banner 728x250

Jaringan Desa Digital Tuban Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Publik Minta Transparansi

Jaringan Desa Digital Tuban Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Publik Minta Transparansi
banner 120x600
banner 468x60

Tuban, 11 Mei 2026 — Internet desa yang sebelumnya dijanjikan menjadi penunjang pelayanan digital di Kabupaten Tuban kini mulai menuai kritik dari masyarakat. Program WiFi gratis yang dipasang di berbagai desa disebut belum memberikan kualitas jaringan sebagaimana yang diharapkan warga.

Pada jam-jam pelayanan kantor desa berlangsung, koneksi internet justru sering mengalami penurunan. Dari hasil pengujian langsung menggunakan aplikasi pengukur kecepatan jaringan, internet yang seharusnya memiliki kapasitas 50 Mbps ternyata hanya bergerak di kisaran 8 hingga 10 Mbps saat siang hari.

banner 325x300

Kecepatan baru terlihat sedikit meningkat ketika malam tiba. Setelah aktivitas kantor mulai berkurang, jaringan internet berada di angka sekitar 12 sampai 18 Mbps. Kondisi tersebut membuat masyarakat mempertanyakan efektivitas program desa digital yang selama ini dipromosikan pemerintah daerah.

Program pembangunan WiFi gratis itu mengacu pada Surat Edaran Sekretaris Daerah Kabupaten Tuban Nomor 140/6888/414.106/2020 tentang dukungan Desa Digital Tahun 2021 dan sekolah daring. Dalam surat tersebut dijelaskan jaringan internet menggunakan metode wireless Point To Point (PTP) dengan sumber koneksi fiber optic berkapasitas 50 Mbps yang dipusatkan di kantor desa.

Namun fakta di lapangan memperlihatkan kondisi berbeda. Beberapa warga mengaku koneksi internet sering lambat ketika dipakai bersamaan oleh perangkat desa maupun masyarakat yang datang untuk mengakses layanan online.

“Kalau siang sering berat. Kadang membuka halaman saja lama sekali,” ujar seorang warga saat ditemui di area kantor desa.

Sorotan warga juga tertuju pada anggaran internet desa yang disebut mencapai sekitar Rp2,3 juta setiap bulan. Dengan biaya sebesar itu, masyarakat berharap kualitas layanan internet dapat berjalan lebih stabil untuk menunjang kebutuhan administrasi maupun akses informasi.

Di sejumlah desa, jaringan internet tersebut diketahui menggunakan layanan dari provider Iconnet. Meski demikian, masyarakat menilai kualitas koneksi yang diterima belum sepenuhnya mendukung program digitalisasi desa yang selama ini digaungkan.

Program desa digital sebelumnya diharapkan menjadi solusi untuk mempercepat pelayanan publik dan membantu masyarakat memperoleh akses internet yang lebih mudah. Akan tetapi, kondisi jaringan yang kerap melambat pada jam sibuk membuat sebagian warga merasa manfaat program tersebut belum berjalan maksimal.

Kini masyarakat berharap ada evaluasi menyeluruh terhadap kualitas layanan internet desa di Kabupaten Tuban. Warga meminta pemerintah tidak hanya fokus pada pembangunan jaringan, tetapi juga memastikan kualitas internet yang diterima benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *