Pringsewu, |jejakperistiwa.id|
– Dinas Pertanian Kabupaten Pringsewu tutupmata atas pengelapan bantuan Tiga Puluh ekor sapai ke pada Kelompok Tani Mekarjaya Pekon Tanjug Dalam Kecamatan Pagelaran Lampung,21/01/25).
Kadis Pertanian Siti litaWati,SP melalui Kabid Peternakan dr Budi saat di konfirmasi di ruangannya dia berdalih bahwa yang dijual itu adalah anakan dari Tiga Puluh Ekor bantuan dari dinas Pertanian.
“Menurut keterangan Penyuluh Pertanian lapangan bahwa yang dijual tersebut adalah anakan dari bibit sapi tersebut,” ujarnya.
Hal itu berbanding terbalik data yang sudah di himpunan oleh awak media bahwa sapi tersebut sudah tidak ada lagi dan semuanya sudah terjual.
Lemahnya pengawasan Dinas Pertanian terhadap kelompok tani Mekarjaya sehingga terjdinya penyelwengan bantuan bibit ternak Sapi sebanyak Tiga Puluh Ekor tersebut yang samapi kini tidak jelas keberadaan sapi tersebut Kabid peternakan dr Budi selolah saling lempar tanggung jawab kepada Penyuluh Pertanian lapangan(PPL).
“Kalau sampen tidak percaya Coba temuilagi pengurus kelompok tani tersebut, walaupun bukan dengan Pak Nasip kan kepengurusannya bukan dia saja,”. Kilahnya.
Halini mengundang kecurigaan publik tidak becusnya pengawasan Dinas Pertanian Kabupaten Pringsewu terhadap kelompok tani yang nakal, diduga merugikan negara demi kepentingan pribadi Oknum Ketua Kelompok tani Mekarjaya
Halini dikatakan oleh dr Budi bahwa arsip ataupun dokemen Penyerahan bibit sapi tersebut sudah tidak ada lagi dan sudah hilang
“Itu tahun 2012 jadi arsip ataupun dokumen di Dinas Pertanian sudah tidak adalagi,” ujarnya.
Diberitakan Sebelumnya :
Diduga Nasip Ketua kelompok tani (Poktan ) Mekarjaya ,Pekon Tanjung Dalam ,kecamatan pagelaran ,kabupaten Pringsewu ,Lampung. mengelapkan bantuan tiga puluh ekor sapi bantuan dari dinas Pertanian hal itu diakui oleh ketua poktan terebut bahwa bantuan tersebut sudah dijual bersama lima belas abggotanya.(20.01.25)
“sapi bantuan terebut sudah dijual sebanyak 30 ekor bersama 15 anggota Poktan,” ujarnya.
Diduga kuat ada maen mata antara dinas pertanian dan ketua kelompok tani mekarjaya.
Sampai berita ini dibuat media belum menerima tanggapan dari kepala Dinas pertanian kab.pringsewu, diminta aparat penegak hukum memeriksa Dinas Pertanian Dan Kelompok Tani Mekarjaya.
(Team)