banner 728x250
Berita  

Hadiri Sidang Bersama DPR-DPD RI, Presiden Prabowo Tekankan Kemandirian Ekonomi dan Kepentingan Rakyat

Hadiri Sidang Bersama DPR-DPD RI, Presiden Prabowo Tekankan Kemandirian Ekonomi dan Kepentingan Rakyat
banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan pidato kenegaraan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan RI di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Jumat 14 Agustus 2026. Pelaksanaan agenda tahunan tersebut digelar lebih awal dibanding tahun-tahun sebelumnya yang biasanya berlangsung setiap 16 Agustus, karena tanggal tersebut bertepatan dengan hari Minggu sehingga penyampaian pidato resmi kenegaraan dan RAPBN dilaksanakan pada hari kerja.

Rangkaian sidang tahunan tahun ini berlangsung dalam dua sesi utama. Pada pagi hari, mulai pukul 08.30 hingga 11.00 WIB, Presiden Prabowo menyampaikan pidato kenegaraan sekaligus laporan kinerja lembaga-lembaga negara dalam Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI. Kemudian pada siang hari sekitar pukul 14.30 WIB, Presiden kembali hadir untuk menyampaikan keterangan pemerintah terkait Rancangan Undang-Undang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya dalam Sidang Paripurna DPR RI.

banner 325x300

Sidang yang berlangsung di kompleks parlemen tersebut dihadiri jajaran pejabat tinggi negara dan tokoh nasional. Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka turut hadir mendampingi Presiden Prabowo. Selain itu tampak pimpinan lembaga legislatif, yakni Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Ketua DPR RI Puan Maharani, serta Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin. Sejumlah mantan presiden dan wakil presiden, para menteri Kabinet Merah Putih, anggota MPR/DPR/DPD RI, pimpinan partai politik, hingga perwakilan negara sahabat juga mengikuti jalannya sidang.

Dalam pidato kenegaraannya, Presiden Prabowo mengangkat semangat HUT Ke-81 Kemerdekaan RI dengan tema Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur. Presiden menyampaikan bahwa selama 21 bulan masa pemerintahan atau sekitar 663 hari, pemerintah telah menjalankan 121 kebijakan transformatif sebagai langkah penyelesaian terhadap berbagai persoalan struktural yang telah berlangsung lama.

Salah satu capaian yang disoroti adalah keberhasilan mempercepat program swasembada pangan nasional. Presiden menyebut target yang sebelumnya diperkirakan membutuhkan waktu hingga empat tahun dapat dicapai dalam waktu sekitar satu tahun, meskipun dunia menghadapi tantangan berupa krisis pangan global dan perubahan iklim yang memicu kondisi cuaca ekstrem.

Presiden juga menegaskan empat pedoman utama dalam menjalankan pemerintahan, yakni berpegang teguh pada amanat UUD 1945, menjaga kepentingan nasional dengan mengelola kekayaan negara untuk kemakmuran rakyat, mempercepat penyelesaian persoalan masyarakat, serta memastikan setiap kebijakan memiliki orientasi bagi masa depan generasi penerus bangsa. Di tengah dinamika geopolitik global, termasuk konflik internasional dan perang dagang, Indonesia didorong untuk memperkuat kemandirian ekonomi serta tidak bergantung pada pasokan dari luar negeri.

Meski menyampaikan berbagai capaian pemerintah, Presiden Prabowo juga mengakui masih terdapat pekerjaan besar yang harus diselesaikan. Tidak seluruh persoalan bangsa telah tuntas dan belum semua harapan masyarakat dapat diwujudkan sepenuhnya. Namun pemerintah memastikan komitmen untuk terus bekerja, memperbaiki tata kelola, dan menghadirkan kebijakan yang berpihak pada rakyat demi mewujudkan Indonesia yang lebih berdaulat, adil, dan makmur.

Pewarta: Abdul Latif

banner 325x300

Respon (2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *