banner 728x250

IZE Fest 2026 Dorong Pelajar Perluas Jejaring dan Kenali Peran Zakat

IZE Fest 2026 Dorong Pelajar Perluas Jejaring dan Kenali Peran Zakat
banner 120x600
banner 468x60

Jakarta | Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI mengajak pelajar untuk mulai membangun jejaring global sejak dini. Kemampuan menjalin hubungan dengan orang-orang dari latar belakang berbeda dapat menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam menyiapkan diri sebagai agen perubahan. Jejaring bukan sekadar kumpulan kenalan, melainkan ruang untuk bertukar gagasan, memahami beragam sudut pandang, dan belajar bekerja sama menghadapi persoalan bersama. Pengalaman tersebut dapat membantu pelajar mengenali peluang kontribusi yang lebih luas, baik di lingkungan sekitar maupun dalam lingkup internasional.

Idy Muzayyad, pimpinan pendistribusian, pendayagunaan, dan pemberdayaan Baznas RI, menilai bahwa interaksi dengan teman sebaya maupun pelajar yang lebih senior dari berbagai negara dapat memperkaya pengalaman. Pertemuan dengan peserta dari kota, budaya, dan suku yang beragam membuka kesempatan bagi pelajar untuk memahami cara hidup serta pemikiran yang mungkin berbeda dari keseharian mereka. Dari percakapan dan kolaborasi, mereka dapat memperoleh wawasan baru, mengasah kemampuan berkomunikasi, serta belajar menghargai perbedaan. Hal-hal tersebut menjadi bagian dari proses membentuk kepercayaan diri dan kesiapan menghadapi tantangan masa depan.

banner 325x300

Dorongan untuk memperluas pergaulan lintas negara itu sejalan dengan semangat International Zakat Education Festival (IZE Fest) 2026. Festival ini dapat menjadi ruang bagi pelajar untuk berjumpa, berdialog, dan mengenal berbagai perspektif mengenai zakat serta peran generasi muda. Namun, manfaat kegiatan tidak terbatas pada terbentuknya jejaring. Peserta juga berkesempatan memperluas pemahaman, berbagi pengalaman, dan melihat bagaimana nilai kepedulian dapat diwujudkan dalam tindakan. Dengan mengikuti kegiatan semacam ini, pelajar dapat membawa pulang pengetahuan sekaligus hubungan yang berpotensi berkembang menjadi kolaborasi. Bekal tersebut membantu mereka tumbuh sebagai generasi yang terbuka, peka terhadap kebutuhan masyarakat, dan siap mengambil peran positif di tengah perubahan yang semakin terhubung secara global.

Idy menekankan tiga bekal yang dapat membantu generasi muda memperluas pengalaman, yakni membangun jaringan, meningkatkan ilmu pengetahuan melalui komitmen belajar, serta berani mencari pengalaman dan mencoba hal-hal baru. Ketiganya saling melengkapi dalam proses pelajar mengenali lebih banyak kesempatan dan memperluas wawasan. Bekal tersebut bukan sesuatu yang hadir dengan sendirinya, melainkan dapat dikembangkan melalui keterlibatan, kemauan untuk belajar, dan kesediaan berinteraksi dengan orang lain. Dengan memanfaatkan masa muda, pelajar memiliki ruang untuk menambah pengetahuan sekaligus mengenali pengalaman yang dapat memperkaya perjalanan mereka.

Jaringan menjadi salah satu bekal penting karena membuka ruang komunikasi dan interaksi yang produktif antarpelajar. Melalui hubungan yang dibangun, mereka dapat bertukar pandangan, berkenalan dengan orang-orang baru, serta berkomunikasi dalam berbagai kesempatan. Jejaring tidak hanya berarti mengenal lebih banyak orang, tetapi juga memberi ruang bagi pertemuan dan interaksi yang dapat menambah wawasan. Karena itu, pelajar dapat memanfaatkan kegiatan bersama sebagai kesempatan untuk terhubung dan menjalin komunikasi secara aktif. Interaksi tersebut menjadi bagian dari pengalaman yang dapat mereka peroleh selama masa belajar.

Di samping membangun jaringan, Idy mengajak generasi muda untuk terus meningkatkan ilmu pengetahuan dengan menjaga komitmen belajar. Keinginan untuk mengetahui lebih banyak perlu disertai kemauan menjalani proses belajar secara berkelanjutan. Bekal ini melengkapi manfaat jejaring dan membantu pelajar memperluas pemahaman. Idy juga mendorong mereka agar tidak segan mencari pengalaman maupun menjajal hal-hal baru. Masa muda dapat dimanfaatkan untuk menambah wawasan, mencoba berbagai hal, dan memperoleh pengalaman yang belum pernah dijalani. Ajakan tersebut menempatkan belajar, interaksi, serta keberanian mencoba sebagai bekal yang dapat dikembangkan pelajar dalam memperluas pengalaman mereka.

Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid berharap IZE Fest 2026 dapat menjadi ruang belajar yang dekat dengan kehidupan pelajar. Melalui festival ini, generasi muda diharapkan tidak hanya mengenal zakat sebagai kewajiban keagamaan, tetapi juga memahami tujuan, prinsip, dan manfaatnya bagi masyarakat. Pemahaman tersebut penting agar pelajar melihat zakat sebagai instrumen yang dapat membantu mengurangi kesenjangan dan memperkuat kesejahteraan bersama. Dengan suasana yang terbuka dan melibatkan anak muda, festival diharapkan mendorong mereka bertanya, bertukar gagasan, serta membangun jejaring dengan sesama peserta dan berbagai pihak yang bergerak dalam bidang sosial.

Sodik juga menekankan pentingnya inovasi dalam pengelolaan dan pemanfaatan zakat. Kemajuan teknologi dapat membuka cara baru untuk memperluas literasi, meningkatkan keterjangkauan layanan, dan menghubungkan kebutuhan masyarakat dengan dukungan yang tersedia. Karena itu, pelajar perlu didorong untuk menggunakan kreativitas serta kemampuan digital secara bertanggung jawab. Mereka dapat menghadirkan gagasan yang relevan dengan tantangan zaman, sekaligus tetap berpegang pada nilai kepedulian dan keadilan. Pendidikan berbasis zakat diharapkan membentuk generasi yang unggul dalam ilmu pengetahuan, tangguh secara moral, dan kuat dalam kepedulian sosial. Ketiga bekal itu dapat membantu kaum muda berkontribusi secara nyata di lingkungan masing-masing.

Menteri Agama RI Nasaruddin Umar mengapresiasi penyelenggaraan IZE Fest sebagai upaya memperkenalkan nilai zakat kepada generasi muda melalui pendekatan yang sesuai dengan aspirasi mereka. Ia mengajak kaum muda untuk mengambil peran sebagai agen perubahan, bukan sekadar menjadi peserta kegiatan. Peran tersebut dapat diwujudkan dengan menyebarkan pemahaman yang benar, mengembangkan inisiatif sosial, dan membangun kolaborasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Nilai zakat, menurut pesan yang disampaikan, perlu dihidupkan secara inklusif dan berkeadilan, serta membawa rahmat bagi semesta. Dengan bekal pengetahuan, teknologi, dan jejaring yang diperoleh, pelajar diharapkan mampu menerjemahkan nilai-nilai itu menjadi tindakan yang berkelanjutan.

Sekolah Cendekia Baznas (SCB) menyelenggarakan IZE Fest 2026 pada 5–19 Oktober 2026 dengan format luring dan daring. Pelaksanaan dalam dua format tersebut menjadi bagian dari penyelenggaraan festival yang melibatkan pelajar dari beragam jenjang pendidikan. Secara keseluruhan, sekitar 1.500 peserta dijadwalkan mengikuti rangkaian kegiatan. Mereka berasal dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas, sehingga festival ini mencakup kelompok usia dan pengalaman belajar yang beragam.

Para peserta datang dari berbagai sekolah di Indonesia dan mancanegara. Jangkauan tersebut membuat IZE Fest 2026 mempertemukan pelajar dari latar sekolah yang berbeda dalam satu rangkaian kegiatan edukatif dan kompetitif. Meski berasal dari berbagai wilayah, mereka terhubung melalui kesempatan untuk mengikuti agenda festival sesuai kegiatan yang tersedia. Jumlah peserta dan cakupan jenjang pendidikan menunjukkan bahwa acara ini dirancang untuk melibatkan pelajar secara luas, tanpa terbatas pada satu tingkat sekolah saja.

Rangkaian IZE Fest 2026 mencakup Olimpiade Zakat dan Matematika (OZAM), spelling bee, story telling, dan speech competition. Selain kompetisi tersebut, agenda yang tercantum juga meliputi petanque, pramuka, serta ZEST (Zona Edukasi Siswa Terampil). Seminar edukasi zakat turut menjadi bagian dari rangkaian festival. Dengan demikian, kegiatan yang disiapkan mencakup kompetisi akademik dan bahasa, aktivitas olahraga dan kepramukaan, zona keterampilan, serta ruang edukasi mengenai zakat. Kombinasi agenda itu memberi gambaran tentang beragam bentuk partisipasi yang dapat dijumpai peserta selama festival berlangsung pada 5–19 Oktober 2026, baik dalam format luring maupun daring. Informasi mengenai daftar kegiatan ini juga memperlihatkan bahwa festival tidak hanya berisi perlombaan, tetapi memadukan sejumlah aktivitas dan edukasi dalam satu penyelenggaraan untuk pelajar SD hingga SMA dari sekolah-sekolah di Indonesia dan mancanegara.

Baca juga: Informasi Penting Pengumuman Finalis Opsi 2026 untuk Pelajar Indonesia | Sambut HUT TNI Ke-81, Kodim Bojonegoro bersama Polkes bekali Ratusan Pelajar Jurus Penyelamat ‘AMAN–CPR’

banner 325x300