banner 728x250

Posisi Kecepatan Internet Indonesia dalam Peta Asia Tenggara Agustus 2026

Posisi Kecepatan Internet Indonesia dalam Peta Asia Tenggara Agustus 2026
banner 120x600
banner 468x60

Jakarta | Laporan Speedtest Global Index edisi Agustus 2026 yang dirilis Ookla menempatkan Indonesia pada peringkat ke-70 dunia untuk kategori internet mobile. Pada kategori fixed broadband, Indonesia berada di posisi ke-113 dunia. Temuan ini menunjukkan bahwa posisi Indonesia masih berada di bawah sejumlah negara Asia Tenggara dalam peta peringkat kecepatan internet global.

Untuk layanan internet mobile, Indonesia memang mencatat perbaikan peringkat dibandingkan bulan sebelumnya. Posisi Indonesia naik dua tingkat dalam edisi Agustus 2026. Namun, kenaikan tersebut belum mengubah gambaran umum mengenai posisi Indonesia yang masih berada di bawah beberapa negara di kawasan Asia Tenggara. Peringkat ke-70 dunia menjadi capaian terbaru yang tercatat dalam laporan Ookla tersebut.

banner 325x300

Sementara itu, kategori fixed broadband memperlihatkan posisi yang berbeda. Indonesia menempati peringkat ke-113 dunia, sehingga berada lebih jauh dalam daftar global dibandingkan kategori internet mobile. Angka peringkat ini juga menempatkan Indonesia di bawah sejumlah negara Asia Tenggara yang tercantum dalam laporan Speedtest Global Index edisi yang sama.

Data Agustus 2026 tersebut memberikan gambaran mengenai posisi Indonesia dalam perbandingan kecepatan internet antarnegara. Dua kategori yang diukur, yaitu internet mobile dan fixed broadband, mencatat peringkat yang berbeda: ke-70 dunia untuk internet mobile dan ke-113 dunia untuk fixed broadband. Dengan demikian, meskipun peringkat internet mobile Indonesia naik dua posisi secara bulanan, Indonesia masih belum berada di jajaran teratas Asia Tenggara berdasarkan laporan Ookla.

Performa internet mobile Indonesia pada Agustus 2026 tercatat dengan kecepatan unduh 66,34 Mbps, kecepatan unggah 19,80 Mbps, dan latensi 20 milidetik. Angka tersebut menggambarkan kemampuan jaringan seluler dalam menerima serta mengirim data, sekaligus waktu yang diperlukan koneksi untuk merespons permintaan. Kecepatan unduh menjadi indikator utama untuk aktivitas seperti menonton video, mengakses layanan berbasis cloud, dan mengunduh berkas, sedangkan kecepatan unggah berpengaruh pada pengiriman file, panggilan video, serta publikasi konten digital.

Dalam daftar Asia Tenggara berdasarkan data yang digunakan, Indonesia menempati peringkat keenam dengan kecepatan unduh 66,34 Mbps. Posisinya berada sedikit di atas Filipina, yang mencatat 66,33 Mbps. Selisih hanya 0,01 Mbps menunjukkan bahwa capaian kedua negara tersebut sangat berdekatan. Karena itu, perubahan kecil dalam pengukuran atau kondisi jaringan dapat memengaruhi jarak performa di keduanya, meskipun angka yang tercantum tetap menempatkan Indonesia di posisi lebih tinggi.

Sejumlah negara Asia Tenggara mencatat kecepatan lebih tinggi. Vietnam berada di urutan teratas kawasan dengan 219,93 Mbps dan menempati peringkat kesembilan dunia. Malaysia mencatat 165,32 Mbps pada posisi ke-14 dunia, sementara Singapura mencapai 164,35 Mbps di posisi ke-16. Thailand memiliki kecepatan 143,45 Mbps, dan Kamboja mencatat 111,90 Mbps. Bahan sumber memuat ketidaksesuaian mengenai peringkat Thailand: bagian uraian menyebut posisi ke-16, sedangkan daftar mencantumkan posisi ke-26. Kedua informasi tersebut perlu dipertahankan sebagaimana sumbernya, tanpa menetapkan salah satunya sebagai angka yang benar.

Data Laos juga tidak disajikan secara konsisten dalam bahan yang tersedia. Oleh sebab itu, informasi mengenai negara tersebut tidak dinormalisasi, dilengkapi, atau digunakan untuk menyusun perbandingan tambahan. Pendekatan ini menjaga agar pembacaan posisi Indonesia tetap bertumpu pada angka yang jelas dan dapat diidentifikasi, khususnya kecepatan 66,34 Mbps, unggahan 19,80 Mbps, serta latensi 20 milidetik.

Pada kategori fixed broadband dalam daftar Agustus 2026, Indonesia mencatat kecepatan unduh sebesar 51,40 Mbps. Kecepatan unggahnya berada pada angka 36,23 Mbps, sedangkan latensi tercatat 8 milidetik. Berdasarkan ukuran tersebut, Indonesia menempati peringkat ke-113 dari 149 negara di dunia.

Perbandingan dengan negara-negara Asia Tenggara menunjukkan adanya rentang performa yang cukup luas dalam daftar sumber. Singapura berada di posisi pertama dunia dengan kecepatan unduh 462,50 Mbps. Vietnam menempati posisi kedelapan dunia dengan 301,48 Mbps, sementara Thailand berada di posisi kesembilan dengan 298,92 Mbps.

Negara Asia Tenggara lain yang tercantum di atas Indonesia adalah Malaysia, Filipina, Brunei, dan Kamboja. Malaysia mencatat 179,32 Mbps dan berada di peringkat ke-44 dunia. Filipina berada di peringkat ke-62 dengan 114,34 Mbps. Brunei menempati posisi ke-93 dengan kecepatan 86,45 Mbps, sedangkan Kamboja berada di peringkat ke-108 dengan 54,74 Mbps.

Dengan posisi tersebut, Indonesia tercantum sebagai negara pada urutan kesembilan dalam daftar fixed broadband Asia Tenggara. Daftar regional itu memuat negara-negara berdasarkan capaian kecepatan unduh yang dicatat dalam pemeringkatan global, sementara data Indonesia juga dilengkapi angka kecepatan unggah dan latensi. Angka 51,40 Mbps untuk unduhan menempatkan Indonesia setelah Kamboja dalam susunan negara Asia Tenggara yang tercantum pada sumber tersebut, disusul negara-negara yang memiliki angka lebih tinggi, yakni Singapura, Vietnam, Thailand, Malaysia, Filipina, Brunei, dan Kamboja, sesuai peringkat global masing-masing.

Daftar peringkat kecepatan internet di Asia Tenggara per Agustus 2026 menunjukkan posisi setiap negara dalam dua kategori, yaitu internet mobile dan fixed broadband. Pada kategori mobile, urutannya adalah Vietnam, Malaysia, Singapura, Thailand, Kamboja, Indonesia, Filipina, dan Laos. Berdasarkan susunan tersebut, Indonesia berada di peringkat keenam regional, setelah Kamboja dan sebelum Filipina. Posisi ini menempatkan Indonesia di bagian tengah daftar negara Asia Tenggara yang tercantum dalam kategori internet mobile.

Urutan fixed broadband mencantumkan Singapura, Vietnam, Thailand, Malaysia, Filipina, Brunei, Kamboja, Indonesia, dan Myanmar. Dengan mengikuti susunan negara yang dapat dibaca secara tegas, Indonesia berada di peringkat kedelapan, setelah Kamboja dan sebelum Myanmar. Daftar ini memuat sembilan negara, tetapi penomorannya memiliki kejanggalan karena melompat dari nomor 6 ke nomor 8. Oleh sebab itu, penyajian peringkat digunakan berdasarkan urutan negara yang tersedia, tanpa menambahkan nomor atau angka yang tidak dinyatakan secara jelas dalam bahan sumber.

Data untuk Laos pada daftar internet mobile juga tertulis kurang jelas. Karena itu, informasi tersebut hanya dicantumkan sebagai bagian dari urutan negara, tanpa menafsirkan angka kecepatan atau posisi tambahan yang tidak dapat dibaca dengan pasti. Pendekatan ini menjaga agar rangkuman tetap sesuai dengan informasi yang tersedia dan tidak mengubah isi sumber melalui perkiraan.

Dengan demikian, posisi Indonesia per Agustus 2026 tercatat di peringkat keenam untuk internet mobile dan peringkat kedelapan untuk fixed broadband dalam daftar Asia Tenggara yang disajikan. Kedua posisi tersebut merupakan rangkuman berdasarkan urutan negara yang tercantum, sementara kejanggalan penomoran fixed broadband dan ketidakjelasan data Laos tetap dipertahankan sebagai catatan penyajian.

Baca juga: Revolusi Peta Dunia: Adopsi Peta Equal Earth oleh PBB

banner 325x300