Jakarta, jejakperistiwa.id Front Rakyat dan Mahasiswa Madani Seluruh Indonesia (FORMMASI) menggelar aksi demonstrasi di kantor Bank Indonesia pada kamis 22/05/2026. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes dan kontrol sosial terhadap dugaan penyalahgunaan dana Corporate Social Responsibility (CSR) BI dan OJK yang saat ini tengah diusut oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.
Dalam aksi tersebut, massa menyoroti penetapan tersangka terhadap Satori dan Heri Gunawan dalam perkara dugaan korupsi dana CSR BI dan OJK. KPK menduga terdapat penyimpangan dalam penyaluran dana program sosial melalui yayasan tertentu yang tidak digunakan sebagaimana mestinya.
Ketua Umum FORMMASI, Dapid Novian Mastur, dalam orasinya menegaskan bahwa persoalan tersebut tidak boleh hanya dibebankan kepada individu penerima dana, melainkan juga harus menjadi bahan evaluasi serius terhadap sistem pengawasan dan tata kelola penyaluran dana CSR di lingkungan Bank Indonesia.
“Kalau dana CSR terus berulang kali terseret persoalan hukum dan dugaan penyalahgunaan, maka yang harus dievaluasi bukan hanya oknum, tetapi juga mekanisme pengawasan di Bank Indonesia. Dana sosial seharusnya diprioritaskan untuk kepentingan rakyat, bukan menjadi alat kepentingan pribadi maupun jaringan politik,” tegasnya.
Ia juga menilai program CSR sejatinya merupakan instrumen sosial yang harus digunakan untuk membantu masyarakat kecil, UMKM, pendidikan, rumah ibadah, dan kepentingan publik lainnya. Namun apabila dalam praktiknya justru menimbulkan dugaan penyimpangan, maka publik memiliki hak untuk mempertanyakan transparansi serta akuntabilitas penyalurannya.
Ia melanjutkan, mendesak Bank Indonesia untuk melakukan evaluasi total terhadap mekanisme distribusi dana CSR dan memperketat pengawasan internal agar tidak lagi menjadi celah penyalahgunaan kekuasaan.
“Kami meminta Bank Indonesia membuka secara transparan seluruh yayasan penerima dana CSR, memperketat sistem verifikasi, serta memastikan dana sosial benar-benar digunakan untuk kepentingan masyarakat,” lanjut ungkapnya.
Selain itu, FORMMASI juga mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi agar mengusut tuntas seluruh pihak yang diduga terkait dalam perkara tersebut tanpa pandang bulu. Massa menegaskan bahwa hukum tidak boleh berhenti pada dua tersangka apabila dalam proses penyidikan ditemukan dugaan keterlibatan pihak lain.
Aksi demonstrasi berlangsung dengan membawa spanduk dan poster bertuliskan tuntutan transparansi dana CSR serta reformasi tata kelola program sosial negara. Massa aksi menutup demonstrasi dengan seruan agar lembaga negara kembali menjaga integritas dan kepercayaan publik.
“Hidup mahasiswa! Hidup rakyat Indonesia! Lawan korupsi sampai tuntas!” menjadi seruan penutup dalam aksi demonstrasi tersebut.
Red
- <a href="https://jejakperistiwa.id/sasaran-fisik-utama-tmmd-ke-128-kodim-0908-<a href="https://jejakperistiwa.id/bakti-kesehatan-tmmd-ke-128-kodim-0908-<a href="https://jejakperistiwa.id/sasaran-fisik-utama-tmmd-ke-128-kodim-0908-bontang-rampung-100-persen/”>bontang-warga-antusias-ikuti-donor-darah-dan-pengobatan-gratis/”>bontang-rampung-100-persen/”>Sasaran Fisik Utama TMMD Ke-128 Kodim 0908/Bontang Rampung 100 Persen
- Digitalisasi Jadi Pembahasan Utama RAT KS TKBM, Pekerja Bongkar Muat Ditekankan Tetap Aman
- <a href="https://jejakperistiwa.id/lsm-fakar-prov-lampung-cium-aroma-kkn-pada-proyek-bagian-umum-kab-tanggamus-ta-2025-desak-aph-segera-bertindak/”>*LSM FAKAR Prov. Lampung Cium Aroma KKN pada Proyek Bagian Umum Kab. Tanggamus TA 2025 Desak APH Segera Bertindak*

















Respon (4)