banner 728x250

Banjir Tahunan Tak Pernah Tuntas, POSPERA Semprot Keras: Bupati Pringsewu Jangan Tutup Mata!

banner 120x600
banner 468x60

Pringsewu, jejakperistiwa.id – Hujan deras yang mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Pringsewu kembali menyebabkan banjir di berbagai titik, terutama di Pekon Wates, Kecamatan Gadingrejo. Peristiwa yang terus berulang setiap tahun ini memicu sorotan tajam dari Dewan Pimpinan Cabang POSPERA Pringsewu yang menilai pemerintah daerah gagal menghadirkan solusi konkret. Minggu ( 22/02/2026)

Ketua POSPERA Pringsewu, Bennur, menegaskan bahwa banjir yang merendam rumah warga bukan lagi sekadar bencana musiman, melainkan bukti lemahnya penanganan infrastruktur dan tata kelola lingkungan oleh Pemerintah Kabupaten Pringsewu.

banner 325x300

“Setiap hujan deras pasti banjir. Air masuk ke rumah warga, aktivitas lumpuh, kerugian terus berulang. Ini bukan kejadian baru, ini persoalan lama yang dibiarkan tanpa penyelesaian menyeluruh. Lalu di mana tanggung jawab pemerintah daerah? Mana Bupati?” tegas Bennur.

Berdasarkan pantauan di lapangan dan keterangan masyarakat, banjir diduga kuat disebabkan oleh buruknya sistem drainase, pendangkalan saluran air, serta tidak adanya normalisasi aliran secara berkala. Ironisnya, titik rawan banjir telah lama diketahui, namun hingga kini belum ada langkah antisipatif yang nyata.

Warga mengaku selalu dihantui rasa cemas setiap hujan turun dengan intensitas tinggi. Selain merendam rumah, banjir juga merusak perabotan, mengganggu aktivitas ekonomi, dan menimbulkan kerugian materiil yang tidak sedikit.

POSPERA menilai sudah saatnya Bupati Pringsewu melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi terdampak, khususnya Pekon Wates, untuk melihat langsung kondisi masyarakat.

“Jangan tunggu viral atau jatuh korban dulu baru bergerak. Pemerintah harus segera melakukan normalisasi drainase, membangun saluran pembuangan yang layak, dan menetapkan penanganan titik banjir sebagai program prioritas,” lanjut Bennur.

Selain itu, POSPERA juga mendesak adanya transparansi anggaran terkait program penanganan banjir dan pembangunan infrastruktur.

“Harus dibuka ke publik, berapa anggaran yang sudah digelontorkan, digunakan untuk apa, dan kenapa banjir masih terus terjadi. Ini menyangkut tanggung jawab kepada rakyat,” ujarnya.

Tak hanya kepada pemerintah kabupaten, POSPERA juga meminta perhatian serius dari Gubernur Lampung untuk turun tangan membantu mencarikan solusi komprehensif terhadap persoalan banjir yang terjadi di Pringsewu.

“Ini sudah menjadi persoalan tahunan. Pemerintah provinsi harus hadir dengan langkah strategis dan terukur agar ada penanganan permanen, bukan sekadar solusi sementara,” tambahnya.

POSPERA menegaskan, jika kondisi ini terus dibiarkan tanpa langkah nyata, maka patut diduga adanya kelalaian serius dalam melindungi masyarakat dari dampak bencana yang seharusnya bisa dicegah.

Warga pun berharap pemerintah daerah segera bertindak cepat sebelum dampak banjir semakin meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar.

(Red)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *