banner 728x250

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran Catat Investasi Rp3.923,2 Triliun

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran Catat Investasi Rp3.923,2 Triliun
banner 120x600
banner 468x60

Jakarta | Realisasi investasi selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mencapai Rp3.923,2 triliun. Nilai tersebut setara dengan 30,1% dari target investasi periode 2025–2029 yang ditetapkan sebesar Rp13.032,8 triliun. Pada periode yang sama, investasi itu menyerap 5.485.944 tenaga kerja Indonesia. Data tersebut disampaikan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan P. Roeslani di Istana Negara, Selasa, 20 Oktober 2026.

Angka realisasi tersebut menggambarkan capaian investasi yang telah dihimpun sejak pemerintahan Prabowo-Gibran berjalan, sekaligus menunjukkan bagian dari sasaran lima tahun yang sudah tercapai. Dengan porsi 30,1%, lebih dari seperempat target periode 2025–2029 telah terealisasi berdasarkan data yang disampaikan pemerintah. Target keseluruhan sebesar Rp13.032,8 triliun menjadi tolok ukur untuk menilai perkembangan investasi hingga akhir periode tersebut.

banner 325x300

Di luar nilai modal yang masuk, penyerapan tenaga kerja menjadi salah satu indikator penting dari kegiatan investasi. Jumlah 5.485.944 pekerja menunjukkan besarnya tenaga kerja Indonesia yang terserap dalam kegiatan terkait investasi selama dua tahun tersebut. Namun, angka agregat ini belum merinci pembagian berdasarkan sektor, wilayah, jenis pekerjaan, ataupun karakteristik pekerja. Rincian itu dapat membantu pembaca memahami lebih jauh bagaimana manfaat investasi tersebar.

Penyampaian capaian oleh Rosan di Istana Negara menempatkan realisasi investasi dan penciptaan kesempatan kerja sebagai dua ukuran yang saling melengkapi. Nilai investasi menunjukkan skala modal yang terealisasi, sedangkan jumlah pekerja menggambarkan salah satu dampaknya terhadap tenaga kerja. Untuk membaca perkembangan selanjutnya, capaian berikutnya dapat dibandingkan dengan target kumulatif maupun tahunan, dengan memperhatikan metodologi dan cakupan data yang digunakan. Perbandingan berkala juga dapat memperlihatkan laju pencapaian menuju sasaran Rp13.032,8 triliun. Dengan demikian, angka dua tahun ini memberikan gambaran awal tentang kemajuan investasi pada periode pemerintahan berjalan, bukan gambaran akhir dari keseluruhan target lima tahun. Pemerintah masih perlu melaporkan perkembangan pada periode berikutnya agar kemajuan dan penyerapan tenaga kerja dapat dinilai secara berkelanjutan.

Untuk membaca angka investasi sebesar Rp3.923,2 triliun, penting memahami terlebih dahulu periode yang menjadi dasar penghitungan dalam bahan tayang pemerintah. Rentang yang disajikan bukan dua tahun kalender penuh yang dimulai pada Januari 2024 dan berakhir pada Desember 2025, ataupun periode Januari 2025 hingga Desember 2026. Bahan tersebut mencakup triwulan IV 2024 sampai dengan triwulan III 2026. Karena itu, angka kumulatif perlu dibaca sesuai batas waktu yang disebutkan, agar perbandingan dan pemaknaan terhadap kinerja investasi tidak bergeser. Pengelompokan ini mengikuti cara pemerintah memaparkan capaian selama masa awal pemerintahan Prabowo-Gibran, dengan triwulan sebagai satuan pelaporan yang menentukan kapan periode dimulai dan berakhir.

Rosan menjelaskan bahwa hitungan dua tahun tersebut dimulai pada triwulan IV 2024, bukan sejak awal tahun 2024. Dengan kata lain, bulan-bulan pertama 2024 tidak termasuk dalam rentang yang digunakan untuk menyusun angka capaian itu. Titik awalnya berada pada bagian akhir tahun, sehingga pembacaan periode harus mengikuti tanggal dan triwulan yang menjadi acuan, bukan sekadar menyamakan istilah “dua tahun” dengan dua tahun kalender. Penjelasan ini penting karena perbedaan titik awal dapat mengubah cakupan data yang dihimpun. Saat merujuk pada total investasi, pembaca perlu mempertahankan batas yang diterangkan Rosan agar angka tersebut tidak dianggap mewakili rentang yang lebih panjang atau berbeda dari paparan pemerintah.

Secara berurutan, rentang itu terdiri atas triwulan IV 2024, keseluruhan tahun 2025, serta periode 2026 yang hanya mencakup sampai triwulan III. Susunan tersebut meliputi satu triwulan pada 2024, empat triwulan sepanjang 2025, dan tiga triwulan pertama 2026. Dengan demikian, cakupannya adalah delapan triwulan pelaporan, bukan dua tahun kalender utuh yang masing-masing berjalan dari Januari hingga Desember. Penyebutan dua tahun merujuk pada rentang penghitungan yang dijelaskan dalam bahan tayang, sedangkan batas awal dan akhirnya tetap mengikuti periode aktual tersebut. Memahami rincian ini membantu pembaca menafsirkan angka investasi secara tepat, sekaligus menghindari anggapan bahwa data mencakup seluruh 2024 atau triwulan terakhir 2026.

Dalam dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, realisasi investasi tercatat sebesar Rp3.923,2 triliun. Berdasarkan wilayah, nilai tersebut terbagi Jawa dan luar Jawa. Investasi di luar Jawa mencapai Rp2.031,0 triliun, dengan porsi sebesar 51,8% dari total. Sementara itu, wilayah Jawa mencatat Rp1.892,2 triliun atau 48,2%. Angka tersebut menunjukkan rincian nilai dan proporsi investasi pada masing-masing kelompok wilayah dalam periode dua tahun pemerintahan tersebut.

Pada kelompok luar Jawa, jumlah investasi sebesar Rp2.031,0 triliun mencakup 51,8% dari keseluruhan realisasi. Proporsi tersebut dihitung terhadap total Rp3.923,2 triliun. Dengan demikian, bagian luar Jawa mencakup sedikit lebih dari separuh nilai investasi yang tercatat selama dua tahun. Penyajian angka nominal dan persentase ini memperlihatkan besaran investasi di luar Jawa dalam dua ukuran yang sama, yakni nilai rupiah dan porsi terhadap total.

Di wilayah Jawa, realisasi investasi mencapai Rp1.892,2 triliun. Nilai tersebut setara dengan 48,2% dari total investasi selama periode yang sama. Angka nominal ini berada di bawah nilai yang tercatat di luar Jawa, sementara porsinya juga lebih kecil. Kedua indikator tersebut menyajikan gambaran yang sepadan: nilai dalam triliun rupiah dan persentase terhadap keseluruhan investasi. Dengan mencantumkan keduanya, komposisi investasi di Jawa dapat dibaca bersama dengan proporsi wilayah tersebut dalam total realisasi.

Jika kedua kelompok wilayah ditempatkan berdampingan, luar Jawa menyumbang Rp2.031,0 triliun atau 51,8%, sedangkan Jawa menyumbang Rp1.892,2 triliun atau 48,2%. Jumlah nilai investasi kedua kelompok tersebut sesuai dengan total Rp3.923,2 triliun. Demikian pula, proporsi masing-masing wilayah membentuk keseluruhan 100%. Rincian ini menampilkan pembagian investasi secara lengkap berdasarkan dua cakupan wilayah, dengan angka nominal dan persentase yang dapat dibandingkan secara langsung untuk periode pemerintahan dua tahun.

Realisasi investasi sebesar Rp3.923,2 triliun selama dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran berasal dari dua sumber utama, yakni penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan penanaman modal asing (PMA). PMDN tercatat mencapai Rp1.998,7 triliun atau 50,9% dari total investasi. Sementara itu, PMA menyumbang Rp1.924,5 triliun, setara dengan 49,1%. Angka tersebut menunjukkan bahwa modal domestik memberikan porsi sedikit lebih besar, meskipun selisih kontribusinya tidak jauh.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menyampaikan bahwa kontribusi PMDN dan PMA terhadap capaian tersebut berbanding tipis. Komposisi yang hampir seimbang ini menggambarkan peran bersama investor dalam negeri dan investor asing dalam mendukung kegiatan ekonomi serta pembentukan investasi. PMDN menjadi sumber pembiayaan utama dengan selisih sekitar Rp74,2 triliun dibandingkan PMA. Namun, porsi kedua kategori tetap berada dekat dengan separuh dari keseluruhan nilai investasi yang dicatat dalam periode tersebut. Pemaparan komposisi ini memberi gambaran mengenai asal modal, bukan semata-mata besarnya capaian secara agregat.

Di luar realisasi dua tahun tersebut, pemerintah juga memiliki sasaran investasi untuk jangka menengah. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas memberikan target investasi sebesar Rp13.032,8 triliun untuk periode 2025–2029 kepada Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM.

Baca juga: Investasi Rp 2,4 Triliun untuk Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik di Bogor | Kritik Prabowo kepada Para Pakar yang Mencemaskan | Mendorong Ketahanan Siber di Indonesia Melalui Investasi Strategis

banner 325x300