banner 728x250

Pasokan BBM Bali Diperkuat 57,9 Juta Liter, Sejumlah SPBU Buka 24 Jam

Pasokan BBM Bali Diperkuat 57,9 Juta Liter, Sejumlah SPBU Buka 24 Jam
banner 120x600
banner 468x60

Denpasar | PT Pertamina Patra Niaga menambah pasokan sekitar 57,9 juta liter bahan bakar minyak (BBM) untuk memperkuat distribusi di Bali setelah antrean terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Tambahan pasokan tersebut mencakup Pertalite dan Pertamax, yang disalurkan untuk menjaga ketersediaan BBM sekaligus membantu memperlancar layanan kepada masyarakat.

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menyampaikan bahwa sekitar 19 juta liter dari tambahan tersebut telah tiba di Fuel Terminal Sanggaran dan Integrated Terminal Manggis. Pasokan yang sudah tiba itu menjadi bagian dari upaya perusahaan memenuhi kebutuhan energi di berbagai wilayah Bali, terutama ketika permintaan meningkat dan penyaluran perlu diperkuat.

banner 325x300

Sementara itu, sisa pasokan dijadwalkan datang secara bertahap pada 14–17 Oktober 2026. Pengiriman bertahap memungkinkan tambahan BBM diterima di titik-titik distribusi sesuai jadwal, sebelum kemudian disalurkan ke SPBU. Pertamina Patra Niaga menyiapkan tambahan volume ini agar pasokan di jalur distribusi dapat segera diperkuat dan layanan pengisian kembali berjalan lebih lancar.

Langkah penambahan pasokan dilakukan setelah muncul antrean di sejumlah SPBU, yang membuat masyarakat menghadapi waktu tunggu lebih panjang. Dengan kedatangan pasokan secara bertahap, perusahaan berupaya menjaga ketersediaan Pertalite dan Pertamax selama proses distribusi berlangsung. Masyarakat dapat memantau informasi layanan SPBU melalui kanal resmi Pertamina, termasuk apabila membutuhkan pembaruan mengenai penyaluran BBM di wilayahnya.

Jumlah pasokan yang telah tiba dan jadwal kedatangan berikutnya menunjukkan bahwa pemulihan distribusi berlangsung melalui beberapa tahap. Pertamina Patra Niaga menyampaikan perkembangan tersebut sebagai bagian dari penguatan pasokan di Bali. Penyaluran tambahan diharapkan mendukung ketersediaan BBM di SPBU serta membantu mengurangi tekanan antrean, seiring pasokan yang tersisa tiba dan didistribusikan ke jaringan layanan.

Untuk memperlancar penyaluran BBM di Bali, Pertamina Patra Niaga menyiagakan 108 mobil tangki dengan dukungan 465 awak. Kesiapan armada dan personel tersebut menjadi bagian dari langkah perusahaan untuk mempercepat distribusi pasokan ke berbagai wilayah. Dengan mobil tangki yang disiagakan, penyaluran BBM dapat terus dijalankan seiring upaya perusahaan menjaga kelancaran pasokan di tengah peningkatan kebutuhan.

Selain menyiapkan armada, Pertamina Patra Niaga mengoperasikan Fuel Terminal Sanggaran dan Integrated Terminal Manggis selama 24 jam. Pengoperasian sepanjang hari itu ditujukan untuk mengoptimalkan penerimaan dan penyaluran BBM. Kedua terminal menjadi bagian dari rangkaian kegiatan distribusi yang disiapkan perusahaan, bersama mobil tangki dan awak, agar kegiatan penerimaan serta penyaluran dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Langkah operasional tersebut mencakup kesiapan di sisi terminal maupun armada distribusi. Mobil tangki dengan dukungan awak disiagakan, sementara Fuel Terminal Sanggaran dan Integrated Terminal Manggis tetap beroperasi selama 24 jam. Perusahaan juga mengoptimalkan pasokan dan distribusi melalui penambahan suplai serta pengoperasian SPBU selama 24 jam. Dengan demikian, upaya menjaga ketersediaan BBM dilakukan melalui sejumlah langkah yang berjalan beriringan.

Kitty menyampaikan bahwa perusahaan terus mengoptimalkan pasokan dan distribusi BBM di Bali. Upaya tersebut dilakukan melalui penambahan suplai, kesiapan armada, serta pengoperasian terminal dan SPBU selama 24 jam. Pernyataan itu menegaskan bahwa penguatan distribusi tidak hanya bertumpu pada ketersediaan pasokan, tetapi juga pada kesiapan sarana penyaluran dan jam operasional fasilitas. Seluruh langkah tersebut diarahkan untuk mendukung kelancaran penyaluran BBM kepada masyarakat.

Dengan 108 mobil tangki dan 465 awak yang disiagakan, serta dua terminal yang beroperasi penuh selama 24 jam, Pertamina Patra Niaga menyiapkan dukungan operasional untuk distribusi BBM di Bali. Penambahan suplai dan kesiapan SPBU yang juga beroperasi selama 24 jam melengkapi upaya tersebut. Perusahaan menyatakan akan terus mengoptimalkan rangkaian pasokan dan distribusi, dengan menjaga kesiapan armada serta operasional terminal dan SPBU sepanjang waktu.

Untuk memperluas akses masyarakat terhadap bahan bakar sekaligus membantu mengurai antrean kendaraan, sebanyak 66 SPBU di wilayah Denpasar dan Badung beroperasi selama 24 jam. Layanan sepanjang hari ini memberi pengendara lebih banyak pilihan waktu untuk mengisi BBM, termasuk di luar jam operasional yang biasanya lebih ramai. Dengan demikian, aktivitas pengisian dapat tersebar pada waktu yang berbeda dan tidak hanya terkonsentrasi pada jam-jam tertentu. Pengoperasian SPBU selama 24 jam juga menjadi salah satu langkah pelayanan di tengah meningkatnya kebutuhan BBM di Bali. Meski demikian, cakupan layanan tersebut secara khusus disebut berada di Denpasar dan Badung.

Selain memperpanjang jam layanan, Pertamina Patra Niaga mengoptimalkan penjualan BBM secara literan di sejumlah SPBU di Kota Denpasar. Upaya ini terutama diarahkan pada lokasi yang mengalami kepadatan dan antrean kendaraan tinggi. Penjualan dengan takaran literan menjadi salah satu bentuk layanan tambahan yang diterapkan untuk menjawab kebutuhan konsumen di titik-titik tersebut. Pelaksanaannya dilakukan di sejumlah lokasi terpilih, bukan di seluruh SPBU. Karena itu, pengendara perlu memperhatikan ketersediaan layanan di SPBU yang dituju dan mengikuti arahan petugas setempat agar proses pengisian berlangsung tertib.

Menurut Kitty, sejak hari pertama pelaksanaan, penjualan melalui layanan literan mencapai sekitar 5.000 liter per hari. Angka tersebut menggambarkan jumlah BBM yang tersalurkan melalui skema itu di lokasi pelaksanaan, terutama di sejumlah SPBU Kota Denpasar. Capaian harian ini menjadi bagian dari langkah operasional untuk menjaga akses masyarakat terhadap BBM saat antrean meningkat. Layanan literan tersebut tidak berarti bahwa penjualan dengan cara yang sama tersedia di semua SPBU atau berlaku di seluruh Bali. Sementara itu, pembukaan 66 SPBU selama 24 jam di Denpasar dan Badung menyediakan tambahan waktu pelayanan bagi masyarakat. Kedua langkah tersebut mendukung kelancaran akses, dengan penerapan yang mengikuti wilayah dan lokasi yang telah ditetapkan.

Kitty menyampaikan bahwa layanan di sejumlah SPBU di Bali mulai berangsur kondusif. Kondisi ini menunjukkan bahwa upaya penanganan dan penyesuaian operasional yang dilakukan mulai membantu masyarakat memperoleh BBM. Meski demikian, pemulihan belum berhenti. Perusahaan tetap melanjutkan berbagai langkah untuk memperlancar penyaluran, menjaga ketersediaan produk, dan memastikan kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah dapat terpenuhi. Situasi di lapangan dapat berbeda antarlokasi, sehingga masyarakat diimbau mengikuti informasi terbaru dan memanfaatkan layanan SPBU secara tertib.

Perusahaan juga mengingatkan masyarakat agar menggunakan BBM sesuai kebutuhan dan peruntukannya. Pembelian yang wajar membantu pasokan tersedia bagi pengguna lain, khususnya warga yang membutuhkan bahan bakar untuk aktivitas sehari-hari. Masyarakat diminta tidak menimbun BBM, karena tindakan tersebut dapat menghambat distribusi dan membuat ketersediaan di SPBU tidak merata. Selain itu, BBM bersubsidi tidak semestinya dibeli untuk kemudian dijual kembali secara ilegal. Praktik itu berpotensi mengganggu penyaluran, mengurangi hak masyarakat yang memenuhi ketentuan, serta menimbulkan kerugian bagi pengguna yang berhak menerima manfaat subsidi.

Penggunaan BBM secara bertanggung jawab menjadi bagian penting dari upaya menjaga kelancaran layanan, terutama ketika pasokan dan distribusi masih terus dipulihkan. Karena itu, masyarakat diharapkan tidak melakukan pembelian berlebihan dan tetap mematuhi aturan yang berlaku. Perusahaan menyatakan akan terus memperkuat pasokan, distribusi, dan pelayanan hingga kondisi layanan BBM di Bali kembali normal. Penguatan dilakukan agar penyaluran semakin lancar dan kebutuhan konsumen dapat dilayani dengan lebih baik. Apabila membutuhkan informasi atau ingin menyampaikan pertanyaan mengenai layanan, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135. Dengan dukungan perusahaan dan partisipasi masyarakat, proses pemulihan diharapkan berjalan tertib serta akses terhadap BBM tetap terjaga bagi mereka yang membutuhkan.

Baca juga: Krisis Pasokan Beras Premium di Jaringan Ritel Modern | TNI Kerahkan Sejumlah Alutsista Dukung Operasi SAR KM Virgo Transport 8 | Ops Cipkon KRYD, Polsek Cikupa Patroli Malam Sasar Sejumlah Titik Rawan

banner 325x300