banner 728x250
Budaya  

Penumpang Berdesakan di Stasiun Duri, Video Tangan Terjepit Pintu KRL Viral

Penumpang Berdesakan di Stasiun Duri, Video Tangan Terjepit Pintu KRL Viral
banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 6 Oktober 2026, Calon penumpang kereta komuter di Stasiun Duri, Tambora, Jakarta Barat, terlihat harus berdesak-desakan saat hendak menuju peron. Kepadatan tersebut terjadi setelah salah satu eskalator di area stasiun mengalami gangguan. Akses menuju peron pun menjadi lebih terbatas karena penumpang tidak dapat menggunakan seluruh fasilitas yang tersedia seperti biasa.

Dalam kondisi itu, calon penumpang terpaksa bergantian memanfaatkan eskalator yang masih berfungsi. Mereka harus menyesuaikan pergerakan dengan penumpang lain agar dapat melewati akses menuju peron. Situasi tersebut membuat arus orang di area stasiun tampak padat, terutama ketika calon penumpang berupaya melanjutkan perjalanan menuju kereta komuter.

banner 325x300

Gangguan pada salah satu eskalator secara langsung memengaruhi kelancaran mobilitas penumpang di Stasiun Duri. Fasilitas yang masih beroperasi menjadi jalur yang digunakan bersama, sehingga penumpang perlu menunggu giliran dan bergerak secara bergantian. Kondisi ini kemudian memperlihatkan kepadatan di area akses peron, dengan calon penumpang berkumpul untuk mendapatkan kesempatan menggunakan eskalator tersebut.

Peristiwa itu menjadi gambaran mengenai situasi penumpang di Stasiun Duri ketika akses menuju peron tidak berjalan sepenuhnya normal. Kepadatan bukan hanya terjadi karena banyaknya calon penumpang yang hendak naik kereta, tetapi juga karena pilihan jalur menuju peron menjadi terbatas. Dengan eskalator yang masih berfungsi sebagai akses bersama, perjalanan calon penumpang menuju peron berlangsung dalam suasana berdesakan.

Kondisi akses menuju peron di Stasiun Duri terlihat padat ketika salah satu eskalator mengalami gangguan. Fasilitas yang biasanya membantu mengalirkan calon penumpang dari area bawah menuju peron tersebut tidak dapat digunakan, sehingga pengguna stasiun hanya mengandalkan eskalator lain yang masih aktif. Ruang gerak di sekitar akses pun tampak terbatas karena banyak calon penumpang berada pada area yang sama.

Para calon penumpang tidak dapat naik secara bersamaan melalui jalur eskalator yang tersedia. Mereka harus melakukannya secara bergantian, mengikuti aliran orang yang berada di depan. Pola pergerakan tersebut membuat antrean terbentuk di sekitar akses menuju peron. Setiap kelompok penumpang menunggu kesempatan untuk bergerak setelah kelompok sebelumnya memperoleh ruang yang cukup di eskalator yang masih berfungsi.

Situasi ini menyebabkan akses ke peron berlangsung lebih teratur secara bergiliran, bukan melalui dua eskalator seperti dalam kondisi normal. Penumpang yang datang kemudian harus menyesuaikan diri dengan kapasitas jalur yang tersedia dan menunggu sebelum melanjutkan perjalanan ke atas. Kepadatan terlihat terutama pada area sebelum eskalator aktif, tempat para calon penumpang berkumpul sambil menanti giliran. Gangguan pada satu fasilitas tersebut menjadi titik utama dalam kondisi akses Stasiun Duri pada saat itu. Berdasarkan kondisi di lapangan, penggunaan eskalator aktif dilakukan bersama-sama secara bergantian oleh calon penumpang yang hendak menuju peron. Tidak ada keterangan lain mengenai perubahan jadwal perjalanan atau dampak operasional di luar persoalan akses tersebut.

Perhatian publik beralih pada sebuah video yang beredar di media sosial dan memperlihatkan situasi padat di dalam kereta komuter. Dalam rekaman tersebut, seorang penumpang terdengar berteriak kesakitan setelah tangannya terjepit pintu gerbong. Suasana di sekitar penumpang tampak sesak, dengan sejumlah orang berada sangat dekat dengan pintu. Video itu kemudian dibagikan ulang oleh berbagai akun sehingga menarik perhatian warganet.

Peristiwa dalam video disebut terjadi di Stasiun Jurang Mangu, Tangerang Selatan, Banten. Rekaman tersebut menampilkan momen ketika penumpang mengalami insiden di tengah kondisi gerbong yang dipenuhi penumpang. Teriakan korban menjadi bagian yang paling banyak disoroti karena menunjukkan kepanikan dan rasa sakit yang dirasakan saat tangannya berada di area pintu. Namun, video yang beredar tidak memberikan keterangan lengkap mengenai rangkaian kejadian sebelum pintu tertutup.

Informasi mengenai identitas penumpang, waktu kejadian, serta penyebab pasti pintu gerbong tertutup belum dapat dipastikan berdasarkan rekaman itu saja. Demikian pula, kondisi penumpang setelah insiden tersebut tidak dijelaskan secara jelas dalam materi video yang beredar. Karena itu, publik perlu berhati-hati dalam menarik kesimpulan dan menyebarkan informasi tambahan yang belum terverifikasi. Video tersebut sebaiknya dipahami sebagai dokumentasi visual atas kepadatan dan insiden tangan terjepit pintu, bukan sebagai dasar untuk memastikan detail lain di luar apa yang terlihat dan terdengar dalam rekaman.

Kepadatan calon penumpang terjadi di Stasiun Duri ketika salah satu eskalator mengalami gangguan. Kondisi tersebut membuat arus pergerakan penumpang di area stasiun menjadi lebih padat, terutama pada bagian yang digunakan untuk menuju atau meninggalkan peron. Situasi berdesakan itu kemudian terekam dalam video dan beredar di media sosial. Rekaman tersebut memperlihatkan banyak calon penumpang berada dalam ruang yang terbatas, sehingga suasana di Stasiun Duri menjadi perhatian dalam laporan.

Peristiwa lain yang turut diberitakan berlangsung di Stasiun Jurang Mangu. Sebuah video memperlihatkan tangan seorang penumpang terjepit pintu gerbong KRL. Rekaman itu menyebar dan menjadi viral di media sosial, sehingga kejadian di dalam atau sekitar gerbong tersebut ikut menjadi sorotan. Informasi mengenai video itu menjadi bagian berbeda dari laporan kepadatan calon penumpang yang terjadi di Stasiun Duri.

Kedua informasi tersebut menggambarkan peristiwa yang berlangsung di dua stasiun KRL. Di Stasiun Duri, kepadatan calon penumpang dikaitkan dengan gangguan pada salah satu eskalator. Sementara itu, di Stasiun Jurang Mangu, perhatian publik tertuju pada video penumpang yang tangannya terjepit pintu gerbong dan kemudian viral di media sosial. Kedua kejadian itu tercatat sebagai bagian dari laporan mengenai situasi penumpang dan perjalanan KRL pada waktu yang diberitakan.

banner 325x300