banner 728x250

Penyaluran Jagung SPHP Bulog Jateng Capai 83,28 Persen untuk Peternak

Penyaluran Jagung SPHP Bulog Jateng Capai 83,28 Persen untuk Peternak
banner 120x600
banner 468x60

Semarang | Perum Bulog Jawa Tengah mempercepat penyaluran jagung melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Langkah ini dilakukan untuk memastikan jagung pakan dapat segera diterima oleh peternak sebagai bahan baku utama dalam menjalankan kegiatan usaha peternakan. Hingga tahap penyaluran tersebut, realisasi distribusi jagung SPHP Bulog Jawa Tengah telah mencapai 83,28 persen.

Jagung yang disalurkan merupakan jagung pakan dengan harga Rp5.000 per kilogram. Harga tersebut menjadi bagian penting dari pelaksanaan program karena memberikan akses terhadap bahan baku pakan dengan biaya yang lebih terjangkau bagi peternak. Melalui distribusi yang dipercepat, peternak diharapkan dapat memperoleh pasokan jagung sesuai kebutuhan tanpa menghadapi beban harga yang terlalu tinggi.

banner 325x300

Program SPHP jagung ini diarahkan untuk membantu peternak mendapatkan bahan baku pakan dengan harga terjangkau. Ketersediaan jagung pakan yang memadai juga diperlukan agar kegiatan peternakan dapat terus berjalan secara berkelanjutan. Dengan mempercepat penyaluran, Bulog Jawa Tengah berupaya menjaga pasokan di tingkat peternak sekaligus mendukung kestabilan usaha yang bergantung pada ketersediaan bahan pakan.

Penyaluran jagung pakan dengan harga Rp5.000 per kilogram tersebut tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan bahan baku, tetapi juga menjadi upaya menjaga kesinambungan pasokan. Peternak memperoleh dukungan melalui akses terhadap jagung yang lebih terjangkau, sementara ketersediaan bahan pakan tetap dijaga melalui pelaksanaan program SPHP. Upaya ini mendukung keberlanjutan usaha peternakan nasional dengan memastikan kebutuhan dasar dalam proses produksi tetap tersedia.

Percepatan distribusi yang telah mencapai 83,28 persen menunjukkan pelaksanaan penyaluran jagung SPHP di Jawa Tengah terus berjalan untuk mendukung peternak. Melalui program tersebut, Bulog menyalurkan jagung pakan dengan harga yang ditetapkan agar peternak dapat mempertahankan kegiatan usahanya, menjaga kebutuhan pasokan, dan memperoleh bahan baku pakan secara lebih terjangkau.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Jawa Tengah, Sri Muniati, menegaskan komitmen Bulog untuk mempermudah peternak memperoleh jagung pakan sesuai harga patokan pemerintah, yakni Rp5.000 per kilogram. Komitmen tersebut terutama ditujukan kepada peternak mikro dan kecil yang memiliki keterbatasan dalam mengakses pasokan, baik karena skala pembelian maupun kemampuan distribusi. Dengan harga yang mengacu pada ketentuan pemerintah, peternak diharapkan dapat memperoleh bahan pakan secara lebih terjangkau serta menjaga keberlanjutan kegiatan usaha mereka.

Pernyataan Sri Muniati tersebut disampaikan pada Jumat, 9 Oktober 2026, dalam konteks upaya mempercepat penyaluran jagung SPHP kepada penerima yang membutuhkan. Bulog Jawa Tengah tidak hanya mengandalkan penyaluran secara langsung, tetapi juga membangun kerja sama dengan koperasi dan asosiasi peternak sebagai mitra distribusi. Keterlibatan kedua pihak ini dinilai penting karena koperasi dan asosiasi memiliki hubungan yang lebih dekat dengan anggota serta memahami kebutuhan peternak di wilayah masing-masing.

Melalui mekanisme kemitraan tersebut, proses distribusi dapat dilakukan secara lebih terarah dari sisi pendataan, pengaturan volume, hingga penyampaian jagung kepada penerima. Koperasi dan asosiasi peternak berperan membantu menghubungkan Bulog dengan peternak, sehingga pasokan tidak berhenti pada tingkat perantara dan dapat diterima langsung oleh peternak mikro maupun kecil. Pola ini juga mendukung penggunaan sumber daya secara efisien, mengurangi potensi keterlambatan, serta memperkuat pengawasan terhadap penerima dan harga penyaluran.

Kerja sama tersebut pada akhirnya berfungsi untuk memastikan jagung pakan disalurkan tepat sasaran, sesuai harga patokan pemerintah, dan menjangkau peternak yang benar-benar membutuhkan. Dengan koordinasi Bulog, koperasi, serta asosiasi peternak, percepatan distribusi dapat berjalan dengan prosedur yang lebih terukur. Mekanisme itu sekaligus memberi kepastian bahwa manfaat program SPHP dapat dirasakan langsung oleh pelaku usaha peternakan, khususnya kelompok mikro dan kecil yang menjadi perhatian utama dalam penyaluran.

Pelaksanaan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung di Jawa Tengah terus berjalan hingga 7 Oktober 2026. Berdasarkan data Bulog Jawa Tengah, program ini ditujukan untuk mendukung ketersediaan jagung bagi peternak melalui penyaluran yang dilakukan sesuai alokasi. Perkembangan realisasi tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga akses peternak terhadap komoditas pakan yang dibutuhkan dalam kegiatan usaha peternakan.

Sampai dengan tanggal pencatatan, alokasi jagung SPHP di wilayah Jawa Tengah tercatat sekitar 38.913.850 kilogram. Dari jumlah tersebut, jagung yang telah disalurkan mencapai 32.406.000 kilogram. Dengan demikian, realisasi pelaksanaan program berada pada tingkat sekitar 83,28 persen dari keseluruhan alokasi yang tersedia.

Data tersebut memperlihatkan bahwa sebagian besar alokasi telah didistribusikan kepada penerima manfaat. Penyaluran yang telah berlangsung mencerminkan percepatan distribusi jagung SPHP di Jawa Tengah, terutama dalam menjangkau peternak yang menjadi sasaran program. Pelaksanaan distribusi ini juga menjadi langkah untuk memperluas manfaat program agar jagung yang dialokasikan dapat diterima oleh lebih banyak peternak sesuai mekanisme yang berlaku.

Bulog Jawa Tengah mencatat perkembangan tersebut sebagai gambaran pelaksanaan program sampai 7 Oktober 2026. Capaian realisasi dihitung berdasarkan perbandingan volume jagung yang sudah disalurkan dan total alokasi yang ditetapkan. Informasi ini menunjukkan posisi penyaluran SPHP jagung pada periode tersebut, sekaligus menegaskan bahwa distribusi telah berlangsung dalam skala besar di wilayah Jawa Tengah.

Hingga saat ini, program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung yang dijalankan Perum Bulog di Jawa Tengah telah menjangkau 18 koperasi atau asosiasi peternak. Jaringan tersebut mencakup total 1.310 peternak yang tersebar di berbagai wilayah Jawa Tengah. Cakupan ini menunjukkan bahwa penyaluran jagung tidak hanya berpusat pada satu kawasan, tetapi diarahkan untuk memenuhi kebutuhan peternak secara lebih luas sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan.

Koperasi dan asosiasi peternak memiliki peran penting sebagai mitra distribusi dalam program tersebut. Melalui organisasi ini, Bulog dapat mengidentifikasi kebutuhan anggota, menyalurkan jagung kepada penerima yang sesuai, serta menjaga koordinasi selama proses distribusi. Keterlibatan mitra juga membantu memastikan pasokan diterima oleh peternak yang membutuhkan, sekaligus mendukung penyaluran yang tepat sasaran, teratur, dan berkelanjutan.

Selain menyalurkan jagung melalui program SPHP, Bulog menjalankan tugas pengadaan Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) dari produksi petani dalam negeri. Pengadaan ini menjadi bagian penting dalam memperkuat ketersediaan stok nasional dan membantu menjaga keseimbangan pasokan jagung bagi sektor peternakan. Penyerapan produksi domestik juga memberikan kepastian pasar bagi petani, terutama ketika panen berlangsung di sejumlah sentra produksi.

Pada 2026, pemerintah menetapkan target pengadaan CJP sebesar 1 juta ton. Untuk mendukung pencapaian target tersebut, Harga Pembelian Pemerintah ditetapkan sebesar Rp5.500 per kilogram di tingkat petani. Sementara itu, jagung yang memenuhi standar kualitas dan diserahkan ke gudang Bulog dihargai Rp6.400 per kilogram. Ketentuan harga tersebut diharapkan mendorong penyerapan hasil panen dalam negeri, meningkatkan kepastian pendapatan petani, serta memperkuat ketersediaan jagung bagi peternak.

banner 325x300