banner 728x250

Dukungan Pertagas untuk Penanganan Karhutla di Sumatera

Dukungan Pertagas untuk Penanganan Karhutla di Sumatera
banner 120x600
banner 468x60

Jakarta | PT Pertamina Gas (Pertagas), bagian dari Subholding Gas Pertamina, mendukung upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera melalui bantuan yang disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Dukungan ini mencakup penyaluran bantuan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan untuk membantu petugas menjalankan tugas selama penanganan karhutla, serta perhatian bagi masyarakat di sekitar jalur pipa Pertagas yang terdampak asap.

Bantuan untuk petugas diserahkan di Posko 4 Kertapati, kantor Kecamatan Kertapati, Palembang, pada 16 Oktober 2026. Penyerahan tersebut dihadiri unsur pemerintah daerah, aparat, dan relawan yang terlibat dalam penanganan bencana. Kehadiran berbagai pihak mencerminkan pentingnya koordinasi perusahaan, lembaga kebencanaan, pemerintah setempat, serta unsur lain yang bekerja di wilayah terdampak. Melalui komunikasi dengan BPBD, jenis dan penyaluran bantuan diarahkan agar sesuai dengan kebutuhan petugas, bukan semata-mata berdasarkan perkiraan dari luar lokasi.

banner 325x300

Karhutla dapat menimbulkan dampak yang meluas, termasuk paparan asap bagi warga yang tinggal atau beraktivitas di sekitar area terdampak. Karena itu, Pertagas juga memberikan bantuan kepada masyarakat di sekitar jalur pipa yang merasakan dampak asap. Perhatian terhadap warga tersebut melengkapi dukungan operasional bagi petugas, sekaligus menunjukkan bahwa respons bencana perlu mempertimbangkan kebutuhan kelompok yang menghadapi risiko secara langsung. Penyaluran bantuan masyarakat dilakukan dengan memperhatikan kondisi setempat dan kebutuhan yang disampaikan melalui koordinasi terkait.

Dukungan Pertagas merupakan bagian dari kontribusi perusahaan dalam membantu penanganan keadaan darurat di sekitar wilayah operasionalnya. Dalam situasi karhutla, kerja sama dan penyampaian informasi yang tepat dapat membantu bantuan menjangkau pihak yang memerlukannya. Peran BPBD, aparat, relawan, dan pemerintah daerah tetap penting dalam mengidentifikasi kebutuhan serta mengoordinasikan respons di lapangan. Dengan pendekatan tersebut, bantuan perusahaan diharapkan dapat mendukung kelancaran tugas petugas sekaligus meringankan beban warga yang terdampak asap, tanpa menggantikan tanggung jawab lembaga penanganan bencana maupun upaya pemerintah dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan.

Bantuan perlengkapan yang disalurkan Pertagas dirancang untuk mendukung kebutuhan petugas selama menangani kebakaran hutan dan lahan di Sumatera. Selain peralatan pelindung, bantuan mencakup paket kebutuhan tambahan makanan. Isi paket tersebut terdiri atas susu murni, minuman penyegar, air mineral, biskuit, dan mi instan. Beragam bahan konsumsi ini dapat membantu menjaga stamina petugas ketika mereka menjalankan tugas di lapangan.

Ketersediaan makanan dan minuman menjadi salah satu dukungan praktis dalam situasi penanganan karhutla. Petugas membutuhkan asupan selama menjalankan kegiatan, sementara kondisi lapangan dapat menuntut mereka bekerja di tengah paparan asap dan aktivitas yang intensif. Paket konsumsi tersebut memberikan pilihan asupan yang mudah dibawa dan dikonsumsi sesuai kebutuhan. Susu, minuman penyegar, serta air mineral melengkapi biskuit dan mi instan sebagai bagian dari bantuan untuk menunjang kebutuhan petugas.

Perlengkapan pelindung yang diberikan meliputi masker KN95, kacamata pelindung, dan sarung tangan antipotong. Bantuan juga mencakup perlengkapan kesehatan sesuai kebutuhan lapangan serta cartridge filter. Peralatan tersebut ditujukan untuk membantu mengurangi paparan partikel maupun kontaminan selama penanganan kebakaran. Masker dan cartridge filter mendukung upaya perlindungan pernapasan, sedangkan kacamata membantu melindungi area mata. Sarung tangan antipotong menjadi pelindung tambahan bagi tangan saat petugas melakukan kegiatan di lokasi.

Perlengkapan itu merupakan dukungan untuk membantu petugas menjalankan tugas dengan perlindungan yang sesuai kebutuhan lapangan. Penggunaannya tetap perlu disesuaikan dengan kondisi dan tata cara keselamatan yang berlaku, termasuk pemilihan perlengkapan kesehatan yang dibutuhkan. Dengan demikian, bantuan tidak hanya berfokus pada kebutuhan konsumsi, tetapi juga pada upaya mengurangi paparan risiko ketika petugas menangani karhutla di Sumatera.

Dukungan juga diberikan kepada warga yang terdampak atau berada di sekitar lokasi penanganan. Bantuan bagi warga meliputi kebutuhan konsumsi, masker respirator setengah wajah, dan kacamata pelindung. Kebutuhan konsumsi membantu memenuhi keperluan dasar, sementara masker dan kacamata merupakan perlengkapan perlindungan yang dapat digunakan sesuai kondisi. Penyaluran bagi petugas dan warga ini menunjukkan bahwa bantuan mencakup kelompok yang terlibat langsung dalam penanganan maupun masyarakat yang membutuhkan dukungan di lapangan.

Pertagas memberikan dukungan operasional untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Cambai. Dukungan tersebut dilakukan dengan mengerahkan tim tanggap darurat serta mobil pemadam kebakaran perusahaan ke lokasi yang membutuhkan bantuan. Kehadiran sumber daya ini ditujukan untuk mendukung upaya pemadaman bersama petugas dan unsur lain yang telah berada di lapangan. Pengerahan dilakukan dengan memperhatikan kondisi serta kebutuhan penanganan di wilayah terdampak, agar bantuan dapat digunakan secara tepat dalam rangkaian respons darurat.

Dalam pelaksanaan tugas, keselamatan personel menjadi perhatian penting. Penanganan melibatkan unsur kesehatan, keselamatan kerja, dan lingkungan (K3L), bersama tim emergency response Pertagas. Keterlibatan tim lintas fungsi tersebut mendukung kesiapan personel dalam menjalankan pekerjaan di area kebakaran, sekaligus membantu memastikan aspek keselamatan dan kondisi kesehatan tetap diperhatikan selama operasi berlangsung. Mobil pemadam dan tim tanggap darurat perusahaan bekerja dalam koordinasi dengan pihak-pihak yang memiliki peran dalam penanganan karhutla, sehingga kegiatan di lapangan dapat disesuaikan dengan situasi dan pembagian tugas.

Kolaborasi juga melibatkan BPBD, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Manggala Agni, perusahaan lain, serta satuan tugas penanganan karhutla. Kerja bersama berbagai unsur ini penting untuk memperkuat koordinasi lapangan dan mempercepat upaya pemadaman. Dengan komunikasi dan dukungan yang terkoordinasi, kebutuhan personel maupun sarana dapat ditangani secara lebih terpadu. Upaya tersebut sekaligus diarahkan untuk mencegah api meluas ke area lain, terutama kawasan yang dapat mengancam keselamatan masyarakat atau berdampak pada fasilitas operasional. Dukungan Pertagas menjadi bagian dari respons bersama, bukan pengganti peran lembaga dan petugas yang berwenang. Pemantauan situasi serta koordinasi antartim tetap diperlukan sepanjang penanganan, agar pengerahan sumber daya dapat menyesuaikan perkembangan kondisi di Cambai dan keselamatan seluruh personel maupun masyarakat tetap menjadi pertimbangan utama.

Perwakilan BPBD Sumatera Selatan, Dwi Zadine, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pertagas dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan. Bantuan logistik, pengerahan tim, serta penyediaan armada pemadam dinilai membantu mendukung upaya petugas di lapangan. Dalam kondisi kebakaran yang dapat berubah cepat, dukungan tersebut melengkapi kesiapan pemerintah daerah dan unsur terkait untuk merespons titik api serta mengurangi dampak terhadap warga dan lingkungan sekitar.

Dwi juga menekankan pentingnya ketersediaan extra fooding dan alat pelindung diri (APD) bagi petugas. Asupan tambahan membantu menjaga stamina selama menjalankan tugas, sementara APD berperan melindungi keselamatan mereka dari paparan asap pekat. Perlindungan bagi personel menjadi perhatian penting, terutama ketika petugas harus bekerja di wilayah terdampak dalam waktu lama dan menghadapi kondisi lapangan yang menantang. Kebutuhan logistik dan perlengkapan keselamatan yang memadai turut menunjang kelancaran operasi pemadaman.

Menurut Dwi, kolaborasi pemerintah dan dunia usaha dapat mendukung percepatan penanganan kebakaran, sekaligus memperkuat perlindungan bagi masyarakat dan lingkungan. Corporate Secretary Pertagas, Sulthani Adil Mangatur, menyatakan bahwa bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk membantu penanganan bencana, menjaga keselamatan masyarakat, serta melindungi fasilitas operasional di sekitar wilayah terdampak. Pertagas menyatakan koordinasi dengan pihak terkait akan terus dilakukan agar dukungan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Bersamaan dengan itu, perusahaan berupaya menjaga keandalan infrastruktur dan kelancaran pasokan gas bagi pelanggan industri, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta rumah tangga. Komitmen tersebut, menurut perusahaan, sejalan dengan pelaksanaan program tanggung jawab sosial dan lingkungan yang berkelanjutan.

Baca juga: Dukungan Kemendikbud untuk Inovasi Teknologi Semikonduktor | Kasus Suap HGB Summarecon: Dukungan dan Kooperasi dari Menteri ATR/BPN | Lanud Sjamsudin Noor Kerahkan Tangki Portable dan Gambut Injection di Kawasan Ring I Bandara Sjamsudin Noor Atasi Titik Api Karhutla

banner 325x300