Maluku (25/02/26) – Dalam upaya meningkatkan profesionalisme prajurit serta kesiapsiagaan unsur tempur di laut, dua unsur TNI Angkatan Laut, KRI Balongan-908 dan KRI Dorang-874, melaksanakan latihan integrasi Peran Bahaya Udara di perairan Banda Neira, (24/02).
Latihan tersebut mensimulasikan skenario serangan udara mendadak dari pesawat musuh yang berupaya melumpuhkan jalur logistik armada. Radar surveilans KRI Dorang-874 terlebih dahulu menangkap kontak udara tidak dikenal yang bergerak cepat mendekati formasi. Sebagai unsur pengawal, KRI Dorang segera mengirimkan isyarat tempur kepada KRI Balongan-908 yang tengah membawa muatan strategis sebagai kapal bantu cair minyak.
Alarm Peran Bahaya Udara berkumandang di seluruh kapal. Dalam hitungan detik, seluruh prajurit menempati pos tempur masing-masing dengan perlengkapan lengkap. KRI Balongan-908 melaksanakan manuver zig-zag untuk menyulitkan penguncian sasaran, sementara KRI Dorang-874 melakukan manuver screening guna memberikan perlindungan maksimal terhadap unsur logistik.
Komandan latihan menegaskan bahwa integrasi antara kapal logistik dan kapal patroli cepat merupakan faktor krusial dalam menjaga kesinambungan operasi laut. Kapal tanker sebagai unsur pendukung utama memiliki peran vital sebagai pengisi bahan bakar di tengah laut, sehingga membutuhkan perlindungan optimal dari berbagai potensi ancaman, termasuk serangan udara.
Latihan ditutup dengan evaluasi menyeluruh terhadap komunikasi antarkapal, kecepatan reaksi personel, serta ketepatan prosedur tempur. Hasil evaluasi menunjukkan koordinasi antara unsur pendukung dan unsur penindak telah berjalan sesuai prosedur tetap TNI Angkatan Laut.
Kegiatan ini sejalan dengan arahan Panglima Armada III untuk meningkatkan kesiapan operasi melalui kesiapan unsur dan pembinaan sumber daya manusia yang profesional, guna menjamin setiap unsur siap melaksanakan tugas menjaga kedaulatan dan keamanan laut Indonesia.
(Tim Dispen Armada III/Red)
















