Jakarta | PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menyiapkan langkah untuk merespons kebutuhan artificial intelligence (AI) yang terus meningkat. Perkembangan pemanfaatan teknologi tersebut mendorong perusahaan untuk memastikan kapasitas infrastrukturnya dapat mendukung kebutuhan yang muncul. Upaya ini menjadi bagian dari kesiapan Telkom menghadapi perubahan kebutuhan teknologi, seiring AI semakin banyak digunakan dalam berbagai konteks. Perusahaan menempatkan penguatan kapasitas infrastruktur sebagai perhatian agar dukungan yang tersedia dapat mengikuti perkembangan tersebut.
VP IT Digital Strategy and Performance Telkom, Jokodi Wibowo, menjelaskan bahwa peningkatan kebutuhan AI perlu direspons melalui kesiapan infrastruktur. Menurutnya, kapasitas yang memadai dibutuhkan untuk menopang perkembangan dan pemanfaatan AI. Penjelasan tersebut menegaskan bahwa respons Telkom berfokus pada penguatan kemampuan infrastruktur, bukan semata-mata mengikuti tren penggunaan teknologi. Dengan menyiapkan kapasitas, perusahaan berupaya menyediakan dukungan yang sejalan dengan kebutuhan AI yang terus berkembang.
Persiapan ini juga berkaitan dengan kebutuhan agar infrastruktur Telkom mampu mengikuti pertumbuhan penggunaan AI dari waktu ke waktu. Ketika kebutuhan terhadap teknologi tersebut meningkat, kapasitas pendukung perlu disiapkan agar perkembangan dapat ditopang secara memadai. Karena itu, peningkatan kapasitas menjadi langkah penting dalam upaya perusahaan merespons perubahan kebutuhan. Fokus tersebut menempatkan kesiapan infrastruktur sebagai dasar untuk mendukung perkembangan AI, sesuai dengan kebutuhan yang terus bertambah.
Langkah Telkom ini menunjukkan perhatian perusahaan terhadap hubungan perkembangan AI dan kebutuhan kapasitas infrastruktur. Dengan menyiapkan peningkatan kapasitas, Telkom merespons kebutuhan yang berkembang tanpa mengabaikan pentingnya kesiapan dukungan teknologi. Jokodi Wibowo menyampaikan bahwa upaya tersebut diarahkan untuk menopang kebutuhan AI. Penjelasan ini memberi gambaran bahwa penguatan infrastruktur menjadi fokus Telkom dalam menghadapi peningkatan kebutuhan, sementara kapasitas yang disiapkan diharapkan dapat mengikuti perkembangan pemanfaatan AI. Dengan demikian, respons perusahaan berpusat pada kesiapan infrastruktur untuk mendukung kebutuhan AI yang terus meningkat.
Telkom meningkatkan lalu lintas pada 14 infrastruktur kabel laut domestik utama sekaligus memperkuat kapabilitas jaringan. Langkah tersebut mencakup jalur kabel bawah laut yang menjadi bagian dari infrastruktur domestik. Peningkatan lalu lintas ini berjalan bersama penguatan kemampuan jaringan, sehingga upaya yang disampaikan tidak terbatas pada kabel laut, tetapi juga mencakup kapabilitas jaringan secara keseluruhan. Menurut Jokodi, penguatan itu ditujukan agar infrastruktur dapat menangani kebutuhan kecerdasan buatan atau AI. Kebutuhan tersebut menjadi konteks utama dari peningkatan yang dilakukan. Penjelasan mengenai langkah Telkom itu disampaikan dalam acara pada Selasa, 3 November 2026.
Jokodi menekankan bahwa infrastruktur yang diperkuat perlu mampu menangani tuntutan latensi dalam penggunaan AI. Dengan demikian, peningkatan pada kabel laut domestik dan kapabilitas jaringan diarahkan untuk menjawab kebutuhan tersebut. Ia juga menyebut karakteristik lalu lintas yang dinamis sebagai salah satu hal yang perlu ditangani infrastruktur. Kebutuhan AI tidak hanya berkaitan dengan besarnya lalu lintas, tetapi juga dengan sifat lalu lintas yang berubah-ubah serta tuntutan latensi. Pernyataan itu mengaitkan penguatan jaringan dengan karakter kebutuhan tersebut, tanpa mengubah tujuan peningkatan yang disampaikan: memastikan infrastruktur dapat menangani kebutuhan AI.
Penjelasan tersebut disampaikan oleh Jokodi dalam acara bertajuk “Melampaui Adopsi AI: Apa Peran Indonesia dalam Ekonomi AI?” yang berlangsung pada Selasa, 3 November 2026. Dalam kesempatan itu, ia memaparkan peningkatan lalu lintas pada 14 infrastruktur kabel laut domestik utama dan penguatan kapabilitas jaringan Telkom. Keduanya disebut dalam kaitannya dengan kesiapan infrastruktur untuk menangani kebutuhan AI, termasuk tuntutan latensi dan karakteristik lalu lintas yang dinamis. Dengan demikian, pokok pernyataan yang disampaikan dalam acara tersebut adalah peningkatan pada infrastruktur kabel laut serta kapabilitas jaringan untuk mendukung penanganan kebutuhan AI, sesuai penjelasan Jokodi.
Telkom menempatkan pengurangan latensi data center sebagai salah satu langkah untuk menyiapkan infrastruktur yang mampu mengikuti kebutuhan pemrosesan kecerdasan buatan (AI). Semakin dekat pemrosesan data dengan sumbernya, semakin kecil jeda yang diperlukan untuk mengirimkan informasi ke pusat data dan menerima hasilnya. Karena itu, penguatan konektivitas dan penataan lokasi pemrosesan menjadi bagian penting dari upaya membangun layanan yang responsif. Infrastruktur data center tidak hanya perlu menyediakan kapasitas komputasi, tetapi juga jalur komunikasi yang cepat dan andal, terutama ketika aplikasi harus mengolah data dalam jumlah besar secara berkelanjutan.
Jokodi menjelaskan bahwa semakin banyak beban kerja AI akan dipindahkan ke perangkat edge untuk memenuhi kebutuhan aplikasi berlatensi rendah. Pemrosesan di edge memungkinkan sebagian data dianalisis lebih dekat dengan pengguna, perangkat, atau lokasi tempat data dihasilkan. Pendekatan tersebut dapat mengurangi ketergantungan pada pengiriman seluruh data ke pusat yang jauh, sehingga mendukung respons yang lebih cepat untuk beragam penggunaan. Ia menyampaikan sasaran latensi di bawah 20 second. Sasaran itu menggambarkan perhatian terhadap jeda komunikasi dalam pengembangan layanan, tanpa mengubah atau menafsirkan satuan yang disebutkan.
Penguatan infrastruktur ini ditujukan untuk menopang beban kerja AI, terutama aplikasi yang membutuhkan bandwidth besar untuk memindahkan data dan kapasitas pemrosesan yang memadai. Kombinasi latensi rendah dan bandwidth tinggi berpotensi mendukung analisis data secara cepat, pertukaran informasi perangkat dan pusat data, serta pengoperasian aplikasi yang memerlukan respons hampir seketika. Pemanfaatannya dapat mencakup layanan digital yang menangani aliran data intensif maupun sistem yang membutuhkan komunikasi konsisten berbagai titik jaringan. Dengan mengembangkan fasilitas dan konektivitas secara terpadu, Telkom berupaya menyediakan fondasi yang lebih siap bagi pertumbuhan kebutuhan AI. Kesiapan tersebut juga memberi ruang bagi perusahaan dan pengembang untuk merancang layanan yang memanfaatkan pemrosesan terdistribusi, tanpa mengabaikan kebutuhan kapasitas, keamanan, dan keandalan operasional.
Selain memperkuat jaringan dan kapasitas data center, Telkom juga menyampaikan rencana untuk meningkatkan konektivitas data center di berbagai area. Penguatan ini menjadi bagian dari upaya menyiapkan infrastruktur yang dapat mendukung kebutuhan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Dalam konteks tersebut, konektivitas tidak hanya dipandang sebagai penghubung antarfasilitas, tetapi juga sebagai unsur yang membantu layanan dan sumber daya komputasi tersedia di lokasi yang lebih beragam. Rencana peningkatan itu mencakup koneksi menuju data center di area lain, sehingga perhatian tidak terbatas pada satu titik atau satu kawasan saja.
Menurut Jokodi, peningkatan pada aspek konektivitas dan data center diperlukan agar teknologi AI dapat tersebar dan dimanfaatkan dengan baik. Infrastruktur yang memadai menjadi bagian dari kesiapan untuk mendukung kebutuhan pemrosesan dan pertukaran data yang berkaitan dengan AI. Pernyataan tersebut menempatkan pengembangan fasilitas data center dan jaringan penghubung sebagai dua aspek yang berjalan beriringan. Dengan demikian, pembahasan mengenai kapasitas data center juga mencakup bagaimana fasilitas tersebut terhubung dengan area lain, bukan hanya keberadaan fasilitasnya secara terpisah. Rencana yang disampaikan berfokus pada penguatan infrastruktur konektivitas sebagai penopang pemanfaatan teknologi tersebut.
Cakupan koneksi yang disebutkan tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan di Indonesia. Telkom juga merencanakan konektivitas ke luar negeri, sehingga pengembangan jaringan data center memiliki lingkup yang melampaui koneksi domestik. Keterangan ini menunjukkan bahwa rencana peningkatan mencakup hubungan antarlokasi di dalam negeri sekaligus koneksi internasional. Namun, paparan tersebut berkenaan dengan arah pengembangan infrastruktur yang disampaikan, termasuk konektivitas data center di area lain dan hubungan ke luar negeri. Tidak ada dasar dalam uraian ini untuk menyatakan capaian, hasil operasional, atau dampak tertentu yang telah terjadi. Karena itu, cakupan pembahasan tetap pada rencana peningkatan konektivitas dan data center untuk mendukung penyebaran serta pemanfaatan AI.
Baca juga: The Telkom Hub Catat Operasional Bebas Emisi, Telkom Perkuat Transisi Energi Bersih | Sambangi Pos Satkamling, Aipda Reza Fajar A Perkuat Kamtibmas di Desa Bojong | Sambang Ketua RW, Aipda Ilyas Perkuat Kamtibmas di Sukamulya 40 kunjungan






