banner 728x250

Komdis PSSI Jatuhkan Hukuman kepada Persija dan Persita Usai Kericuhan

Inisiatif PSSI untuk Membangun Komunikasi Suporter Persija dan Persib
banner 120x600
banner 468x60

Jakarta | Komisi Disiplin PSSI menjatuhkan hukuman kepada Persija Jakarta setelah terjadi kericuhan di tribune Stadion Banten International, Serang, pada Sabtu, 17 Oktober. Peristiwa tersebut berlangsung ketika Persija menghadapi Persita Tangerang dalam lanjutan Super League 2026/2027. Keputusan itu menempatkan kedua klub dalam proses penegakan disiplin kompetisi, dengan Persija dinyatakan melanggar aturan dan Persita turut menerima hukuman sebagai klub tuan rumah.

Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, menyampaikan hasil sidang Komdis PSSI terkait pertandingan tersebut. Melalui penyampaian hasil itu, keputusan badan disiplin menjadi dasar bagi publik dan kedua klub untuk mengetahui bahwa insiden di stadion telah ditindaklanjuti secara resmi. Persija termasuk pihak yang dikenai sanksi setelah komdis menetapkan adanya pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku. Rincian mengenai bentuk hukuman tidak disampaikan dalam informasi yang tersedia, sehingga keputusan tersebut dapat dicatat tanpa menambahkan jenis atau besaran sanksi.

banner 325x300

Persita juga menerima hukuman dalam kapasitasnya sebagai tuan rumah pertandingan di Stadion Banten International. Dengan demikian, keputusan komdis tidak hanya menyangkut Persija sebagai salah satu tim yang bertanding, tetapi juga Persita selaku penyelenggara pertandingan di kandangnya. Penetapan sanksi kepada kedua klub menandai tindak lanjut organisasi terhadap kejadian pada laga tersebut. Informasi yang disampaikan berfokus pada hasil sidang dan status pelanggaran Persija, serta hukuman bagi Persita sebagai tuan rumah, tanpa menguraikan penyebab maupun rangkaian kericuhan.

Keputusan ini menjadi bagian dari penerapan aturan disiplin dalam kompetisi Super League 2026/2027. Penyampaian resmi dari Ferry Paulus memberi kepastian bahwa Komdis PSSI telah membahas kejadian tersebut dan menetapkan konsekuensi bagi pihak-pihak terkait. Untuk saat ini, pokok informasi yang dapat dipastikan adalah tanggal dan lokasi pertandingan, keterlibatan Persija serta Persita, dan keputusan bahwa keduanya menerima hukuman dengan dasar peran masing-masing. Tidak ada keterangan tambahan mengenai detail insiden yang dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan bagaimana kericuhan bermula atau berlangsung.

Salah satu sanksi yang dijatuhkan Komdis PSSI kepada Persija adalah larangan bagi suporternya untuk menghadiri pertandingan tandang di kompetisi Super League. Hukuman ini berlaku hingga berakhirnya putaran pertama, sehingga pendukung Macan Kemayoran tidak dapat mendampingi tim secara langsung ketika Persija bermain di kandang lawan selama periode tersebut. Larangan itu secara khusus menyasar kehadiran suporter pada laga tandang, bukan pertandingan kandang Persija.

Ferry menjelaskan bahwa sanksi tersebut mencakup enam pertandingan tandang dalam rentang satu setengah musim. Perhitungan itu berkaitan dengan jadwal kompetisi yang dijalani Persija, sementara penerapannya dibatasi hanya untuk Super League. Dengan demikian, ketentuan ini tidak otomatis berlaku pada pertandingan Persija di kompetisi lain. Penjelasan tersebut membantu memperjelas cakupan hukuman, baik dari sisi jumlah pertandingan maupun turnamen yang terdampak, sehingga suporter dapat mengetahui kapan larangan berlaku dan kapan mereka berpeluang kembali mengikuti tim saat bermain di luar kandang.

Berdasarkan informasi jadwal yang disampaikan, suporter Persija baru dapat mendatangi laga tandang mulai pekan ke-19, ketika tim dijadwalkan menghadapi Java United pada 13 Februari 2027. Pekan ke-18 tidak menjadi kesempatan bagi mereka untuk kembali ke stadion lawan karena Persija akan menjalani pertandingan kandang pada pekan tersebut. Oleh sebab itu, titik awal kembalinya pendukung ke laga tandang ditetapkan pada pertandingan pekan berikutnya, bukan pada pekan ke-18. Sampai waktu itu tiba, suporter perlu mematuhi larangan yang ditetapkan dan tidak hadir di area stadion lawan dalam pertandingan Super League yang termasuk cakupan sanksi. Pengaturan ini membuat masa tanpa dukungan langsung di laga tandang berlangsung sesuai batas hukuman dan kalender kompetisi yang telah disebutkan. Kepastian mengenai laga pertama yang dapat dihadiri memberi gambaran bagi pendukung untuk merencanakan kehadiran mereka setelah masa larangan selesai, sekaligus membantu menghindari pelanggaran atas keputusan komdis.

Ferry Paulus menyebut Persija menerima sanksi denda dengan rincian yang berkaitan dengan dua kelompok kejadian. Pertama, klub dikenai denda Rp30 juta terkait keributan yang terjadi di tribune. Nilai ini merujuk pada insiden keributan tersebut, sehingga perlu dibedakan dari denda yang disebutkan untuk pelanggaran suporter lainnya. Rincian yang disampaikan itu menjelaskan bahwa perilaku di area penonton menjadi bagian dari perkara yang ditangani Komite Disiplin PSSI. Namun, keterangan tersebut tidak memberikan uraian tambahan mengenai waktu kejadian, identitas pihak yang terlibat, ataupun dasar perhitungan nominal Rp30 juta.

Selain denda terkait keributan di tribune, Ferry juga menyebut angka Rp60 juta dalam kaitan dengan pelanggaran suporter. Pelanggaran yang dirinci meliputi tiga kali penyalaan petasan dan satu kali pelemparan flare. Dengan demikian, angka Rp60 juta dikaitkan dengan rangkaian tindakan tersebut, bukan dengan keributan di tribune yang disebutkan dalam rincian Rp30 juta. Pemisahan ini penting agar pembaca memahami bahwa kedua nominal merujuk pada keterangan mengenai kejadian atau kategori pelanggaran yang berbeda. Informasi yang tersedia tidak menjelaskan apakah angka Rp60 juta dikenakan sebagai satu sanksi untuk seluruh tindakan, atau bagaimana nominal itu dibagi di masing-masing pelanggaran.

Keterangan Ferry tidak menjabarkan hubungan administratif kedua angka tersebut, termasuk apakah keduanya merupakan komponen terpisah dalam satu keputusan atau dicatat melalui dasar yang berbeda. Karena itu, nominal Rp30 juta dan Rp60 juta sebaiknya dilaporkan sesuai konteks masing-masing tanpa menggabungkannya menjadi satu angka. Tidak ada dasar dalam rincian yang disampaikan untuk menyimpulkan nilai total denda Persija ataupun menentukan metode penghitungan keseluruhan sanksi. Yang dapat dipastikan dari keterangan tersebut adalah adanya denda Rp30 juta yang dikaitkan dengan keributan di tribune serta denda Rp60 juta yang dikaitkan dengan tiga penyalaan petasan dan satu pelemparan flare. Rincian lebih lanjut mengenai keputusan Komdis PSSI diperlukan untuk menjelaskan cakupan dan perhitungan setiap sanksi secara lengkap.

Dalam keputusan Komite Disiplin PSSI terkait kericuhan yang melibatkan Persija Jakarta dan Persita Tangerang, klub tuan rumah juga menerima dua bentuk hukuman. Persita dinilai memiliki tanggung jawab atas penyelenggaraan pertandingan, termasuk memastikan ketertiban dan keamanan selama laga berlangsung. Penilaian tersebut menjadi dasar pemberian sanksi kepada panitia pelaksana pertandingan Persita. Keputusan ini merupakan bagian dari penanganan atas insiden yang sama, bukan perkara terpisah yang tidak berkaitan dengan kericuhan tersebut.

Sanksi pertama berupa denda sebesar Rp40 juta kepada panitia pelaksana pertandingan Persita. Komdis menilai panitia gagal menjalankan tanggung jawabnya dalam menjaga ketertiban dan keamanan. Dalam penyelenggaraan pertandingan, tugas tersebut mencakup upaya mencegah gangguan serta mengelola situasi agar pertandingan dapat berlangsung dengan aman. Karena kewajiban itu dinilai tidak terlaksana secara memadai, panitia menerima konsekuensi finansial sesuai keputusan disiplin. Denda tersebut secara khusus dikaitkan dengan kegagalan dalam aspek keamanan dan ketertiban, sebagaimana dijelaskan dalam keputusan yang menjadi dasar pemberitaan ini.

Selain denda, Persita juga dikenai pembatasan terkait kehadiran suporter tandang. Klub tidak diperbolehkan menghadirkan suporter tandang dalam pertandingan melawan Persija Jakarta. Dengan demikian, terdapat dua konsekuensi yang diumumkan bagi Persita: denda Rp40 juta untuk panitia pelaksana dan larangan menghadirkan suporter tandang pada laga melawan Persija. Keputusan mengenai suporter tersebut menyasar pertandingan Persita melawan Persija, sementara rincian yang tersedia tidak menyebutkan durasi larangan. Karena itu, cakupan sanksi ini perlu dipahami sesuai keterangan yang ada, tanpa menambahkan masa berlaku atau memperluasnya ke pertandingan lain.

Baca juga: Peringatan Kepadatan Lalu Lintas di Jakarta Menjelang Laga Persija Vs Persib | Pelaksanaan Hukuman Cambuk di Banda Aceh: Sepuluh Terhukum Dikenakan Sanksi Qanun Jinayat | Rivalitas Abadi: Pertandingan Seru Persija vs Persib di Jakarta

banner 325x300