Magelang – Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Ketua DPRD Seluruh Indonesia di Akademi Militer (Akmil), Magelang pada tanggal 15–19 April 2026. Dalam kegiatan strategis ini, para tenaga profesional Lemhannas RI menegaskan pentingnya peneguhan jati diri kebangsaan, penguatan ketahanan nasional, serta kepemimpinan adaptif dalam menghadapi tantangan era disrupsi teknologi dan dinamika global.
Hal ini disampaikan oleh Brigjen TNI (Purn) Dr. Paula Theresia E.P.U., S.Sos., M.M. Tenaga Profesional Bidang Kepemimpinan Nasional Lemhannas RI; Mayjen TNI (Purn) Lumban Sianipar, S.I.P. Tenaga Profesional Bidang Ketahanan Nasional dan Wawasan Nusantara Lemhannas RI; dan Mayjen TNI (Purn) Sugeng Santoso, S.I.P. Tenaga Profesional Bidang Sistem Manajemen Nasional Lemhannas RI.
Dr. Theresia menekankan bahwa nilai-nilai kebangsaan yang bersumber dari empat konsensus dasar bangsa, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, merupakan jati diri bangsa Indonesia. Nilai-nilai tersebut menjadi prinsip moral yang menyatukan keberagaman etnis, budaya, dan agama, serta menjadi daya dorong bagi eksistensi bangsa dalam pergaulan dunia. “Kalau orang tak tahu sejarah bangsanya sendiri, gampang jadi orang asing di antara bangsa sendiri,” tegasnya.
Lumban turut menambahkan bahwa ketahanan nasional yang tangguh mendorong keberhasilan pembangunan nasional, dan sebaliknya, pembangunan nasional yang berhasil akan memperkokoh ketahanan nasional.
Ia menekankan pentingnya pembangunan yang seimbang pada setiap gatra, baik geografi, demografi, sumber kekayaan alam, ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, maupun pertahanan dan keamanan, agar Indonesia mampu menghadapi tantangan global dengan keuletan dan ketangguhan.
Sementara itu, Sugeng menyoroti kepemimpinan adaptif sebagai kompetensi krusial di era disrupsi teknologi. Kepemimpinan nasional harus bertransformasi menjadi lebih visioner, inovatif, dan responsif terhadap perubahan global yang cepat dan tak terprediksi. Pemimpin adaptif dituntut untuk mampu mengelola kompleksitas dan ketidakpastian, mengambil keputusan berbasis data dan teknologi, serta memperkuat literasi digital.
Dalam konteks pembangunan daerah, kepala daerah dan DPRD diharapkan mampu menyelaraskan perencanaan dengan prioritas nasional, menyinkronkan kebijakan, serta mendorong transformasi digital di daerah.
Melalui kegiatan KPPD ini, Lemhannas RI menegaskan bahwa peneguhan jati diri bangsa, penguatan ketahanan nasional, dan kepemimpinan adaptif merupakan satu kesatuan yang saling melengkapi. Dengan memahami sejarah perjuangan bangsa, mengaktualisasikan nilai-nilai kebangsaan, serta mengembangkan kepemimpinan yang visioner dan berbasis data, Indonesia diharapkan mampu menjaga persatuan, memperkuat kedaulatan, dan mewujudkan cita-cita nasional, yaitu masyarakat yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.
_Kepala Biro Humas Settama Lemhannas RI_
_Brigadir Jenderal TNI Muhammad Arif Nur_
*Biro Humas Lemhannas RI*
Jalan Medan Merdeka Selatan 10, Jakarta 10110
Telp. 021-3832108/09
http://www.lemhannas.go.id
Instagram : @lemhannas_ri
Facebook : lembagaketahanannasionalri
Twitter : @LemhannasRI
Youtube: Lemhannas RI













