banner 728x250

Perak Dunia Terkoreksi 5,46% dalam Sepekan, Tekanan Jual Menguat

Perak Dunia Terkoreksi 5,46% dalam Sepekan, Tekanan Jual Menguat
banner 120x600
banner 468x60

Jakarta | Harga perak dunia atau XAG/USD mengawali perdagangan 19–23 Oktober 2026 dengan penguatan terbatas. Pada Senin, harga naik 0,14% menjadi US,09 per troy ons. Kenaikan berlanjut pada Selasa, ketika perak bertambah 1,57% dan ditutup di US,98 per troy ons. Pergerakan tersebut membawa harga ke tingkat tertinggi dalam rangkaian perdagangan pekan itu, sekaligus menumbuhkan harapan bahwa logam mulia ini dapat mempertahankan momentum positifnya.

Namun, laju kenaikan mulai tertahan pada Rabu. Harga turun tipis 0,02% menjadi US$57,97 per troy ons, nyaris tidak berubah dibandingkan penutupan hari sebelumnya. Perubahan kecil ini menjadi jeda sebelum tekanan jual meningkat tajam. Pada Kamis, XAG/USD anjlok 5,94% ke US$54,53 per troy ons. Penurunan tersebut menghapus hampir seluruh kenaikan yang dicatat pada Senin dan Selasa, serta menandai perubahan arah pasar yang cukup mencolok dalam waktu singkat.

banner 325x300

Tekanan berlanjut pada Jumat, dengan harga kembali turun 1,16% dan mengakhiri perdagangan di US$53,89 per troy ons. Penutupan ini menjadi posisi terendah selama lima hari perdagangan tersebut. Dengan demikian, pelemahan pada dua hari terakhir bukan hanya membalikkan penguatan awal pekan, tetapi juga mendorong perak mencatat penurunan mingguan yang signifikan. Dibandingkan penutupan pekan sebelumnya di US$57,01 per troy ons, harga akhir pekan ini lebih rendah US$3,11 atau 5,46%.

Rangkaian pergerakan tersebut memperlihatkan betapa cepat sentimen pasar dapat berubah: kenaikan selama dua sesi pertama disusul stabilisasi singkat, lalu koreksi tajam menjelang akhir pekan. Bagi pelaku pasar, penurunan beruntun pada Kamis dan Jumat menjadi sorotan utama karena tekanan jual mengalahkan seluruh dorongan positif sebelumnya. Meski perubahan harian pada awal pekan relatif moderat, besarnya penurunan menjelang penutupan membuat hasil mingguan XAG/USD berakhir jauh di bawah level pembukaannya. Pergerakan ini juga menegaskan pentingnya memantau perubahan harga dari hari ke hari, bukan hanya melihat arah pasar pada awal periode perdagangan.

Pelemahan perak dalam sepekan terakhir berlangsung di tengah meningkatnya perhatian pasar terhadap ketegangan di Timur Tengah. Risiko gangguan pada jalur pengiriman energi menimbulkan kekhawatiran pasokan minyak dan gas dapat terganggu, sehingga biaya energi berpotensi naik. Perubahan tersebut dapat memengaruhi ekspektasi inflasi, terutama jika harga energi yang lebih tinggi bertahan dan diteruskan ke harga barang serta jasa. Bagi pelaku pasar, risiko ini membuat prospek inflasi menjadi lebih sulit dipastikan, meskipun tekanan harga sebelumnya menunjukkan tanda-tanda mereda.

Kekhawatiran tersebut turut memengaruhi perkiraan mengenai arah kebijakan moneter Amerika Serikat. Jika kenaikan biaya energi memperlambat penurunan inflasi, bank sentral AS dapat mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, atau tidak terburu-buru melonggarkan kebijakan. Ekspektasi pengetatan yang bertahan cenderung menguntungkan aset berbunga, seperti obligasi, karena imbal hasilnya menjadi lebih menarik dibandingkan logam mulia yang tidak memberikan kupon. Kondisi ini dapat mendorong sebagian investor mengalihkan dana dari perak ke instrumen yang menawarkan pendapatan. Perak juga menghadapi tekanan dari penguatan dolar AS. Karena logam ini diperdagangkan dalam denominasi dolar, mata uang AS yang tangguh membuatnya relatif lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain. Dampaknya, minat beli dapat berkurang, khususnya ketika investor sekaligus menilai bahwa suku bunga akan tetap tinggi.

Menjelang akhir pekan, imbal hasil obligasi pemerintah AS sempat turun. Pergerakan itu secara teori dapat mengurangi sebagian tekanan pada logam mulia, sebab imbal hasil yang lebih rendah menurunkan biaya peluang untuk memegang aset tanpa bunga. Namun, penurunan tersebut belum cukup mengubah gambaran pasar secara berarti. Kekhawatiran inflasi yang dipicu risiko energi masih membatasi optimisme terhadap pelonggaran kebijakan moneter, sementara dolar tetap menjadi faktor penekan. Karena itu, pelemahan imbal hasil belum mampu meredakan tekanan jual perak. Perkembangan berikutnya akan bergantung pada arah harga energi, data inflasi AS, dan sinyal kebijakan bank sentral. Jika biaya energi kembali meningkat, pasar dapat semakin berhati-hati terhadap laju disinflasi dan mempertahankan perkiraan suku bunga tinggi. Sebaliknya, meredanya ketegangan serta inflasi yang terus melandai berpotensi mengurangi dukungan bagi dolar dan aset berbunga, sehingga memberi ruang bagi logam mulia untuk pulih.

Kekhawatiran terhadap aktivitas manufaktur menjadi salah satu tekanan tambahan bagi perak dunia pada pekan ketika harganya terkoreksi 5,46%. Prospek pertumbuhan ekonomi penting bagi logam ini karena perak tidak hanya dipandang sebagai aset investasi, tetapi juga digunakan dalam berbagai kegiatan industri. Ketika pelaku pasar mencermati kemungkinan perlambatan manufaktur, perhatian terhadap prospek penggunaan perak dalam jangka mendatang dapat ikut memengaruhi sentimen harga.

Perak memiliki peran dalam pembuatan komponen elektronik, panel surya, serta beragam produk industri lainnya. Karena itu, harga logam tersebut cenderung sensitif terhadap perubahan penilaian pasar mengenai kondisi ekonomi dan kegiatan produksi. Kekhawatiran atas manufaktur dalam periode ini menambah lapisan ketidakpastian di tengah tekanan jual yang telah berlangsung. Namun, faktor tersebut tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa permintaan aktual telah berubah; gambaran yang tersedia menunjukkan bahwa prospek pertumbuhan menjadi perhatian pasar, bukan kepastian mengenai tingkat penggunaan perak.

Tekanan harga juga tercermin pada posisi penutupan Jumat. Perak berada di US$53,89, lebih rendah daripada rata-rata pergerakan lima hari sebesar US$56,29. Harga penutupan itu turut berada di bawah rata-rata 10 hari di US$57,13 dan rata-rata 20 hari di US$58,92. Susunan tersebut menunjukkan bahwa harga berada di bawah sejumlah acuan teknikal jangka pendek hingga menengah, sejalan dengan pelemahan yang terjadi sepanjang pekan. Angka-angka itu memberi konteks bagi investor untuk menilai momentum, tetapi bukan jaminan arah pergerakan berikutnya.

Penurunan juga membawa harga melewati level penutupan US$55,64 pada 14 Oktober. Sebelumnya, perak sempat mencoba pulih, tetapi rebound yang mencapai US$57,98 tidak mampu dipertahankan. Kegagalan menjaga pemulihan tersebut mengindikasikan bahwa tekanan jual masih dominan dibandingkan upaya pembeli mengangkat harga. Dalam kondisi seperti ini, kekhawatiran manufaktur dapat memperkuat kehati-hatian pasar, sementara posisi di bawah rata-rata bergerak dan level penutupan sebelumnya menjadi penanda penting untuk memantau perkembangan. Kombinasi sentimen ekonomi dan sinyal teknikal tersebut membantu menjelaskan mengapa tekanan berlanjut pada pekan itu, tanpa memastikan bagaimana harga akan bergerak selanjutnya.

Pertemuan Federal Reserve pada 27–28 Oktober menjadi agenda penting bagi pasar dalam pekan perdagangan 26–30 Oktober 2026. Pelaku pasar cenderung memperkirakan bank sentral Amerika Serikat akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan tersebut. Namun, perkiraan itu belum menghapus kemungkinan pengetatan kebijakan pada pertemuan berikutnya. Karena itu, perhatian investor akan tertuju bukan hanya pada keputusan suku bunga, tetapi juga pada pernyataan dan petunjuk mengenai arah kebijakan moneter selanjutnya.

Penilaian The Fed terhadap inflasi dan prospek ekonomi dapat memengaruhi pergerakan dolar, imbal hasil obligasi, serta permintaan terhadap logam mulia. Jika para pejabat menegaskan bahwa inflasi masih membutuhkan suku bunga tinggi atau bahkan kenaikan tambahan, biaya peluang untuk memegang perak dapat meningkat. Sinyal seperti itu berpotensi membatasi pemulihan harga, terutama ketika tekanan jual masih terasa. Sebaliknya, jika komunikasi bank sentral lebih menyoroti pelemahan ekonomi dan risiko terhadap pertumbuhan, tekanan terhadap perak berpotensi berkurang karena aset lindung nilai dapat kembali diminati.

Meski demikian.

Baca juga: Atlet Taekwondo TNI Raih Medali Perak Kategori Poomsae Tingkat Dunia di Korea Selatan

banner 325x300