banner 728x250

Penanganan KMP Batumandi Disiapkan, Aktivitas Penyeberangan Merak Berjalan Normal

Penanganan KMP Batumandi Disiapkan, Aktivitas Penyeberangan Merak Berjalan Normal
banner 120x600
banner 468x60

Jakarta | Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan telah berkoordinasi dengan PT ASDP Indonesia Ferry untuk menyiapkan pengangkatan KMP Batumandi melalui operasi salvage. Koordinasi ini menjadi bagian dari langkah penanganan setelah kejadian, dengan perhatian pada proses yang diperlukan sebelum kapal dapat diangkat dari lokasi. Persiapan dilakukan bersama pihak terkait agar rencana operasi dapat dibahas secara menyeluruh dan pelaksanaannya memperhatikan situasi setempat. Pengangkatan kapal tidak dilakukan secara tergesa-gesa, karena penentuan metode dan kesiapan pihak pelaksana perlu mempertimbangkan keselamatan serta kondisi di sekitar lokasi kejadian.

Pembahasan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dan ASDP masih berlangsung, termasuk mengenai penunjukan perusahaan penyedia jasa salvage atau salvor. Penunjukan tersebut merupakan salah satu hal yang perlu disepakati dalam menyiapkan operasi pengangkatan. Proses persiapan juga mencakup koordinasi lanjutan untuk memastikan rencana penanganan dapat disusun sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku. Pemerintah menyatakan bahwa tujuan dari tahapan ini adalah agar pengangkatan KMP Batumandi dapat segera dilakukan, dengan tetap mengutamakan keselamatan dan keamanan serta mempertimbangkan kondisi perairan di sekitar lokasi kejadian. Dengan demikian, percepatan penanganan tetap berjalan seiring dengan penilaian atas risiko dan keadaan perairan.

banner 325x300

Plt. Direktur Jenderal Perhubungan Laut Lollan Panjaitan menyampaikan hal tersebut pada Kamis, 22 Oktober 2026. Ia menyatakan bahwa koordinasi dengan ASDP akan terus dilanjutkan untuk mempersiapkan operasi salvage dan membahas kebutuhan penanganannya, termasuk penunjukan salvor. Menurut Lollan, pengangkatan diupayakan dapat segera dilaksanakan setelah persiapan yang diperlukan dilakukan, dengan mempertimbangkan aspek keselamatan, keamanan, serta kondisi perairan setempat. Ia juga menegaskan bahwa penanganan pascakejadian direncanakan sesuai ketentuan yang berlaku. Pernyataan itu menegaskan bahwa langkah berikutnya tidak hanya berfokus pada pengangkatan kapal, tetapi juga pada pelaksanaan penanganan yang tertib dan sesuai aturan, melalui koordinasi para pihak terkait hingga keputusan operasional dapat ditetapkan.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo, menyatakan dukungan terhadap penanganan KMP Batumandi, termasuk persiapan operasi pengangkatan atau salvage kapal. Dukungan tersebut diarahkan agar proses penanganan dapat berjalan terkoordinasi tanpa mengganggu kelancaran operasional Pelabuhan Merak. Setelah kapal tenggelam, perhatian ASDP mencakup pengamanan lokasi dan kesiapan langkah-langkah penanganan sesuai koordinasi dengan pihak berwenang.

Heru menyebut pengamanan area kapal sebagai bagian penting dari persiapan. Langkah yang disiapkan juga meliputi pemasangan buoy untuk menandai lokasi serta oil boom sebagai perlengkapan pengendalian di sekitar area. Pemasangan sarana tersebut mendukung pengamanan lokasi selama tahapan penanganan berlangsung. ASDP turut menyiapkan operasi salvage bersama pihak terkait, dengan tahapan yang direncanakan secara terukur. Penyiapan ini dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan dan keamanan pelayaran.

Koordinasi dengan pihak berwenang menjadi landasan dalam menentukan tahapan penanganan. Dengan demikian, pengamanan lokasi, pemasangan buoy dan oil boom, serta persiapan salvage ditempatkan dalam rangkaian upaya yang saling mendukung. Heru menegaskan bahwa keselamatan dan keamanan pelayaran tetap menjadi prioritas ketika proses penanganan disiapkan. Pendekatan terukur diperlukan agar kegiatan di sekitar kapal dapat dikelola secara tertib dan perhatian terhadap operasional pelabuhan tetap terjaga.

Di sisi lain, aktivitas penyeberangan di Merak berjalan normal. ASDP mendukung upaya penanganan KMP Batumandi sembari menjaga kelancaran layanan penyeberangan di pelabuhan tersebut. Pemisahan fokus persiapan salvage dan keberlangsungan operasional menjadi bagian dari upaya menjaga aktivitas tetap berjalan. Penanganan dilakukan melalui koordinasi, bukan dengan mengabaikan kebutuhan pengguna jasa maupun aspek keselamatan pelayaran. Setiap tahapan disiapkan bersama pihak berwenang secara cermat, sesuai kebutuhan pengamanan lokasi dan rencana operasi. Dengan persiapan tersebut, ASDP menunjukkan dukungan terhadap proses pengangkatan kapal sekaligus menjaga agar kegiatan penyeberangan Merak tetap berlangsung normal. Prioritas pada koordinasi, keselamatan, dan keamanan pelayaran menjadi acuan dalam menyiapkan langkah berikutnya, tanpa mengurangi perhatian terhadap kelancaran operasional pelabuhan.Operasional penyeberangan di Pelabuhan Merak tetap berjalan normal setelah KMP Batumandi tenggelam. Aktivitas layanan kepada pengguna jasa berlangsung seperti biasa, sementara seluruh dermaga beroperasi sebagaimana mestinya. Kondisi tersebut memungkinkan kegiatan bongkar muat dan keberangkatan kapal penyeberangan tetap dilaksanakan sesuai pengaturan operasional pelabuhan. Penanganan insiden kapal dilakukan tanpa menghentikan layanan di area pelabuhan, dengan tetap memperhatikan situasi dan kebutuhan keselamatan di sekitar lokasi kejadian.

Di alur pelayaran Merak, pergerakan kapal juga berlangsung seperti biasa. KSOP Kelas I Banten mengatur lalu lintas kapal agar perjalanan kapal yang melintas maupun yang akan masuk dan keluar pelabuhan dapat berlangsung lancar. Pengaturan ini penting untuk menjaga keteraturan pergerakan di alur serta mencegah penanganan insiden mengganggu kegiatan pelabuhan dan layanan penyeberangan. Koordinasi operasional dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi di perairan dan aktivitas kapal yang sedang berlangsung.

Pemantauan terhadap situasi perairan di sekitar lokasi kejadian turut dilakukan oleh VTS Merak. Melalui pemantauan tersebut, kondisi lalu lintas kapal dapat diketahui dan perkembangan di area kejadian dapat menjadi bahan bagi pengaturan pelayaran. Informasi situasional membantu pihak terkait mengelola pergerakan kapal secara hati-hati, termasuk ketika kapal mendekati atau meninggalkan kawasan pelabuhan. Pengawasan ini berjalan seiring dengan pengaturan alur oleh KSOP Kelas I Banten agar kapal tetap memperoleh akses yang tertib.

Pengaturan dan pemantauan tersebut ditujukan untuk menjaga keselamatan pelayaran sekaligus mempertahankan kelancaran akses kapal keluar-masuk Pelabuhan Merak. Dengan seluruh dermaga tetap beroperasi dan alur pelayaran dikelola, aktivitas penyeberangan dapat terus berlangsung tanpa mengabaikan kondisi setelah tenggelamnya KMP Batumandi. Pengguna jasa dan awak kapal tetap perlu mengikuti arahan petugas serta ketentuan yang berlaku selama berada di kawasan pelabuhan dan perairan sekitarnya. Langkah ini membantu memastikan kegiatan pelabuhan tetap terkendali selama proses penanganan berlangsung.

Untuk mengantisipasi potensi pencemaran minyak di sekitar lokasi penanganan KMP Batumandi, KSOP Kelas I Banten menyiapkan langkah pencegahan melalui koordinasi lintas instansi. Koordinasi dilakukan bersama Pertamina, Vessel Traffic Service (VTS) Merak, serta Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai Kelas I Tanjung Priok. Perhatian terutama diarahkan pada perairan alur masuk Pelabuhan Merak, yang menjadi jalur penting bagi kapal-kapal menuju dan meninggalkan pelabuhan. Kesiapsiagaan di kawasan tersebut diperlukan agar potensi tumpahan dapat ditangani sedini mungkin, sekaligus mencegah dampaknya meluas ke area perairan yang lebih besar. Langkah antisipatif ini menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan laut dan mendukung keselamatan pelayaran selama proses penanganan berlangsung.

Salah satu tindakan yang disiapkan ialah pemasangan oil boom di area yang dinilai perlu mendapat perlindungan. Perangkat berbentuk penghalang terapung ini berfungsi membatasi pergerakan minyak di permukaan air, sehingga penyebarannya dapat ditahan dan diarahkan ke ruang yang lebih terkendali. Dengan demikian, risiko pencemaran terhadap perairan sekitar dapat diminimalkan, sementara petugas memiliki waktu dan ruang untuk melakukan penanganan lanjutan sesuai kondisi di lapangan. Pemasangan oil boom juga membantu melindungi jalur pelayaran dari kemungkinan dampak tumpahan, tanpa mengabaikan kebutuhan agar pergerakan kapal tetap berlangsung dengan aman. Pelaksanaan langkah ini melibatkan TB Rijaluta, RIB Cilegon, dan RIB Plaju, yang mendukung kesiapan serta kegiatan pengamanan di sekitar lokasi.

Pengawasan tidak berhenti setelah perangkat pencegahan disiapkan. KSOP Kelas I Banten terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan VTS Merak untuk memperoleh informasi mengenai kondisi perairan serta pergerakan kapal. Pertukaran informasi tersebut memungkinkan pengaturan lalu lintas pelayaran dilakukan secara responsif apabila situasi berubah atau diperlukan tindakan tambahan.

Baca juga: Penanganan Karhutla 2023: Upaya Terpadu di Palembang

banner 325x300