penegasan tersebut menempatkan kader sebagai unsur penting dalam menjaga kesinambungan dukungan terhadap agenda kepemimpinan nasional setelah terbentuknya kepengurusan baru.

Dalam momentum tersebut, PIRA menyampaikan bahwa keberadaan kader tidak berhenti pada proses pelantikan. Kader diharapkan terus menjalankan peran organisasi dengan berpegang pada komitmen untuk mengawal arah program dan Astacita yang disampaikan Presiden Prabowo. Sikap ini menunjukkan adanya perhatian terhadap keberlanjutan peran kader dalam mendukung agenda tersebut, sekaligus menegaskan posisi PIRA sebagai bagian dari upaya pengawalan terhadap program-program pemerintahan.

Komitmen itu menjadi pesan utama dalam pelantikan pengurus periode 2025–2030 dan peringatan ulang tahun ke-18 PIRA. Organisasi menekankan pentingnya kesinambungan peran kader agar dukungan terhadap program-program dan Astacita Presiden Prabowo tetap terjaga. PIRA tidak hanya menyatakan dukungan, tetapi juga menyebut tanggung jawab untuk mengawal agenda tersebut sebagai bagian dari peran kepengurusan dan kader ke depan. Pernyataan tersebut merupakan komitmen organisasi, bukan penjelasan bahwa seluruh program telah dilaksanakan. Dengan demikian, fokus PIRA berada pada penguatan peran kader dan keberlanjutan pengawalan terhadap agenda Presiden Prabowo sesuai mandat kepengurusan baru.

Ketua Umum PP PIRA Novita Wijayanti menyampaikan arahan kepada seluruh pengurus dan kader agar senantiasa mempertahankan nilai-nilai yang menjadi fondasi organisasi. Nilai tersebut meliputi kesederhanaan, loyalitas, kedisiplinan, integritas, kesantunan, serta semangat gotong royong. Menurutnya, nilai-nilai itu tidak cukup hanya dipahami sebagai prinsip, tetapi perlu diwujudkan dalam sikap dan tindakan sehari-hari, baik ketika menjalankan tugas organisasi maupun saat berinteraksi dengan masyarakat.

Novita mengharapkan setiap kader mampu bersikap rendah hati ketika menerima dan menjalankan amanah. Kerendahan hati diperlukan agar jabatan tidak dipandang sebagai keistimewaan pribadi, melainkan sebagai tanggung jawab untuk memberikan pelayanan terbaik. Ia juga menekankan pentingnya disiplin dalam bekerja serta kesediaan untuk bertanggung jawab atas kepercayaan yang telah diberikan. Dalam berkomunikasi, para pengurus dan kader diminta tetap mengedepankan kesantunan, menghormati perbedaan pandangan, dan menjaga nama baik organisasi.

Selain itu, Novita mengingatkan pentingnya kekompakan dalam menjalankan program. Organisasi yang kuat, menurut pandangannya, tidak hanya bergantung pada susunan jabatan atau struktur kepengurusan. Kekuatan tersebut juga ditentukan oleh kejelasan tugas, kedisiplinan dalam melaksanakan tanggung jawab, loyalitas terhadap organisasi, serta kemauan setiap pengurus untuk berkolaborasi. Dengan pembagian peran yang jelas dan komunikasi yang terbuka, setiap kader dapat berkontribusi secara optimal serta mencegah munculnya tumpang tindih pekerjaan.

Bagi Novita, pelantikan bukan sekadar agenda seremonial atau penanda dimulainya masa kepengurusan. Pelantikan merupakan awal dari komitmen bersama untuk menjalankan amanah sebaik-baiknya. Karena itu, seluruh pengurus dan kader diharapkan menerjemahkan kepercayaan tersebut melalui kerja nyata, konsistensi, dan kebersamaan. Komitmen itu menjadi landasan penting agar organisasi mampu bergerak solid dalam mengawal Astacita Prabowo.

Novita menyampaikan bahwa kepengurusan PIRA telah menjalankan berbagai kegiatan dalam satu tahun terakhir. Kegiatan tersebut mencakup ranah sosial dan politik sebagai bagian dari peran organisasi dalam mendampingi serta berkontribusi di tengah masyarakat. Pernyataan itu disampaikan untuk menggambarkan kesinambungan kerja kepengurusan, meskipun pelantikan kepengurusan PIRA secara resmi baru berlangsung pada tahun ini. Dengan demikian, aktivitas yang telah dijalankan tidak semata-mata dipandang sebagai rangkaian agenda setelah pelantikan, tetapi juga sebagai proses kerja yang telah berkembang dalam perjalanan organisasi selama setahun terakhir.

Menurut Novita, pelaksanaan kegiatan tersebut menjadi bagian dari tanggung jawab kader dalam menjalankan peran organisasi. Keterlibatan PIRA dalam bidang sosial dan politik menunjukkan adanya upaya untuk menjaga hubungan dengan masyarakat sekaligus mengikuti dinamika yang berkaitan dengan kehidupan publik. Namun, penjelasan mengenai kegiatan itu disampaikan secara umum tanpa merinci bentuk, jumlah, lokasi, maupun hasil tertentu. Fokus yang dikemukakan adalah keberlanjutan peran kepengurusan serta komitmen kader untuk tetap bekerja sesuai arah organisasi.

Ke depan, Novita menegaskan bahwa PIRA akan terus mengembangkan program yang dampaknya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat. Arah ini menempatkan manfaat bagi masyarakat sebagai pertimbangan dalam penyusunan dan pelaksanaan program berikutnya. Pengembangan tersebut akan dilakukan melalui kerja organisasi dan keterlibatan kader, dengan tetap memperhatikan kebutuhan masyarakat sebagai bagian dari prosesnya. Pernyataan itu menjadi penanda bahwa PIRA berupaya melanjutkan kegiatan yang telah berjalan melalui penguatan arah program, tanpa merinci jenis kegiatan atau bentuk pelaksanaan yang akan dikembangkan. Informasi mengenai agenda selanjutnya masih disampaikan secara umum, yakni berfokus pada program yang memiliki keterkaitan langsung dengan masyarakat.

Baca juga: HUT ke-48 FKPPI, Bamsoet Tegaskan Arahan Ketua Umum, Bahwa FKPPI Organisasi Perjuangan, Bukan Kendaraan Politik Cari Kekuasaan | Prabowo Subianto: Kesalahan Berpidato adalah Hal yang Manusiawi | Kontroversi Buku Islam Prabowo: Implikasi Hukum dan Penyataan Penulis

banner 325x300