banner 728x250

Kirim Sapi Kurban ke Dapil, Bamsoet Tegaskan Idul Adha Momentum Perkuat Ketahanan Nasional di Tengah Gejolak Dunia

Kirim Sapi Kurban ke Dapil, Bamsoet Tegaskan Idul Adha Momentum Perkuat Ketahanan Nasional di Tengah Gejolak Dunia
banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA — Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Bambang Soesatyo (Bamsoet), melaksanakan kurban Idul Adha 1447 Hijriah dengan memotong tiga ekor sapi di DPD Partai Golkar Kebumen, DPD Partai Golkar Banjarnegara dan DPD Partai Golkar Purbalingga Jawa Tengah. Bamsoet menegaskan peringatan Idul Adha harus dimaknai sebagai momentum memperkuat ketahanan nasional di tengah meningkatnya tekanan ekonomi dan ketidakpastian global. ketika dunia menghadapi ketidakpastian ekonomi, konflik geopolitik, gangguan rantai pasok, serta menurunnya kohesi sosial, nilai pengorbanan dan semangat berbagi yang terkandung dalam Idul Adha harus menjadi fondasi penting agar bangsa tetap kuat dan masyarakat tetap terhubung satu sama lain.

“Idul Adha mengajarkan bahwa pengorbanan dan kepedulian sosial adalah fondasi ketahanan bangsa. Negara yang kuat lahir dari masyarakat yang tidak membiarkan sesamanya berjalan sendiri ketika menghadapi tekanan ekonomi maupun perubahan global. Semangat berbagi melalui kurban merupakan bentuk nyata bagaimana nilai agama memperkuat persatuan nasional,” ujar Bamsoet di Jakarta, Rabu (27/5/26).

banner 325x300

Ketua DPR RI ke-20 dan Ketua Komisi III DPR RI ke-7 ini menuturkan, ancaman terhadap bangsa Indonesia telah mengalami perubahan bentuk. Jika dahulu ancaman identik dengan agresi militer, saat ini tantangan justru muncul melalui pelemahan daya beli, meningkatnya ketimpangan, tekanan ekonomi rumah tangga, fragmentasi sosial, hingga menurunnya tingkat kepercayaan antar masyarakat.

Laporan terbaru Global Report on Food Crises 2026 mencatat sebanyak 266 juta orang di 47 negara mengalami kerawanan pangan akut sepanjang tahun 2025, atau lebih dari dua kali lipat dibanding satu dekade sebelumnya. Lebih dari 80 persen kasus terjadi di wilayah yang mengalami krisis berkepanjangan, dengan konflik, tekanan ekonomi, dan gangguan iklim sebagai pemicu utama. Dalam kondisi tersebut, semangat kurban menjadi relevan karena menghadirkan mekanisme distribusi sosial yang berjalan secara sukarela dan berakar pada kesadaran moral.

“Dunia hari ini sesungguhnya tidak sedang kekurangan sumber daya. Dunia sedang diuji oleh kemampuan manusia menjaga solidaritas. Ketika kepedulian melemah dan semua orang hanya memikirkan dirinya sendiri, maka stabilitas sosial akan ikut melemah,” kata Bamsoet.

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia dan Wakil Ketua Umum/Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menegaskan, Indonesia memiliki modal sosial yang relatif kuat dibanding banyak negara lain melalui budaya gotong royong, zakat, sedekah, serta tradisi kurban yang telah mengakar. Tradisi tersebut memiliki dampak besar karena menyentuh aspek spiritual, sosial, sekaligus ekonomi. Bagi sebagian keluarga, distribusi daging kurban menjadi salah satu akses penting terhadap konsumsi protein. Di sisi lain, momentum Idul Adha juga menggerakkan peternak lokal, pelaku distribusi, hingga ekonomi kerakyatan.

“Pesan terbesar Idul Adha di era moden saat ini adalah keberanian untuk menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi. Pengorbanan dapat hadir dalam bentuk menahan konsumsi berlebihan, memperkuat ekonomi nasional, membantu kelompok rentan, menjaga persatuan, serta memperbesar ruang kepedulian sosial,” pungkas Bamsoet. (*)

banner 325x300

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *