banner 728x250

Pergerakan Harga Pangan Nasional pada 28 Oktober: Cabai Turun, Sejumlah Beras Berubah

Pergerakan Harga Pangan Nasional pada 28 Oktober: Cabai Turun, Sejumlah Beras Berubah
banner 120x600
banner 468x60

Jakarta | Harga sejumlah bahan pangan nasional mengalami perubahan pada Rabu, 28 Oktober 2026. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia, pergerakan harga pada hari tersebut berlangsung beragam. Ada komoditas yang tercatat naik, ada yang turun, sementara sebagian lainnya tidak mengalami perubahan. Gambaran ini menunjukkan bahwa perkembangan harga tidak seragam di seluruh kelompok pangan yang dipantau. Cabai tercatat mengalami penurunan, sedangkan sejumlah jenis beras menunjukkan perubahan harga. Informasi tersebut menjadi potret kondisi harga pada tanggal pengamatan, bukan penjelasan mengenai faktor yang mendasari setiap pergerakan.

Data PIHPS menyediakan acuan untuk melihat perkembangan harga berbagai komoditas pangan strategis secara berkala. Dengan merujuk pada catatan tersebut, pembaca dapat memperoleh gambaran mengenai komoditas yang bergerak naik atau turun dan komoditas yang nilainya tetap pada hari tertentu. Pada 28 Oktober, variasi itu terlihat pada beberapa bahan pangan, termasuk cabai dan beras. Namun, perubahan pada satu komoditas tidak serta-merta menggambarkan arah harga seluruh bahan pangan. Setiap kelompok dapat mencatat perkembangan yang berbeda dalam periode pengamatan yang sama.

banner 325x300

Karena itu, pembacaan data harian perlu memperhatikan komoditas yang dimaksud dan tanggal pencatatannya. Angka harga dapat dibandingkan dengan catatan pada hari lain untuk mengetahui apakah perubahan berlangsung berkelanjutan atau hanya terlihat pada satu pengamatan. Informasi yang tersedia untuk 28 Oktober mencatat adanya kenaikan, penurunan, dan harga yang tidak berubah, tanpa memberikan dasar untuk menyimpulkan penyebabnya. Penyajian secara netral membantu menjaga perbedaan fakta pergerakan yang tercatat dan dugaan mengenai latar belakangnya. Data PIHPS Bank Indonesia menjadi rujukan dalam melihat perubahan harga pangan strategis pada hari tersebut, sementara rincian tiap komoditas perlu dibaca sesuai catatan masing-masing.

Pada 28 Oktober, harga dua jenis bawang bergerak ke arah yang berbeda. Bawang merah tercatat naik 0,13 persen menjadi Rp37.150 per kilogram. Sebaliknya, bawang putih mengalami penurunan sebesar 0,65 persen dan berada di angka Rp38.300 per kilogram. Perubahan tersebut menunjukkan bahwa kenaikan harga bawang merah berlangsung tipis, sementara penurunan bawang putih tercatat lebih besar berdasarkan persentase yang dilaporkan.

Angka bawang merah sebesar Rp37.150 per kilogram merupakan harga setelah kenaikan 0,13 persen. Dengan demikian, laporan mencatat arah pergerakannya meningkat dibandingkan pencatatan sebelumnya, meski besar perubahannya relatif kecil secara persentase. Informasi ini memberikan gambaran khusus mengenai harga bawang merah pada tanggal tersebut, tanpa menunjukkan rincian harga di setiap daerah atau perbedaan menurut jenis pasar.

Untuk bawang putih, harga yang tercatat adalah Rp38.300 per kilogram setelah turun 0,65 persen. Artinya, arah pergerakan komoditas ini berlawanan dengan bawang merah. Besaran penurunan persentase bawang putih juga lebih tinggi daripada kenaikan persentase bawang merah, sementara harga per kilogram yang dilaporkan untuk bawang putih tetap berada di atas angka bawang merah pada tanggal yang sama.

Perbandingan kedua komoditas perlu memperhatikan bahwa persentase perubahan dan nominal harga merupakan informasi yang berbeda. Persentase menjelaskan perubahan relatif terhadap pencatatan sebelumnya, sedangkan nilai rupiah per kilogram menunjukkan harga yang tercatat pada 28 Oktober. Data yang tersedia menyajikan nilai dan arah perubahan tersebut, tetapi tidak menjelaskan penyebab naik atau turunnya harga. Karena itu, pergerakan ini dapat dicatat sebagai kenaikan tipis pada bawang merah dan penurunan pada bawang putih, tanpa menambahkan penjelasan mengenai faktor pemicu atau dampaknya.

Untuk mencermati perkembangan berikutnya, angka pada tanggal lain dapat dibandingkan dengan data 28 Oktober menggunakan satuan dan acuan yang sama. Pada tanggal ini, catatan bawang merah adalah Rp37.150 per kilogram dengan perubahan naik 0,13 persen, sedangkan bawang putih mencapai Rp38.300 per kilogram dengan perubahan turun 0,65 persen. Penyajian terpisah membantu menjaga perbedaan arah kedua harga tetap jelas dalam laporan pergerakan pangan nasional.

Data harga beras pada 28 Oktober menunjukkan perbedaan menurut kategori kualitas, dengan sebagian harga tetap dan sebagian lainnya mengalami kenaikan. Pada kelompok kualitas bawah, beras bawah I tidak berubah dan tercatat Rp14.950 per kilogram. Sementara itu, beras bawah II naik 0,34 persen menjadi Rp14.800 per kilogram. Kedua angka tersebut perlu dibaca sesuai jenisnya: meskipun harga bawah II lebih rendah daripada bawah I, perubahan yang dilaporkan hanya terjadi pada bawah II. Dengan demikian, catatan harian ini menggambarkan pergerakan yang tidak seragam di dalam kelompok beras kualitas bawah, bukan kenaikan pada seluruh jenisnya. Selisih harga antarjenis juga tetap terlihat dalam pencatatan tersebut.

Pada kelompok beras medium, harga medium I tercatat Rp16.650 per kilogram, sedangkan medium II berada pada Rp16.450 per kilogram. Informasi yang tersedia tidak menyebutkan perubahan persentase untuk kedua kategori ini, sehingga angka tersebut sebaiknya dipahami sebagai harga yang tercatat pada tanggal pengamatan. Medium I berada Rp200 per kilogram di atas medium II. Perbandingan ini membantu menunjukkan rentang harga di kelompok medium tanpa menyamakan karakter masing-masing jenis. Untuk membaca perkembangan berikutnya, harga kedua kategori dapat dibandingkan dengan catatan pada hari sebelumnya, apabila tersedia, agar arah perubahan dapat diketahui secara jelas dan konsisten berdasarkan jenis beras yang sama.

Di segmen kualitas super, beras super I naik 0,28 persen menjadi Rp18.000 per kilogram. Beras super II juga meningkat, sebesar 0,29 persen, hingga mencapai Rp17.450 per kilogram. Jadi, kenaikan tercatat pada kedua jenis super, tetapi besaran harga dan persentase perubahannya berbeda. Harga super I lebih tinggi Rp550 per kilogram daripada super II pada 28 Oktober. Secara keseluruhan, rincian ini memperlihatkan bahwa perubahan harga beras berlangsung berbeda menurut kualitas dan jenis: bawah I stabil, bawah II naik, kedua harga medium tercatat, sedangkan super I dan super II sama-sama meningkat. Pemisahan kategori penting agar informasi harga tidak tertukar saat dibandingkan maupun digunakan dalam pemantauan pasar.Pada 28 Oktober, data pergerakan harga pangan mencatat penurunan pada seluruh jenis cabai yang tercantum. Cabai merah besar turun 4,09 persen menjadi Rp72.750 per kilogram. Sementara itu, cabai merah keriting turun 2,3 persen dan berada pada harga Rp85.100 per kilogram. Dengan demikian, kedua jenis cabai yang disebut dalam data sama-sama bergerak turun pada tanggal tersebut. Angka ini menunjukkan arah perubahan harga untuk masing-masing komoditas, meskipun besaran penurunannya tidak sama.

Cabai merah besar mengalami penurunan persentase yang lebih besar dibandingkan cabai merah keriting. Selisih perubahan tersebut terlihat dari angka 4,09 persen untuk cabai merah besar dan 2,3 persen untuk cabai merah keriting. Namun, harga per kilogram setelah perubahan tetap berbeda: cabai merah besar tercatat Rp72.750, sedangkan cabai merah keriting mencapai Rp85.100. Perbandingan ini memperlihatkan bahwa penurunan pada kedua jenis cabai tidak membuat harga akhirnya menjadi sama. Masing-masing tetap memiliki nilai yang berbeda dalam catatan harga pada 28 Oktober.

Pergerakan ini melengkapi rangkaian data harga pangan nasional pada tanggal tersebut dengan catatan bahwa kedua jenis cabai yang tersedia mengalami penurunan. Keterangan mengenai cabai merah besar dan cabai merah keriting menjadi batas cakupan informasi cabai dalam bahan yang tercantum.

Baca juga: Ops Cipkon KRYD, IPDA Andhika V.O. Pimpin Patroli Mobile di Sejumlah Titik Citra Raya | Keamanan Siber sebagai Fondasi Sukses Satu Data Nasional | Ops Cipkon KRYD, IPTU Udi Muhdi Patroli Sasar Sejumlah Titik Rawan di Cikupa 116 kunjungan

banner 325x300