JAKARTA – Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia, Bambang Soesatyo (Bamsoet), menuturkan prospek bisnis bagi para investor global termasuk pengusaha China di Indonesia masih sangat besar dan terbuka lebar, seiring kebutuhan pembangunan nasional yang terus meningkat di berbagai sektor strategis. Peluang tersebut mencakup sektor infrastruktur, hilirisasi mineral, energi baru terbarukan, baterai, otomotif hingga ekonomi digital yang masih membutuhkan dukungan modal dan teknologi.
“Hubungan Indonesia dan China hari ini sudah bergerak dari sekadar mitra dagang menuju mitra strategis yang ikut menentukan arah masa depan ekonomi nasional. Ini peluang besar yang harus dikelola dengan baik dalam memperkuat kepentingan nasional Indonesia,” ujar Bamsoet usai bertemu Dubes China untuk Indonesia Wang Lutong, di kediaman resmi Duta Besar di Jakarta, Senin (18/5/26).
Bamsoet sendiri merupakan salah satu share holder of JIO Distribusi Indonesia (JDI), pemegang merek mobil Jeep BAIC di Indonesia yang bekerjasama dengan Beijing Automotive Group Co. Ltd dan Taxi terbang listrik otonom EHang 216-S buatan China serta konsorsium perusahaan asal China, yakni PT Sheng Wei New Energy Technology dan Beijing Jianlong Heavy Industry Group, untuk membangun smelter nikel dan pabrik baja di Indonesia.
Turut hadir Atase Kepolisian Kedutaan Besar China untuk Indonesia, Yang Chunyan.
Ketua DPR RI ke-20 dan Ketua Komisi III DPR RI ke-7 memaparkan, data perdagangan terbaru menunjukkan hubungan ekonomi kedua negara memang semakin besar. Nilai ekspor Indonesia ke China sepanjang 2025 mencapai sekitar US$ 67,04 miliar. Produk utama yang diekspor meliputi besi baja, batu bara, nikel, minyak sawit, hingga berbagai komoditas mineral strategis. Sementara impor Indonesia dari China mencapai sekitar US$ 87,54 miliar, didominasi mesin industri, peralatan elektronik, kendaraan, hingga teknologi manufaktur.
“Salah satu contoh paling nyata dari kedekatan ekonomi Indonesia – China terlihat pada pengembangan industri hilirisasi nikel. Investasi perusahaan-perusahaan China di Sulawesi dan Maluku Utara mendorong Indonesia menjadi produsen nikel terbesar dunia sekaligus pemain utama rantai pasok baterai kendaraan listrik global. Dalam data perdagangan tahun 2025, ekspor nikel Indonesia ke China mencapai sekitar US$ 7,86 miliar,” kata Bamsoet.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Wakil Ketua Umum/Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menambahkan, tantangan utama Indonesia saat ini adalah memastikan kerja sama strategis dengan China menghasilkan transfer teknologi, penguatan sumber daya manusia dan peningkatan kapasitas industri nasional. Bamsoet mengingatkan agar Indonesia tidak terjebak hanya menjadi pemasok bahan baku dan pasar bagi industri asing. Apalagi, struktur perdagangan kedua negara masih menunjukkan ketimpangan karena Indonesia lebih banyak mengekspor komoditas mentah atau setengah jadi, sementara China mendominasi ekspor produk manufaktur dan teknologi tinggi ke Indonesia.
“Setiap proyek strategis harus memberi manfaat ekonomi jangka panjang bagi rakyat. Investasi asing harus menjadi instrumen untuk memperkuat industri nasional, bukan membuat kita semakin bergantung. Transfer teknologi, riset bersama, penguatan tenaga kerja nasional dan keterlibatan industri lokal wajib menjadi prioritas dalam setiap kerja sama strategis,” tegas Bamsoet.
Ketua Dewan Pembina Perkumpulan Alumni Doktor Ilmu Hukum Universitas Padjajaran ini menambahkan, Indonesia harus tetap menjaga keseimbangan geopolitik dalam menghadapi dinamika global yang semakin kompleks. Hubungan erat dengan China penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional, tetapi Indonesia tetap harus memperkuat kerja sama dengan negara-negara lain seperti Jepang, Amerika Serikat, Korea Selatan, India dan Uni Eropa agar posisi tawar Indonesia tetap kuat di tingkat dunia.
“Politik luar negeri bebas aktif harus menjadi fondasi utama. Indonesia harus mampu bekerja sama dengan semua kekuatan ekonomi dunia tanpa kehilangan independensi dan kepentingan nasional. Kerja sama strategis harus menghasilkan kedaulatan ekonomi nasional,” pungkas Bamsoet. (*)
- Dorong Penyelesaian Sengketa Berbasis Kearifan Lokal, Mentri Hukum RI Resmikan Posbankum Se-PBD dan PB
- Era Baru Keamanan Jakarta: CCTV Terintegrasi Tingkatkan Respons Cepat Insiden Kota
- Dibuka Wamenpora Taufik Hidayat, Bamsoet Apresiasi Arena Selatan 2026, Tinju Pelajar Jadi Solusi Tekan Kekerasan Pelajar















Respon (1)