Bandung | Pinkan Mambo bertemu langsung dengan Dita Meichan, mantan vokalis Duo Maia, dalam program Brownis yang tayang di Trans TV pada Rabu, 28 Oktober 2026. Momen tersebut mempertemukan kembali dua penyanyi yang sebelumnya sudah pernah berjumpa. Dalam kesempatan itu, Pinkan menyampaikan bahwa dirinya merasa senang dapat bertemu dengan Meichan. Pertemuan mereka menjadi salah satu bagian dari perbincangan di acara televisi tersebut, sekaligus menghadirkan interaksi langsung Pinkan dan sosok yang dikenal publik melalui perjalanan kariernya bersama Duo Maia.
Pinkan mengungkapkan bahwa pertemuannya dengan Meichan kali ini bukan pengalaman pertama. Keduanya pernah bertemu sebelumnya di Bandung, sehingga mereka sudah memiliki pengalaman berkenalan sebelum berjumpa di studio Brownis. Keterangan tentang pertemuan terdahulu itu memberi konteks pada sambutan Pinkan dalam acara tersebut. Ia tidak hanya bertemu dengan Meichan untuk pertama kalinya di hadapan pemirsa, melainkan kembali berhadapan dengan seseorang yang pernah dijumpainya di kota lain. Karena itu, pertemuan di Trans TV dapat dipandang sebagai kesempatan untuk kembali menyapa setelah perjumpaan mereka di Bandung.
Ungkapan senang dari Pinkan menjadi penanda utama suasana pertemuan tersebut. Kehadiran Meichan dalam program Brownis juga menghubungkan pembicaraan dengan kiprahnya sebagai mantan vokalis Duo Maia, sementara Pinkan dikenal melalui perjalanan musiknya sendiri. Meski berlangsung dalam format acara televisi, informasi yang disampaikan mengenai hubungan pertemuan mereka cukup jelas: keduanya sudah pernah bertemu di Bandung, lalu kembali bertemu di Brownis pada 28 Oktober 2026. Dengan demikian, momen itu bukan perkenalan perdana, melainkan perjumpaan kembali yang disambut positif oleh Pinkan. Pertemuan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa interaksi mereka telah berlangsung sebelum tampil bersama dalam program yang disiarkan Trans TV itu. Bagi penonton, latar pertemuan sebelumnya membantu menjelaskan mengapa Pinkan dapat menyampaikan kegembiraannya dengan merujuk pada hubungan yang sudah terjalin sejak perjumpaan di Bandung, tanpa menjadikan momen di studio sebagai awal perkenalan mereka.
Suasana pertemuan Pinkan Mambo dan Meichan diwarnai candaan mengenai perjalanan mereka di grup Ratu. Dalam obrolan tersebut, Pinkan menyebut dirinya sebagai “Ratu 1”, sementara Meichan ia sebut “Ratu 3”. Penyebutan itu menjadi bagian dari gurauan Pinkan saat membicarakan posisi mereka dalam kisah musik bersama grup tersebut. Meichan hadir dalam percakapan itu, dan Pinkan menyampaikan candaan dengan nada ringan. Momen tersebut berpusat pada sebutan angka yang ia gunakan untuk menggambarkan posisi masing-masing, bukan uraian panjang tentang perjalanan grup.
Pinkan kemudian melontarkan gurauan mengenai sosok yang ia sebut sebagai “Ratu 2”. Dalam candaan yang sama, ia mengatakan bahwa sosok tersebut menikah dengan Ahmad Dhani, sedangkan dirinya tidak menikah. Pinkan menyampaikan perbandingan itu sebagai bagian dari kelakar tentang sebutan “Ratu 1”, “Ratu 2”, dan “Ratu 3”. Dengan demikian, ucapan mengenai pernikahan tersebut mengikuti alur candaan yang sedang dibicarakan. Pernyataan itu tidak disampaikan sebagai penjelasan serius mengenai hubungan atau keadaan pihak-pihak yang disebut, melainkan sebagai seloroh Pinkan dalam pertemuan tersebut.
Rangkaian candaan itu memperlihatkan bagaimana Pinkan mengaitkan dirinya dan Meichan dengan masa mereka di Ratu melalui penamaan yang ia ucapkan. Ia menempatkan dirinya sebagai “Ratu 1”, menyebut Meichan “Ratu 3”, lalu menyelipkan lelucon tentang “Ratu 2” dan Ahmad Dhani. Pinkan juga menyandingkan gurauan itu dengan pernyataan bahwa dirinya tidak menikah. Seluruh ucapan tersebut disampaikan dalam nada bercanda, sesuai suasana obrolan yang ringan. Tidak ada keterangan tambahan yang perlu ditarik dari pernyataan itu: inti momen tersebut adalah kelakar Pinkan mengenai posisi mereka di Ratu dan sosok yang ia sebut “Ratu 2”.
Dalam pertemuan tersebut, Pinkan Mambo mengatakan bahwa dirinya lebih dulu menyapa Meichan. Ia mengungkapkan bahwa saat melihat Meichan, perhatian pertamanya tertuju pada penampilan sang penyanyi. Menurut Pinkan, Meichan terlihat cantik dan memiliki aura yang kuat. Pujian itu disampaikan sebagai kesan pribadi Pinkan ketika bertemu langsung, bukan sebagai penilaian yang mewakili pandangan semua orang. Ia juga menyebut pernah melihat Meichan muncul di halaman For You Page atau FYP TikTok. Pengalaman melihatnya di media sosial itu membuat sosok Meichan tidak sepenuhnya asing bagi Pinkan, meskipun pertemuan tersebut memberinya kesempatan untuk menyapa dan berinteraksi secara langsung.
Apresiasi Pinkan tidak berhenti pada penampilan. Ia juga menggambarkan Meichan sebagai sosok yang mandiri dan cerdas. Dalam pandangan Pinkan, Meichan memiliki sifat baik serta membawa energi positif ketika berada di sekitarnya. Kesan tersebut menunjukkan bahwa pujian yang diberikan Pinkan mencakup cara Meichan membawa diri, bukan hanya bagaimana ia terlihat. Pinkan turut menilai Meichan bukan orang yang gemar mengusik orang lain. Ia menyampaikan karakter-karakter itu berdasarkan kesan dan pengamatannya sendiri, sehingga tetap tepat dipahami sebagai pandangan personal Pinkan terhadap Meichan. Ucapannya menggambarkan rasa senang dan penghargaan, sekaligus memberi gambaran tentang hal-hal yang ia anggap menarik dari sosok yang ditemuinya.
Rangkaian komentar tersebut membuat pertemuan mereka terasa hangat. Pinkan memulai percakapan dengan menyapa lebih dahulu, lalu menyampaikan kekagumannya terhadap kecantikan, aura, dan kepribadian Meichan. Penyebutan FYP TikTok juga memperlihatkan bahwa Pinkan pernah menjumpai konten Meichan sebelum bertemu langsung. Namun, ia tetap menekankan kesan yang terbentuk dari interaksi dan pengamatannya, termasuk soal kemandirian, kecerdasan, kebaikan, serta energi positif Meichan. Dengan demikian, pujian Pinkan dapat dipahami sebagai ungkapan apresiasi personal yang mencakup penampilan sekaligus karakter. Ia menilai Meichan memiliki sikap yang tidak mengganggu orang lain, sebuah hal yang menurut Pinkan turut membuat kesan terhadap Meichan menjadi baik dalam pertemuan tersebut.
Ketika ditanya mengenai perbedaan Ratu pada masa dirinya menjadi bagian dari grup tersebut dan Duo Maia yang diperkuat Meichan, Pinkan Mambo memilih untuk tidak membandingkan keduanya. Ia tidak menempatkan satu era sebagai lebih unggul atau lebih menarik daripada era lainnya. Menurut Pinkan, masing-masing grup memiliki karakter yang terbentuk dari para penyanyi, pengalaman, serta warna musik yang hadir pada masanya. Karena itu, membicarakan keduanya sebagai sesuatu yang harus diadu bukanlah pendekatan yang ia pilih. Pinkan lebih menyoroti keunikan tiap orang yang terlibat, termasuk perbedaan kualitas vokal yang membuat penampilan mereka tidak sama.
Pinkan secara khusus menyebut bahwa suara Meichan berbeda dari suaranya. Pernyataan tersebut disampaikan sebagai pengakuan atas ciri vokal masing-masing, bukan sebagai penilaian bahwa salah satunya lebih baik. Dalam sebuah grup, karakter suara penyanyi dapat memberi nuansa tersendiri pada lagu dan penampilan. Pinkan memahami bahwa pendengar mungkin memiliki kesan berbeda terhadap Ratu pada dua periode tersebut, tetapi ia tidak menjadikan kesan itu sebagai dasar untuk membandingkan dirinya dengan Meichan. Baginya, kehadiran penyanyi yang berbeda memang membawa warna yang berbeda pula. Perbedaan itu merupakan bagian dari identitas masing-masing, bukan alasan untuk mengukur siapa yang lebih unggul.
Pandangan Pinkan juga menegaskan bahwa pengalaman mereka tidak perlu disamakan. Ia dan Meichan menjalani perjalanan serta tampil dalam konteks yang berbeda, sehingga karakter yang muncul pun memiliki kekhasan sendiri. Sikap tersebut membuat Pinkan dapat mengapresiasi Meichan tanpa harus mengurangi arti pengalamannya bersama Ratu. Ia melihat perbedaan suara dan karakter sebagai sesuatu yang wajar di penyanyi. Dengan demikian, pembicaraan mengenai era Ratu tidak harus berujung pada perbandingan Pinkan dan Meichan, ataupun grup yang mereka perkuat.















