Jakarta | Persija Jakarta mengamankan kemenangan telak atas PSIM Yogyakarta dengan skor 4-0 pada pertandingan pekan keempat Super League 2026/2027. Pertandingan tersebut berlangsung di Stadion Sultan Agung, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Sabtu, 10 Oktober. Hasil ini menegaskan keberhasilan Persija tampil dominan dan menyelesaikan laga dengan keunggulan empat gol tanpa balas.
Sejak hasil akhir dipastikan, kemenangan tersebut menjadi catatan penting bagi Persija dalam perjalanan kompetisi musim ini. Menghadapi PSIM Yogyakarta di wilayah Bantul, klub ibu kota mampu menjaga kendali permainan hingga menghasilkan selisih skor yang besar. Empat gol yang tercipta membawa Persija menutup pertandingan dengan performa meyakinkan, sementara PSIM harus menerima kekalahan di hadapan pendukungnya sendiri.
Skor 4-0 juga memberikan gambaran tegas mengenai perbedaan hasil yang diraih kedua tim dalam laga pekan keempat ini. Persija menunjukkan efektivitas sepanjang pertandingan dan tidak memberikan kesempatan bagi PSIM untuk mengubah keadaan. Bagi Persija, kemenangan tersebut bukan sekadar tambahan hasil positif, melainkan modal penting untuk melanjutkan persaingan di Super League 2026/2027. Adapun bagi PSIM Yogyakarta, kekalahan ini menjadi hasil yang harus diterima setelah pertandingan di Stadion Sultan Agung berakhir dengan dominasi tim tamu.
Kebuntuan pertandingan akhirnya berakhir pada menit ke-77. Setelah kedua tim bertahan dalam kedudukan imbang, Persija mampu mengubah situasi melalui gol yang dicetak Alexander Jeremejeff. Gol tersebut menjadi pembuka keunggulan bagi tim asal Jakarta sekaligus mengakhiri skor sama kuat yang bertahan hingga memasuki fase akhir pertandingan.
Proses gol bermula dari umpan yang dikirimkan dari sisi kiri. Bola kemudian diterima dan dituntaskan oleh Jeremejeff menjadi gol. Penyelesaian tersebut membuat Persija unggul untuk pertama kalinya dalam pertandingan itu. Perubahan skor terjadi secara langsung setelah peluang serangan dari sisi kiri berhasil diakhiri dengan penyelesaian yang tepat di depan gawang PSIM Yogyakarta.
Sebelum gol tersebut tercipta, pertandingan masih berlangsung dengan kedudukan imbang. Karena itu, gol Jeremejeff pada menit ke-77 menjadi momen penting dalam jalannya laga di Bantul. Persija yang sebelumnya belum mampu memecah kebuntuan akhirnya memperoleh keunggulan melalui rangkaian umpan dari sektor kiri dan penyelesaian akhir penyerangnya. PSIM kemudian berada dalam posisi tertinggal setelah skor berubah.
Gol itu juga menandai pergeseran keadaan pertandingan dari skor imbang menuju keunggulan Persija. Tidak ada gol Persija yang tercatat sebelum penyelesaian Jeremejeff tersebut dalam rangkaian kejadian yang tersedia. Dengan demikian, nama Alexander Jeremejeff menjadi penentu terbukanya skor pada menit ke-77, setelah ia menuntaskan umpan dari sisi kiri dan membawa Persija memimpin atas PSIM Yogyakarta.
Persija kembali memperlebar keunggulan pada menit ke-81 melalui Stjepan Loncar. Gol tersebut berawal dari umpan silang yang diberikan Kerim Memina. Loncar memanfaatkan peluang itu untuk mengubah keunggulan Persija menjadi lebih besar atas PSIM Yogyakarta. Momen ini menegaskan dominasi Persija dalam pertandingan, sekaligus membuat PSIM harus menghadapi tekanan yang semakin berat pada fase akhir laga.
Gol Loncar hadir secara kronologis setelah Persija lebih dahulu memiliki keunggulan. Umpan silang Kerim Memina menjadi bagian penting dalam terciptanya peluang tersebut, sebelum Stjepan Loncar menyelesaikannya menjadi gol pada menit ke-81. Nama kedua pemain itu tercatat dalam proses gol, dengan Memina sebagai pemberi umpan dan Loncar sebagai pencetak gol. Tambahan tersebut membuat jarak kedua tim semakin lebar dan memperkuat posisi Persija dalam pertandingan di Bantul.
Enam menit setelah gol Stjepan Loncar, Persija kembali mencetak gol. Pada menit ke-87, Kwon Chang-hoon mencatatkan namanya di papan skor melalui sebuah tendangan. Gol itu membuat keunggulan Persija atas PSIM Yogyakarta semakin jauh. Dengan demikian, dua gol tambahan Persija tercipta dalam rentang waktu enam menit, dimulai dari penyelesaian Stjepan Loncar pada menit ke-81 dan dilanjutkan tendangan Kwon Chang-hoon pada menit ke-87.
Urutan tersebut memperlihatkan bagaimana Persija menambah keunggulan pada penghujung pertandingan. Stjepan Loncar lebih dahulu memanfaatkan umpan silang Kerim Memina, kemudian Kwon Chang-hoon mencetak gol melalui tendangan enam menit berselang. Kedua gol itu mengubah keunggulan Persija menjadi semakin meyakinkan, sementara PSIM Yogyakarta harus menerima tambahan tekanan setelah jarak skor melebar. Seluruh rangkaian gol berlangsung secara berurutan pada menit ke-81 dan ke-87.
Persija menutup pertandingan dengan gol keempat pada menit ke-90+4. Stjepan Loncar kembali mencatatkan namanya di papan skor sekaligus membukukan gol kedua dalam laga tersebut. Gelandang asal Bosnia dan Herzegovina itu melepaskan tendangan melengkung yang mengarah ke pojok kanan gawang Cahya Supriadi. Bola melaju melewati jangkauan kiper PSIM Yogyakarta dan memastikan keunggulan Persija tidak berubah hingga peluit panjang dibunyikan.
Gol tersebut menjadi penegasan atas dominasi Persija sepanjang pertandingan. Setelah mengamankan keunggulan besar, para pemain tetap berusaha menjaga intensitas permainan hingga menit-menit akhir. Loncar kemudian memanfaatkan kesempatan yang ada untuk memperlebar jarak dan mengunci skor akhir menjadi 4-0. Hasil itu membuat Persija meninggalkan Stadion Sultan Agung, Bantul, dengan kemenangan meyakinkan atas PSIM Yogyakarta.
Pelatih Persija, Shin Tae-yong, menilai hasil tersebut cukup memuaskan. Ia menyampaikan bahwa tim sebelumnya memperkirakan pertandingan akan berlangsung sulit, termasuk tantangan untuk mencetak gol. Namun, kerja keras seluruh pemain mampu membantu Persija meraih hasil positif. Menurutnya, kontribusi tersebut tidak hanya datang dari lini depan, tetapi juga dari pemain di lini belakang yang bekerja menjalankan tugasnya sepanjang pertandingan.
Penilaian itu menggambarkan bahwa kemenangan Persija lahir dari usaha kolektif, bukan semata-mata karena ketajaman para penyerang. Para pemain di setiap lini terus berjuang untuk mempertahankan kendali pertandingan, menciptakan peluang, serta menjaga gawang dari ancaman lawan. Gol kedua Loncar pada masa tambahan waktu pun menjadi penutup yang sempurna bagi penampilan Persija di Bantul. Skor 4-0 bertahan sampai laga selesai dan mengukuhkan kemenangan Persija atas PSIM Yogyakarta.
Baca juga: Duel Klasik Persija dan Persib: Gubernur Serukan Suporter Jaga Sportivitas | Kesiapan Lalu Lintas Jelang Pertandingan Persija Vs Persib | Analisis Laga El Clasico: Persija Jakarta vs Persib Bandung







