Jakarta | Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Taman Harapan Jaya pada Minggu, 25 Oktober 2026. Gereja tersebut berlokasi di Kelurahan Cililitan, Jakarta Timur. Peresmian ini menjadi kesempatan bagi Pramono untuk menegaskan kembali nilai dasar kehidupan bersama di ibu kota: Jakarta merupakan rumah bagi seluruh warga, tanpa memandang latar belakang mereka.
Dalam pesannya, Pramono menyampaikan bahwa setiap warga berhak hidup berdampingan, menjalankan ibadah dengan tenang, serta memperoleh hak yang sama. Kesetaraan itu, menurutnya, harus berlaku bagi semua orang tanpa diskriminasi berdasarkan suku, agama, maupun budaya. Ia menekankan bahwa ruang publik dan kehidupan bermasyarakat di Jakarta semestinya memberi tempat yang aman bagi setiap kelompok untuk menjalankan keyakinan dan tradisinya.
Pramono juga mengingatkan bahwa keberagaman bukan sekadar kenyataan yang diterima, melainkan tanggung jawab bersama yang perlu dirawat. Sikap saling menghormati dan menjaga kerukunan menjadi bagian penting agar perbedaan tidak menjadi alasan untuk membatasi hak atau kesempatan warga. Pesan tersebut sejalan dengan pandangannya bahwa pemerintah memiliki kewajiban memastikan setiap orang dapat hidup secara bermartabat di kota ini.
Ia menegaskan bahwa dirinya harus menjalankan tugas sebagai gubernur bagi semua agama, ras, dan etnis, tanpa membeda-bedakan. Pernyataan itu menempatkan kesetaraan warga sebagai prinsip dalam pelayanan dan kepemimpinan di Jakarta. Peresmian GMAHK Taman Harapan Jaya pun berlangsung dalam konteks yang lebih luas daripada pembukaan sebuah rumah ibadah: momentum ini menegaskan pentingnya menjamin kebebasan beribadah dan merawat hubungan antarwarga. Dengan menempatkan Jakarta sebagai rumah bersama, Pramono mengajak masyarakat dan pemerintah untuk ikut menjaga kehidupan yang rukun, inklusif, serta menghargai hak setiap warga.
GMAHK Taman Harapan Jaya memiliki perjalanan panjang sejak berdiri pada 1974. Selama puluhan tahun, gereja ini menjadi bagian dari kehidupan jemaat dan masyarakat di lingkungannya. Keberadaannya juga terkait dengan GMAHK Konferensi DKI Jakarta, yang menaungi gereja tersebut. Latar sejarah itu memberi konteks penting bagi peresmian bangunan yang telah dibangun kembali: kegiatan gereja bukan dimulai dari awal, melainkan melanjutkan perjalanan komunitas yang telah berlangsung selama lebih dari lima dekade. Bagi jemaat, kembalinya ruang ibadah menjadi penanda kesinambungan pelayanan sekaligus tersedianya tempat untuk kembali berkumpul secara rutin.
Pada saat peresmian, pengerjaan pembangunan dilaporkan telah mencapai sekitar 80 persen. Capaian tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar pekerjaan utama sudah terlaksana, tetapi masih ada sejumlah tahapan yang perlu diselesaikan agar seluruh fasilitas dapat dituntaskan. Sisa sekitar 20 persen mencakup pekerjaan akhir pada bangunan serta penyiapan perlengkapan yang dibutuhkan untuk mendukung penggunaan gereja. Dengan demikian, peresmian berlangsung ketika proses pembangunan belum sepenuhnya rampung. Penyebutan persentase itu membantu menjelaskan kondisi proyek secara terbuka: bangunan telah cukup siap untuk digunakan, sementara penyelesaian detail dan kelengkapan tetap menjadi bagian dari pekerjaan lanjutan.
Meski masih ada pekerjaan akhir, GMAHK Taman Harapan Jaya telah kembali digunakan untuk beribadah sejak Maret 2026. Pemanfaatan gereja sebelum seluruh proses pembangunan selesai menandai bahwa kebutuhan jemaat akan ruang ibadah dapat berjalan beriringan dengan penyelesaian fasilitas. Kegiatan ibadah yang kembali berlangsung juga menghidupkan kembali fungsi utama bangunan sebagai tempat berkumpul, menjalankan pelayanan, dan memperkuat hubungan antarjemaat. Tahap selanjutnya adalah menuntaskan sisa pekerjaan serta melengkapi perlengkapan, sehingga penggunaan gereja dapat didukung oleh fasilitas yang semakin lengkap. Riwayat sejak 1974, naungan konferensi wilayah, capaian pembangunan, dan dimulainya kembali ibadah membentuk gambaran utuh tentang gereja yang terus melayani masyarakatnya.
Dalam peresmian Gedung Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Taman Harapan Jaya, Pramono Anung menyampaikan bahwa momentum tersebut diharapkan menjadi bagian dari pertumbuhan kehidupan rohani jemaat. Peresmian ini, menurutnya, tidak hanya menandai dibukanya sebuah gedung, tetapi juga menjadi kesempatan bagi jemaat untuk terus mengembangkan kehidupan rohani bersama. Ia mengaitkan keberadaan gereja dengan kegiatan keagamaan dan kebersamaan warga yang berhimpun di dalamnya, tanpa melepaskan gereja dari kehidupan masyarakat Jakarta yang beragam.
Pramono juga menekankan pentingnya penguatan kebersamaan jemaat. Momentum peresmian diharapkan dapat mendorong jemaat untuk merawat kebersamaan dalam menjalankan kehidupan bergereja. Ia menyebut gereja sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat, sehingga kontribusinya diharapkan semakin meningkat. Pernyataan tersebut menempatkan pertumbuhan rohani, kebersamaan jemaat, dan kontribusi gereja sebagai hal-hal yang terkait dengan peristiwa peresmian. Pramono menyampaikan harapan itu dalam rangkaian acara pembukaan GMAHK Taman Harapan Jaya, yang dihadiri sebagai bagian dari kehidupan warga Jakarta.
Pada Minggu, 25 Oktober 2026, Pramono secara resmi menyatakan gedung gereja dibuka dan diresmikan. Ia kemudian mengaitkan peristiwa tersebut dengan penegasan bahwa Jakarta merupakan rumah bagi keberagaman. Pernyataan itu menjadi konteks bagi peresmian gereja di ibu kota, tempat warga dengan latar belakang berbeda hidup berdampingan. Dalam sambutannya, Pramono menegaskan bahwa momentum ini diharapkan mendukung pertumbuhan kehidupan rohani, memperkuat kebersamaan jemaat, serta meningkatkan kontribusi gereja dalam kehidupan bermasyarakat. Peresmian GMAHK Taman Harapan Jaya pun berlangsung dengan harapan-harapan tersebut sebagai pokok yang disampaikan oleh Pramono, sekaligus penegasan Jakarta sebagai rumah keberagaman.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menunjukkan apresiasi terhadap keberagaman warga melalui dukungan bagi berbagai rumah ibadah. Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah Bantuan Operasional Tempat Ibadah (BOTI), program yang disalurkan sejak 2003. Kehadiran bantuan ini menjadi bagian dari perhatian pemerintah daerah terhadap kehidupan beragama di Jakarta, sekaligus pengakuan atas pentingnya ruang bagi warga untuk menjalankan kegiatan peribadatan. Dalam konteks peresmian GMAHK Taman Harapan Jaya, dukungan tersebut mencerminkan upaya pemerintah untuk menjaga kesetaraan di tengah masyarakat yang terdiri atas beragam latar belakang dan keyakinan. Apresiasi terhadap perbedaan, termasuk melalui bantuan operasional, menjadi pesan penting bagi kehidupan bersama di ibu kota.
GMAHK Taman Harapan Jaya tercatat menerima bantuan BOTI sebesar Rp40.800.000. Nilai bantuan tersebut merupakan dukungan yang diterima jemaat dalam kerangka program Pemprov DKI. Penyebutan jumlah ini memperlihatkan adanya bentuk perhatian yang dapat dicatat secara konkret, tanpa mengurangi makna lebih luas dari kebijakan yang menghargai keberagaman. Bantuan operasional tempat ibadah juga menegaskan bahwa perhatian pemerintah terhadap warga tidak hanya disampaikan melalui pernyataan, tetapi dapat diwujudkan lewat dukungan bagi kebutuhan lembaga keagamaan. Program yang telah berjalan sejak 2003 itu menjadi salah satu jalur bagi pemerintah daerah untuk menunjukkan komitmen terhadap kehidupan beragama yang setara di Jakarta.
Di samping dukungan melalui BOTI, penyelesaian perizinan gereja menjadi hal penting bagi jemaat GMAHK Taman Harapan Jaya. Ketua Jemaat GMAHK, Repelt Kairupan, menyampaikan terima kasih kepada Pramono atas dukungannya dalam proses tersebut. Apresiasi itu mencakup bantuan dalam penyelesaian perizinan, termasuk penerbitan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Tanggapan tersebut menegaskan arti dukungan pemerintah bagi jemaat dalam memperoleh kepastian terkait izin bangunan gereja. Dengan demikian, perhatian terhadap kesetaraan warga dan keberagaman juga tampak dalam dukungan pada proses perizinan. Repelt menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan Pramono, yang membantu penyelesaian perizinan gereja hingga mencakup penerbitan PBG bagi GMAHK Taman Harapan Jaya.
Baca juga: Demo Buruh di Jakarta Hari Ini: Informasi Penting untuk Warga | Peringatan Dini Kekeringan di Jakarta: Warga Dihimbau Hemat Air | Antusiasme Warga Menjajal LRT Jakarta di Hari Terakhir Tarif Promo 15 kunjungan















