banner 728x250

Lima Personel Gegana Sultra Siap Bergabung dalam Misi Perdamaian PBB di Afrika Tengah

Lima Personel Gegana Sultra Siap Bergabung dalam Misi Perdamaian PBB di Afrika Tengah
banner 120x600
banner 468x60

KENDARI, SULAWESI TENGGARA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 4 Oktober 2026, Lima personel Detasemen Gegana Satuan Brigade Mobil Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara terpilih untuk bergabung dalam peleton khusus misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Republik Afrika Tengah. Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari penugasan internasional Polri dalam mendukung upaya menjaga keamanan, stabilitas, dan perdamaian di wilayah konflik melalui mandat PBB.

Informasi mengenai terpilihnya lima personel itu disampaikan Komandan Detasemen Gegana Satbrimob Polda Sultra, Kompol Asri Dyini, saat dihubungi di Kendari pada Sabtu. Ia menjelaskan bahwa para personel telah dinyatakan lolos setelah mengikuti rangkaian seleksi yang berlangsung secara bertahap, mulai dari tingkat Polda hingga Markas Besar Polri.

banner 325x300

Proses seleksi tersebut menjadi tahapan penting untuk memastikan setiap anggota memiliki kemampuan dan kesiapan yang sesuai dengan tuntutan penugasan di lingkungan misi perdamaian internasional. Para personel harus melewati penilaian berjenjang sebelum ditetapkan sebagai bagian dari peleton khusus yang akan menjalankan tugas di Republik Afrika Tengah.

Penugasan ini juga mencerminkan kepercayaan terhadap kemampuan personel Gegana Sultra dalam melaksanakan tugas kepolisian dengan standar profesional. Selain membutuhkan keterampilan operasional, misi di bawah mandat PBB menuntut kedisiplinan, kemampuan beradaptasi, kerja sama lintas negara, serta kepatuhan terhadap prosedur yang berlaku dalam operasi perdamaian.

Kelima anggota tersebut kini dipersiapkan untuk menjalankan tanggung jawab sebagai bagian dari kontingen Indonesia. Kehadiran mereka diharapkan dapat memperkuat kontribusi Indonesia dalam misi perdamaian PBB, sekaligus membawa nama baik Polda Sulawesi Tenggara dan Korps Brimob Polri di tingkat internasional. Penugasan itu menjadi pengalaman penting bagi para personel sekaligus bentuk pengabdian dalam membantu menciptakan kondisi yang lebih aman bagi masyarakat di wilayah misi.

Lima personel Detasemen Gegana Satbrimob Polda Sultra dinyatakan terpilih untuk bergabung dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Afrika Tengah. Mereka merupakan anggota yang berhasil melewati rangkaian seleksi dan ditetapkan sebagai perwakilan satuan dalam penugasan internasional tersebut. Penetapan ini menjadi bagian penting dari kesiapan Polda Sultra dalam mendukung misi pemeliharaan perdamaian yang dijalankan melalui kerja sama dengan PBB.

Kompol Asri Dyini menyampaikan langsung identitas kelima personel yang terpilih mewakili Detasemen Gegana Satbrimob Polda Sultra. Personel pertama adalah Bripka Ahmad Akbar, yang berasal dari Kabupaten Konawe. Berikutnya, terdapat Briptu Reski Awal asal Kabupaten Kolaka Timur. Keduanya menjadi bagian dari daftar anggota yang dinyatakan lolos seleksi untuk mengikuti misi tersebut.

Tiga personel lainnya ialah Bripda Ahdiyat Muru dari Kabupaten Konawe Selatan, Briptu Suhuf Habib asal Kabupaten Bombana, serta Bharaka Fajar Andrias asal Kabupaten Muna. Dengan demikian, kelima anggota itu berasal dari sejumlah wilayah di Sulawesi Tenggara dan memiliki tanggung jawab untuk membawa nama baik institusi serta daerah selama menjalankan tugas di Afrika Tengah.

Penyebutan nama-nama tersebut memberikan kejelasan mengenai personel yang akan dipersiapkan untuk penugasan. Bripka Ahmad Akbar, Briptu Reski Awal, Bripda Ahdiyat Muru, Briptu Suhuf Habib, dan Bharaka Fajar Andrias ditugaskan sebagai representasi Detasemen Gegana Satbrimob Polda Sultra. Keikutsertaan mereka juga mencerminkan kepercayaan terhadap kapasitas personel dalam melaksanakan tugas kepolisian pada lingkungan operasi internasional.

Selain menjalankan tanggung jawab profesional, para personel terpilih diharapkan mampu beradaptasi dengan lingkungan penugasan, menjaga disiplin, serta mematuhi ketentuan yang berlaku dalam misi perdamaian PBB. Keterangan yang disampaikan Kompol Asri Dyini memastikan bahwa daftar tersebut merujuk pada lima anggota yang telah dipilih secara resmi untuk mewakili satuan dalam agenda perdamaian di Afrika Tengah.

Rangkaian seleksi lima personel Gegana Sultra untuk mengikuti misi perdamaian PBB di Afrika Tengah berlangsung melalui beberapa tahapan. Prosesnya diawali dengan pendaftaran oleh personel yang memenuhi persyaratan, kemudian dilanjutkan dengan verifikasi administrasi. Pada tahap ini, seluruh dokumen dan kelengkapan persyaratan diperiksa untuk memastikan kesesuaian data, riwayat penugasan, serta kualifikasi peserta dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

Peserta yang lolos pemeriksaan administrasi selanjutnya mengikuti tes kemampuan bahasa Inggris. Kemampuan tersebut menjadi salah satu aspek penting karena personel akan bekerja dalam lingkungan internasional dan berkoordinasi dengan anggota misi dari berbagai negara. Setelah itu, peserta menjalani ujian psikologi berbasis computer assisted test (CAT) yang diselenggarakan di Polda Sultra. Pemeriksaan ini bertujuan menilai kesiapan mental, stabilitas emosi, kemampuan berpikir, serta kecakapan peserta dalam mengambil keputusan di tengah situasi yang dinamis.

Setelah menyelesaikan tahapan di daerah, peserta yang dinyatakan memenuhi syarat mengikuti seleksi akhir di Jakarta. Seleksi tersebut mempertemukan perwakilan dari berbagai Polda dan satuan kerja lain di Indonesia. Penilaian dilakukan secara menyeluruh untuk menentukan personel yang paling sesuai dengan kebutuhan misi, termasuk dari aspek kemampuan profesional, kesehatan, kedisiplinan, dan kesiapan menjalankan tugas di wilayah penugasan.

Asri menjelaskan bahwa seluruh tahapan berlangsung secara ketat karena para peserta harus bersaing dengan perwakilan dari Polda lain. Kendati demikian, lima personel Gegana Sultra berhasil melewati setiap rangkaian seleksi dan dinyatakan siap berangkat. Sebelum menjalankan tugas, mereka juga telah menuntaskan latihan prao­perasi. Latihan ini menjadi tahap penting untuk memantapkan kemampuan teknis, membangun koordinasi tim, memahami karakteristik misi, serta memastikan kesiapan fisik dan mental sebelum diberangkatkan ke Afrika Tengah.

Lima personel Gegana Satuan Brigade Mobil Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara akan menjalankan tugas selama satu tahun di Republik Afrika Tengah. Penugasan ini merupakan bagian dari kontribusi Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam mendukung misi pemeliharaan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa. Selama berada di wilayah penugasan, mereka akan bekerja bersama personel kepolisian dari berbagai negara untuk membantu menjaga keamanan, melindungi masyarakat, serta mendukung terciptanya kondisi yang stabil.

Kelima personel tersebut ditempatkan dalam peleton khusus Special Weapons and Tactics (SWAT) di bawah kontingen Formed Police Unit (FPU) MINUSCA. FPU merupakan satuan kepolisian yang dibentuk untuk menjalankan tugas keamanan secara terorganisasi dalam lingkungan operasi internasional. Di dalamnya, peleton SWAT memiliki kemampuan taktis khusus dan dipersiapkan untuk menghadapi situasi berisiko tinggi, seperti ancaman bersenjata, kerusuhan, penyelamatan, serta pengamanan objek dan personel penting.

Keberadaan unit SWAT menjadi unsur penting dalam misi perdamaian karena kondisi lapangan dapat berubah dengan cepat dan menuntut respons yang terukur. Para personel dituntut menjaga disiplin, kemampuan teknis, kesiapsiagaan, serta koordinasi lintas negara. Selain kemampuan operasional, mereka juga harus memahami aturan misi, karakteristik wilayah, dan prinsip perlindungan warga sipil yang menjadi bagian dari mandat MINUSCA.

Kelima personel telah memperoleh izin dari Dansat Brimob Polda Sultra untuk mengikuti penugasan tersebut. Saat ini, mereka menjalani persiapan akhir sebelum dijadwalkan berangkat ke Republik Afrika Tengah pada 10 Oktober 2026. Persiapan mencakup penguatan kemampuan fisik dan teknis, pemeriksaan administrasi, serta pembekalan yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas dalam misi internasional.

Asri menilai keberangkatan kelima personel tersebut menjadi kebanggaan bagi Satbrimob Polda Sultra. Mereka tidak hanya membawa nama satuan dan daerah, tetapi juga mengemban tanggung jawab untuk membawa nama Indonesia dalam misi perdamaian PBB. Keterlibatan itu diharapkan menjadi pengalaman berharga sekaligus menunjukkan kesiapan personel daerah untuk berkontribusi dalam tugas kemanusiaan dan keamanan di tingkat dunia.

banner 325x300