banner 728x250

Pertamina Buka Ruang bagi Anak Muda untuk Mendorong Inovasi dan Kewirausahaan

Pertamina Buka Ruang bagi Anak Muda untuk Mendorong Inovasi dan Kewirausahaan
banner 120x600
banner 468x60

Jakarta | Pertamina mendorong generasi muda untuk mengambil peran aktif dalam membangun masa depan Indonesia melalui inovasi, kewirausahaan, dan kolaborasi. Pesan tersebut disampaikan dalam upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 bertema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”, yang berlangsung di kantor pusat Pertamina, Jakarta, pada Rabu (28/10). Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza bertindak sebagai pembina upacara.

Dalam amanatnya, Oki mengajak para pekerja Pertamina untuk memaknai kembali semangat Sumpah Pemuda sebagai pengingat bahwa persatuan merupakan kekuatan penting dalam menghadapi berbagai tantangan. Sumpah Pemuda tidak menuntut masyarakat untuk menghapus perbedaan. Sebaliknya, nilai yang terkandung di dalamnya mengajarkan bahwa keberagaman dapat menjadi dasar untuk saling melengkapi dan bergerak menuju tujuan bersama.

banner 325x300

Semangat tersebut relevan bagi generasi muda, baik di dalam maupun di luar perusahaan. Perbedaan latar belakang, keahlian, dan cara pandang dapat membuka ruang bagi gagasan baru apabila disertai sikap saling menghargai dan kemauan untuk bekerja sama. Dalam lingkungan kerja, kolaborasi lintas bidang juga membantu mempertemukan perspektif yang beragam sehingga persoalan dapat dikaji dengan lebih menyeluruh.

Bagi Pertamina, persatuan dan kolaborasi menjadi landasan bagi pekerja dalam menghadapi tantangan industri energi yang semakin kompleks. Perubahan kebutuhan energi, perkembangan teknologi, serta tuntutan untuk menjalankan kegiatan secara berkelanjutan memerlukan respons yang adaptif. Inovasi dan kewirausahaan dapat membantu mengembangkan solusi, sementara kerja sama memungkinkan gagasan tersebut diterapkan dengan dukungan berbagai pihak.

Pesan peringatan ini sekaligus menempatkan anak muda sebagai bagian penting dari upaya membangun masa depan. Mereka didorong untuk berani berinisiatif, tekun menghadapi tantangan, dan peka terhadap kebutuhan masyarakat. Dengan semangat patriotik, kegigihan, empati, serta kesediaan untuk berkolaborasi, generasi muda dapat berkontribusi pada kemajuan Indonesia. Nilai persatuan yang diwariskan para pemuda pada 1928 pun tetap memiliki arti dalam menjawab tantangan masa kini dan menyiapkan masa depan bersama.

Bagi Oki, tanggung jawab Pertamina tidak berhenti pada memastikan pasokan energi tersedia. Peran perusahaan juga mencakup upaya menggerakkan kehidupan, membuka kesempatan, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa. Dengan pandangan ini, energi bukan semata-mata produk yang disalurkan, melainkan unsur penting yang menopang kegiatan sehari-hari dan memungkinkan berbagai peluang tumbuh. Keandalan pasokan menjadi dasar agar masyarakat dapat menjalani kehidupan, sementara roda aktivitas tetap bergerak. Karena itu, ukuran peran Pertamina tidak hanya terletak pada kemampuan menjaga ketersediaan energi, tetapi juga pada manfaat yang dirasakan ketika energi tersebut mendukung kehidupan dan memberi ruang bagi masyarakat untuk berkembang.

Oki mengaitkan tanggung jawab tersebut dengan semangat “Energizing Indonesia”. Menurutnya, semangat itu mencerminkan harapan agar Pertamina dan para perwiranya menghadirkan energi sekaligus mendorong kehidupan dan kesempatan. Artinya, tugas perusahaan tidak cukup dipahami sebagai pemenuhan kebutuhan pasokan, tetapi juga sebagai bagian dari upaya menciptakan kondisi yang memungkinkan masyarakat menjalankan aktivitas dan memanfaatkan peluang. Energi yang andal memberi fondasi bagi kehidupan yang terus berjalan. Pada saat yang sama, kontribusi Pertamina diharapkan terasa dalam terbukanya kesempatan bagi masyarakat dan dalam dukungan yang diberikan kepada bangsa. Dengan demikian, makna “Energizing Indonesia” mencakup hubungan energi, kehidupan, dan peluang.

Contoh dampak yang disampaikan Oki menunjukkan keterkaitan itu secara langsung. Ketika pasokan energi dapat diandalkan, masyarakat dapat menjalani kehidupan, dan pelaku usaha dapat mempertahankan usahanya. Layanan publik pun dapat tetap beroperasi, sehingga aktivitas yang dibutuhkan masyarakat tidak terhenti. Keandalan energi dengan demikian berpengaruh pada beragam bagian kehidupan, dari kegiatan individu hingga keberlangsungan usaha dan layanan. Lebih jauh, masa depan bangsa juga bergantung pada energi yang andal. Bagi Oki, memastikan pasokan sekaligus memahami dampak luasnya merupakan bagian dari tanggung jawab Pertamina. Energi yang tersedia secara andal menopang kehidupan hari ini, menjaga kesempatan tetap terbuka, dan menjadi salah satu landasan bagi perjalanan bangsa ke depan.

Pertamina menjalankan sejumlah program yang membuka ruang bagi anak muda untuk mengembangkan kapasitas, gagasan, dan kontribusi mereka. Inisiatif ini mencakup dukungan pendidikan, kolaborasi dengan lingkungan kampus, serta pengalaman kerja bagi mahasiswa dan lulusan baru. Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menjelaskan bahwa salah satu bentuk dukungan tersebut adalah Beasiswa Sobat Bumi. Program ini menyediakan pembiayaan kuliah setiap tahun bagi mahasiswa jenjang S1 atau D4 dan D3 yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi mitra Pertamina di berbagai wilayah Indonesia. Melalui dukungan biaya pendidikan, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk melanjutkan studi sekaligus mempersiapkan diri menghadapi tantangan setelah lulus.

Selain bantuan pendidikan, Pertamina menghadirkan Pertamina Goes to Campus (PGTC) sebagai wadah interaksi dan kolaborasi perusahaan dengan sivitas akademika, terutama mahasiswa. Kegiatan ini mempertemukan gagasan dari dunia kampus dengan pengalaman serta perspektif industri. Rangkaian PGTC juga melibatkan kompetisi debat dan kompetisi inovasi ant perguruan tinggi. Ajang debat memberi ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan argumen dan menanggapi isu secara terstruktur, sedangkan kompetisi inovasi mendorong peserta mengembangkan gagasan yang dapat menjawab berbagai kebutuhan. Dengan demikian, PGTC tidak hanya menjadi sarana berbagi informasi, tetapi juga membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk berpartisipasi, bertukar pandangan, dan menunjukkan kreativitas mereka.

Pertamina turut menyediakan program magang bagi mahasiswa serta program internship bagi lulusan baru dari jenjang sarjana atau diploma. Kedua kesempatan ini melengkapi jalur pengembangan yang ditawarkan, dengan memberi peserta ruang untuk mengenal lingkungan kerja dan memperoleh pengalaman profesional. Program-program tersebut ditujukan kepada kelompok muda pada tahap pendidikan maupun awal perjalanan karier, tanpa mengesampingkan pentingnya pembelajaran di kampus. Beasiswa Sobat Bumi, PGTC, kompetisi, magang, dan internship menghadirkan beragam bentuk keterlibatan, mulai dari dukungan studi hingga pengalaman kerja. Rangkaian inisiatif ini menunjukkan upaya Pertamina untuk membuka peluang bagi mahasiswa dan changemaker muda di Indonesia agar dapat belajar, berkolaborasi, serta mengembangkan potensi. Melalui ruang-ruang tersebut, anak muda dapat terhubung dengan ekosistem yang lebih luas dan membawa gagasan mereka ke dalam percakapan mengenai inovasi dan kewirausahaan.Pertamuda Seed and Scale merupakan program Pertamina yang membuka ruang bagi generasi muda untuk memperkenalkan dan mengembangkan ide bisnis. Melalui kompetisi gagasan usaha dan startup mahasiswa, peserta dapat menyampaikan solusi, menguji relevansi rencana bisnis, serta memperoleh kesempatan untuk membawa gagasan mereka ke tahap berikutnya. Program ini memberi perhatian pada potensi anak muda sebagai penggerak inovasi, sekaligus mendorong mereka memahami kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. Dengan wadah yang terstruktur, ide yang berangkat dari pengamatan terhadap masalah sehari-hari dapat disampaikan secara lebih terarah dan dinilai berdasarkan manfaat serta peluang pengembangannya.

Baron menjelaskan bahwa Pertamuda Seed and Scale ditujukan untuk mengembangkan potensi generasi muda, memperkuat jiwa kewirausahaan, dan mendorong inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat, termasuk di sektor energi. Arah tersebut memberi kesempatan bagi mahasiswa dan calon wirausaha untuk merancang pendekatan baru terhadap berbagai tantangan, dari kebutuhan layanan hingga pemanfaatan sumber daya. Inovasi di bidang energi, misalnya, dapat berkontribusi pada upaya menghadirkan solusi yang lebih sesuai dengan kondisi masyarakat. Melalui proses kompetisi, peserta tidak hanya menyampaikan gagasan, tetapi juga belajar menyusun model usaha dan mempertimbangkan bagaimana solusi dapat diterapkan secara nyata.

Keberanian anak muda untuk menawarkan solusi atas tantangan bangsa perlu disertai ruang pengembangan yang memungkinkan gagasan tumbuh.

Baca juga: Mendorong Gaya Hidup Sehat: Fun Walk 3K di Jakarta | Inisiatif Pembiayaan untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah | Kelompok yang lebih rentan mengalami influenza lain anak-anak, terutama balita, lansia dan ibu hamil

banner 325x300