Jakarta | Pada Jumat, 16 Oktober 2026, Pertamina belum melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi untuk bulan Oktober. Dengan demikian, harga yang berlaku pada tanggal tersebut masih mengikuti harga dari periode sebelumnya. Belum adanya perubahan berarti konsumen dapat merujuk pada tarif yang telah diberlakukan sebelum memasuki Oktober, tanpa ada penetapan harga baru yang diumumkan untuk produk nonsubsidi pada bulan ini.
Informasi ini mencakup BBM nonsubsidi yang dipasarkan Pertamina. Perlu dibedakan bahwa rincian harga dapat berbeda menurut jenis produk dan wilayah, sementara bagian ini hanya menjelaskan status penyesuaian pada Oktober. Tanpa pengumuman perubahan, harga pada periode sebelumnya tetap menjadi acuan. Karena itu, masyarakat yang hendak memastikan harga suatu produk dapat memeriksa informasi resmi Pertamina sesuai wilayahnya, terutama apabila membutuhkan rincian nominal terkini.
Pertamina mempertimbangkan berbagai faktor serta kondisi masyarakat sebelum mengubah harga BBM nonsubsidi. Pertimbangan tersebut menjadi bagian dari proses perusahaan dalam menentukan apakah penyesuaian perlu dilakukan, tetapi tidak ada alasan spesifik yang dinyatakan dalam informasi ini. Oleh sebab itu, tidak tepat menyimpulkan penyebab tertentu di balik belum berubahnya harga Oktober. Keterangan yang dapat dipastikan adalah bahwa sampai Jumat, 16 Oktober 2026, harga BBM nonsubsidi masih mengacu pada periode sebelumnya. Jika kelak terdapat penetapan baru, masyarakat perlu merujuk pada pengumuman resmi untuk mengetahui waktu mulai berlaku dan rincian harga yang diperbarui. Untuk saat ini, belum ada penyesuaian harga nonsubsidi yang perlu diperhitungkan pada Oktober berdasarkan keterangan tersebut.
Pada 16 Oktober 2026, harga Pertamax Turbo untuk wilayah dengan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebesar 5 persen tercatat Rp19.600 per liter. Tarif tersebut berlaku di DKI Jakarta dan sejumlah wilayah sekitarnya yang termasuk dalam kelompok tarif tersebut. Dibandingkan harga sebelumnya, yakni Rp18.300 per liter, harga Pertamax Turbo mengalami kenaikan Rp1.300 per liter. Perubahan ini perlu dibaca sesuai cakupan wilayah yang disebutkan, bukan sebagai patokan harga yang otomatis berlaku di seluruh Indonesia.
Selain Pertamax Turbo, Pertamax Green 95 dijual dengan harga Rp19.150 per liter pada tanggal yang sama. Harga sebelumnya untuk produk ini adalah Rp16.600 per liter, sehingga terdapat kenaikan Rp2.550 per liter. Angka harga saat ini dan harga sebelumnya tersebut merujuk pada informasi yang tersedia untuk wilayah terkait. Dengan demikian, pembaca dapat melihat besaran perubahan masing-masing produk tanpa mencampuradukkan tarif Pertamax Turbo dengan harga Pertamax Green 95.
Perbedaan tarif antardaerah dapat dipengaruhi oleh ketentuan PBBKB yang berlaku di masing-masing wilayah. Karena itu, harga Rp19.600 per liter untuk Pertamax Turbo dan Rp19.150 per liter untuk Pertamax Green 95 sebaiknya dipahami dalam konteks wilayah dengan PBBKB 5 persen, termasuk DKI Jakarta dan sekitarnya, sebagaimana disebutkan. Konsumen di luar cakupan itu sebaiknya memeriksa informasi harga sesuai lokasi masing-masing sebelum mengisi bahan bakar. Rincian tersebut membantu membandingkan harga terbaru dengan tarif sebelumnya, tetapi tidak dapat digunakan untuk menyimpulkan bahwa semua daerah memiliki harga seragam. Pastikan pula membedakan harga per liter untuk setiap jenis produk saat membaca daftar harga, sebab nilai kenaikan dan tarif akhirnya tidak sama. Penyajian harga berdasarkan wilayah memberi gambaran lebih tepat mengenai perubahan yang berlaku, tanpa mengabaikan kemungkinan perbedaan tarif antarlokasi. Untuk informasi paling relevan, gunakan rincian yang mencantumkan daerah serta tanggal penetapan harga, sehingga perbandingan dengan harga lama tetap jelas dan tidak menyesatkan bagi konsumen.Harga Dexlite dan Pertamina Dex tercatat mengalami kenaikan dalam daftar harga BBM Pertamina yang berlaku pada 16 Oktober 2026. Dexlite kini dibanderol Rp23.700 per liter, sedangkan Pertamina Dex berada pada harga Rp25.200 per liter. Kedua harga tersebut telah berlaku sejak 2 September 2026, sesuai informasi yang tersedia. Dengan demikian, angka yang tercantum pada pertengahan Oktober mencerminkan harga yang sudah diterapkan sejak tanggal tersebut, bukan perubahan yang baru terjadi pada 16 Oktober.
Dibandingkan harga sebelumnya, Dexlite naik dari Rp19.700 menjadi Rp23.700 per liter. Selisihnya mencapai Rp4.000 untuk setiap liter. Sementara itu, Pertamina Dex meningkat dari Rp21.150 menjadi Rp25.200 per liter, atau bertambah Rp4.050 per liter. Perbandingan ini menunjukkan besaran kenaikan masing-masing produk berdasarkan harga lama dan harga yang berlaku. Informasi tersebut membantu pembaca melihat secara langsung perbedaan nominal sebelum dan sesudah penyesuaian, tanpa mencampuradukkannya dengan harga produk BBM lainnya.
Bagi konsumen yang menggunakan kedua jenis bahan bakar tersebut, harga per liter menjadi informasi penting saat memperkirakan pengeluaran. Penghitungan sederhana dapat dilakukan dengan mengalikan harga yang berlaku dengan jumlah liter yang dibeli. Sebagai gambaran, pembelian sepuluh liter Dexlite dengan harga Rp23.700 per liter bernilai Rp237.000. Untuk sepuluh liter Pertamina Dex pada harga Rp25.200 per liter, nilainya Rp252.000. Angka contoh itu hanya merupakan hasil perkalian dari harga per liter yang disebutkan, bukan harga paket atau tarif berbeda.
Dalam membaca rincian harga BBM, tanggal mulai berlaku juga perlu diperhatikan agar informasi tidak disalahartikan sebagai perubahan harian. Untuk Dexlite dan Pertamina Dex, tanggal yang disebutkan adalah 2 September 2026, sementara daftar harga yang menjadi konteks pembahasan ini merujuk pada 16 Oktober 2026. Rincian utamanya tetap pada dua angka terbaru dan harga pembandingnya: Dexlite Rp23.700 dari Rp19.700 per liter, serta Pertamina Dex Rp25.200 dari Rp21.150 per liter. Dengan mencermati angka dan tanggal tersebut, pembaca dapat memahami kenaikan kedua produk secara jelas.
Dalam rincian harga BBM Pertamina pada 16 Oktober 2026, tiga produk yang tercantum tetap berada pada harga yang sama. Pertamax dijual Rp15.950 per liter, sedangkan Pertalite tercatat Rp10.000 per liter dan Bio Solar Rp6.800 per liter. Angka tersebut menunjukkan harga per liter untuk masing-masing produk pada tanggal tersebut. Dengan demikian, pembaca dapat membandingkan ketiganya secara langsung tanpa menyamakan posisi harga Pertamax dengan dua produk lainnya.
Pertamax memiliki harga lebih tinggi dibandingkan Pertalite maupun Bio Solar. Selisih Pertamax dan Pertalite adalah Rp5.950 per liter, sementara jarak harga Pertamax dengan Bio Solar mencapai Rp9.150 per liter. Di dua produk yang disebut sebagai BBM subsidi dalam rincian ini, Pertalite berada Rp3.200 per liter di atas Bio Solar. Perbandingan tersebut hanya menggambarkan perbedaan nominal harga yang tercantum, bukan perubahan pada daftar harga.
Untuk keperluan pengisian kendaraan, nominal per liter dapat digunakan sebagai acuan sederhana dalam memperkirakan biaya pembelian. Sebagai contoh, pembelian 10 liter Pertamax setara dengan Rp159.500, sementara 10 liter Pertalite berjumlah Rp100.000. Pada jumlah yang sama, 10 liter Bio Solar bernilai Rp68.000. Perhitungan itu mengikuti harga yang tercantum dan belum memasukkan faktor lain di luar nominal produk. Harga pada 16 Oktober 2026 dalam rincian ini tidak berubah: Pertamax Rp15.950 per liter, Pertalite Rp10.000 per liter, dan Bio Solar Rp6.800 per liter. Dengan mencermati nama produk serta harga per liternya, pembaca dapat memperoleh gambaran yang jelas mengenai tiga pilihan BBM tersebut pada tanggal yang dimaksud.
Baca juga: Kenaikan Harga BBM Non-Subsidi Pertamina di Awal September | Strategi Pertamina Mengatasi Antrean di Makassar | Inisiatif Pertamina dalam Membangun Infrastruktur Mobil Listrik di Indonesia
















