Raja Ampat – Penemuan sesosok mayat laki-laki menggegerkan warga di perairan Kampung Waipun, Distrik Waigeo Timur, Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat Data, Selasa (26/5/2026).
Saat di temukan Jenazah pria tersebut sudah mengapung di sekitar perairan kampung akhirnya dievakuasi oleh tim gabungan Polres Raja Ampat bersama unsur TNI AL dan Basarnas.
Kapolres Raja Ampat, AKBP Jems Oktovianus Tegai, S.I.K., memimpin langsung penanganan dan evakuasi jenazah tersebut. Tim evakuasi terdiri dari Kasat Reskrim Polres Raja Ampat Iptu Arantaun, SH, Kasat Intelkam Iptu Susilo, SH, Kapolsek Waigeo Selatan Iptu Rudolf Angwarmas, SH, Kasat Polair Iptu Veni Maulana, SH, Kasiekum Iptu Sabri Tarafanur, SH, Kapolsek Waigeo Utara Iptu Pit Yunus Dimara, Kasie Propam Ipda Hendra Praja, SH, personel TNI AL Raja Ampat, Basarnas, serta personel Polres Raja Ampat lainnya.
Kemudian tim gabungan melaksanakan apel kesiapan di Pelabuhan Falaya, Waisai, yang dipimpin Kasat Reskrim Polres Raja Ampat. Dalam apel tersebut, seluruh personel menerima arahan pelaksanaan tugas sebelum bergerak menuju lokasi penemuan mayat.
Pada pukul 11.55 WIT, tim bertolak menggunakan speed boat milik Polair menuju Kampung Waipun dan tiba sekitar pukul 13.00 WIT. Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan proses evakuasi jenazah dari pesisir pantai ke atas speed boat. Sebelumnya, jenazah tersebut telah diamankan oleh warga setempat ke bibir pantai untuk memudahkan proses penanganan.
Proses evakuasi berlangsung sekitar 50 menit dan selesai pada pukul 13.50 WIT. Tim kemudian membawa jenazah menuju Pelabuhan Falaya Waisai dan tiba sekitar pukul 14.40 WIT. Selanjutnya, jenazah dibawa menggunakan mobil ambulans menuju RSUD Kabupaten Raja Ampat guna keperluan identifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut.
Salah seorang saksi berinisial CY, seorang nelayan setempat, turut dimintai keterangan oleh pihak kepolisian terkait penemuan mayat tersebut.
Hingga kini identitas korban masih dalam tahap penyelidikan. Korban diketahui berjenis kelamin laki-laki, namun nama, usia, dan alamatnya belum dapat dipastikan oleh petugas.
Berdasarkan ciri-ciri yang ditemukan, korban mengenakan celana jeans warna hitam, baju warna hijau, kaos warna biru, serta menggunakan life jacket berwarna oranye. Kondisi jenazah sudah mengalami pembusukan berat, di mana bagian kepala telah menjadi tengkorak dan tubuh korban mengalami pembengkakan.
Saat ini pihak Polres Raja Ampat masih melakukan penyelidikan guna mengungkap identitas korban serta penyebab pasti kematiannya.
(Tim/Red)










