banner 728x250

Produk Unggulan Kalbar Catat Penjualan Rp113,51 Juta di ISEF 2026

Produk Unggulan Kalbar Catat Penjualan Rp113,51 Juta di ISEF 2026
banner 120x600
banner 468x60

Kabupaten Kapuas Hulu. Sejumlah | Tujuh usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat membukukan penjualan sebesar Rp113,51 juta dalam Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-13. Kegiatan tersebut berlangsung di Jakarta pada 14–18 Oktober 2026, dengan keikutsertaan pelaku usaha Kalimantan Barat menjadi bagian dari upaya memperkenalkan produk unggulan daerah kepada pasar yang lebih luas.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat, Doni Septadijaya, menyatakan bahwa partisipasi dalam festival tidak hanya membuka kesempatan bagi UMKM untuk mencatat transaksi selama acara. Keikutsertaan itu juga dapat menciptakan peluang transaksi lanjutan bagi para pelaku usaha daerah setelah festival berakhir.

banner 325x300

Menurut Doni, ajang tersebut sekaligus memperluas promosi produk unggulan Kalimantan Barat. Dengan terlibat dalam kegiatan berskala nasional, UMKM binaan memperoleh ruang untuk memperkenalkan usahanya kepada pengunjung dan calon mitra. Promosi seperti ini dinilai penting untuk membantu produk daerah menjangkau perhatian di luar wilayah asalnya.

Nilai penjualan Rp113,51 juta menjadi capaian yang tercatat selama keikutsertaan tujuh UMKM tersebut di ISEF. Angka itu mencerminkan hasil transaksi yang diraih dalam rangkaian acara, sekaligus menunjukkan adanya peluang bagi usaha lokal untuk berinteraksi dengan pasar melalui pameran dan festival. Tidak ada rincian lebih lanjut mengenai komposisi penjualan yang disampaikan dalam informasi tersebut.

ISEF merupakan kesempatan bagi pelaku usaha untuk membawa produk mereka ke hadapan khalayak yang lebih luas, sementara dukungan pembinaan dari Bank Indonesia membantu mendorong partisipasi UMKM daerah. Bagi Kalimantan Barat, keikutsertaan tujuh usaha dalam kegiatan ini menambah ruang untuk membangun pengenalan terhadap produk unggulan setempat dan membuka kemungkinan hubungan usaha baru.

Capaian tersebut menempatkan promosi dan peluang transaksi lanjutan sebagai manfaat penting dari partisipasi dalam festival. Bank Indonesia Kalimantan Barat berharap kehadiran UMKM binaan dapat mendukung perluasan pasar produk daerah, sekaligus memberi kesempatan bagi pelaku usaha untuk melanjutkan komunikasi dengan pihak yang ditemui selama kegiatan. Dengan demikian, hasil keikutsertaan tidak hanya diukur dari transaksi yang tercatat selama acara, tetapi juga dari potensi kegiatan usaha setelah ISEF selesai.

Capaian peserta dalam pameran tidak hanya tercermin dari transaksi yang berlangsung selama acara, tetapi juga dari pesanan lanjutan yang membuka peluang hubungan dagang setelah pameran berakhir. Bagi pelaku usaha, tindak lanjut semacam ini menjadi salah satu penanda bahwa produk mendapat perhatian calon pembeli dan memiliki kesempatan untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Sejumlah peserta asal Kalimantan Barat memperoleh respons tersebut melalui minat pembeli lokal maupun dari luar negeri.

Ong Birdnest mendapat apresiasi sebagai tenant dengan penjualan tertinggi pada kategori makanan dan minuman olahan kemasan. Selain capaian tersebut, usaha ini menerima pesanan lanjutan sebanyak 50 kilogram produk dari pembeli asal Taiwan. Pesanan lintas negara itu memberikan peluang bagi produk olahan Kalimantan Barat untuk dikenal oleh konsumen di luar Indonesia. Tindak lanjut dari pembeli Taiwan juga menunjukkan bahwa partisipasi dalam pameran dapat menjadi pintu untuk membangun komunikasi dan peluang penjualan lanjutan, meskipun pengembangan pasar tetap memerlukan proses pemenuhan pesanan serta penjajakan kerja sama berikutnya.

Alfkhanza Herbal turut menerima pesanan dari pembeli lokal, berupa 20 kilogram bawang Dayak dan 20 kilogram kayu bajakah. Kedua bahan tersebut dikenal sebagai produk herbal khas Kalimantan, sehingga pesanan ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan bahan lokal kepada pasar yang lebih luas. Permintaan dalam jumlah tertentu juga dapat menjadi dasar bagi pelaku usaha untuk memahami kebutuhan pembeli, menyiapkan pasokan, dan menjaga mutu produk secara konsisten.

Pesanan lanjutan dari kedua peserta memperlihatkan beragam jalur yang dapat ditempuh produk daerah untuk memperoleh perhatian pasar: produk olahan kemasan mendapat pesanan dari pembeli luar negeri, sementara bahan herbal menarik minat pembeli domestik. Capaian ini memberi ruang bagi usaha lokal untuk membangun relasi dagang di luar transaksi pameran. Dengan tindak lanjut yang terencana, pemenuhan pesanan yang terjaga, serta informasi produk yang jelas, produk unggulan Kalimantan Barat berpeluang memperluas jangkauan pasar secara bertahap. Pesanan tersebut menjadi peluang, bukan jaminan penjualan berulang, tetapi dapat mendukung pengenalan produk dan membuka pembicaraan bisnis berikutnya.

Perwakilan Kalimantan Barat mencatat hasil membanggakan dalam International Halal Chef Competition (IN2HCC), salah satu ajang yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026. Dalam kompetisi tersebut, Eko Hendrawan meraih juara pertama pada kategori profesional. Sementara itu, Elpidius Ricky menjadi juara pertama untuk kategori vokasi. Capaian keduanya menunjukkan kemampuan pelaku kuliner dari Kalbar dalam bersaing di tingkat nasional melalui keterampilan, kreativitas, dan penguasaan teknik memasak.

Hasil ini sekaligus memberi ruang bagi talenta kuliner daerah untuk memperkenalkan kapasitas mereka kepada khalayak yang lebih luas. Perbedaan kategori profesional dan vokasi menghadirkan kesempatan bagi peserta dengan latar pengalaman yang beragam untuk menunjukkan keahlian masing-masing. Prestasi Eko dan Elpidius menjadi salah satu sorotan partisipasi Kalbar di ISEF 2026, sekaligus memperkuat perhatian terhadap potensi sumber daya manusia di bidang kuliner. Informasi mengenai kemenangan tersebut merupakan capaian kompetisi dan berdiri terpisah dari kegiatan promosi fesyen daerah yang turut berlangsung dalam rangkaian acara.

Selain berprestasi di bidang kuliner, Kalimantan Barat turut memperkenalkan produk dan identitas fesyen daerah melalui peragaan busana. Salah satu unsur yang ditampilkan ialah tenun Sidan, kain khas Kabupaten Kapuas Hulu. Kehadiran tenun tersebut menjadi cara untuk membawa kerajinan lokal ke panggung yang lebih luas serta memperlihatkan kekayaan motif dan tradisi tekstil Kalbar kepada pengunjung. Peragaan busana juga memberikan konteks bagi produk daerah untuk dikenali sebagai bagian dari gaya dan karya kreatif masa kini.

Dalam IN2MotionFest x JMFW 2026, partisipasi fesyen Kalbar melibatkan Jazila by Bornneo, Susiana by Uchie Machran, serta Special Parade Dewan IKRA by Wignyo Rahadi. Kehadiran para peserta dan perancang itu memperluas promosi karya fesyen berbasis daerah dalam agenda yang menghubungkan kreativitas dan pasar. Penampilan tenun Sidan bersama koleksi fesyen menjadi sarana memperkenalkan potensi lokal kepada audiens yang lebih beragam. Dengan demikian, kontribusi Kalbar dalam rangkaian ISEF 2026 mencakup dua capaian yang berbeda: prestasi individu pada kompetisi memasak serta promosi fesyen dan wastra daerah melalui peragaan busana.

Penjualan produk unggulan Kalimantan Barat sebesar Rp113,51 juta di ISEF 2026 menjadi bagian dari capaian lebih luas dalam penguatan ekonomi dan keuangan syariah nasional. Hasil tersebut menunjukkan kontribusi pelaku usaha daerah dalam memasarkan produk halal dan fesyen, sekaligus memperlihatkan peluang yang dapat tumbuh melalui akses pasar, promosi, dan kemitraan. Dalam skala penyelenggaraan, penjualan produk makanan halal dan fesyen selama festival tercatat mencapai Rp13,85 miliar. Angka ini memberi konteks bagi capaian peserta Kalbar: transaksi mereka merupakan salah satu bagian dari aktivitas perdagangan yang berlangsung di tengah pertemuan pelaku industri, pembeli, dan mitra usaha dari berbagai daerah.

ISEF 2026 mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital”. Selain transaksi penjualan, rangkaian kegiatan menghasilkan business matching di bidang pembiayaan dan perdagangan syariah senilai Rp3,16 triliun. Komitmen kerja sama pada pasar uang dan pasar valuta asing syariah juga tercatat sebesar Rp6,05 triliun. Lebih dari 1.000 pelaku industri halal terlibat dalam penyelenggaraan tersebut, sementara jumlah kunjungan mencapai sekitar 93 ribu orang.

Baca juga: Pengumuman Penjualan Tiket Pertandingan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 | Kasus Penjualan Kerbau Titipan Tanpa Izin di Serang

banner 325x300