banner 728x250

Akses Penonton ke GBLA Jadi Sorotan, Pemprov Jabar Siapkan Pembahasan dengan Jasa Marga

Pelaku Pencurian Kabel Lampu Lalu Lintas Ditangkap Saat Beraksi di Bandung
banner 120x600
banner 468x60

Kota Bandung | Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana mengundang PT Jasa Marga untuk membahas akses gerbang tol menuju Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung. Rencana ini muncul di tengah perhatian terhadap kepadatan lalu lintas yang kerap terjadi ketika Persib Bandung menjalani pertandingan di stadion tersebut. Pembahasan diharapkan menjadi ruang untuk menilai kemungkinan pengaturan akses yang dapat membantu kelancaran perjalanan penonton.

Salah satu hal yang akan dibicarakan ialah kemungkinan membuka kembali akses gerbang tol yang dinilai berpotensi menjadi jalur alternatif bagi masyarakat menuju kawasan stadion. Jika dapat diterapkan dengan memperhatikan aspek keselamatan dan operasional jalan tol, akses tersebut berpeluang mengurangi beban kendaraan pada ruas jalan yang biasa dilalui penonton. Namun, manfaatnya perlu dikaji bersama berdasarkan kondisi lapangan, pola kedatangan suporter, serta kesiapan pengelolaan lalu lintas.

banner 325x300

Perhatian terhadap akses ini berkaitan dengan tingginya mobilitas penonton pada hari pertandingan. Kendaraan yang datang hampir bersamaan dapat menimbulkan antrean di sejumlah titik, terutama di sekitar jalur menuju GBLA. Karena itu, pembahasan dengan Jasa Marga diharapkan mencakup pula kebutuhan koordinasi pengelola jalan tol, pemerintah daerah, dan pihak terkait lainnya. Pengaturan arus masuk dan keluar, rambu, serta petugas di lapangan menjadi bagian penting agar solusi yang dipilih tidak memindahkan kemacetan ke titik lain.

Meski demikian, rencana pemanggilan Jasa Marga belum berarti akses gerbang tol telah dibuka kembali. Belum ada keputusan pelaksanaan yang dapat dipastikan hanya dari rencana pembahasan tersebut. Pemerintah provinsi dan pihak pengelola masih perlu bertukar informasi, menilai kelayakan, serta menyepakati mekanisme jika akses itu dinilai memungkinkan. Dengan demikian, publik perlu membedakan usulan yang sedang disiapkan dan kebijakan yang sudah berlaku. Perkembangan berikutnya akan bergantung pada hasil koordinasi dan pertimbangan teknis, termasuk keselamatan pengguna jalan serta dampaknya terhadap arus lalu lintas di sekitar GBLA.Deputi CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, menyoroti keterbatasan jalur yang dapat digunakan penonton untuk menuju Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Dalam keterangannya pada Kamis, 15 Oktober 2026, ia menyampaikan bahwa akses menuju stadion yang tersedia saat ini hanya melalui KM 149. Jalur tersebut melayani arus kendaraan dari arah barat menuju Gedebage. Dengan kondisi itu, pilihan akses yang disebut Adhitia masih terbatas pada satu jalur yang mengarah ke kawasan stadion.

Adhitia juga menjelaskan bahwa belum tersedia akses menuju stadion dari arah Cileunyi. Ia menyebut tidak ada pula akses dari arah lain yang dimaksud dalam keterangannya. Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa jalur menuju GBLA belum menjangkau penonton dari semua arah yang ia sebutkan. Karena itu, persoalan akses tidak hanya berkaitan dengan keberadaan jalan menuju stadion, tetapi juga dengan arah asal perjalanan yang dapat dilayani melalui jalur tersebut. Keterangan ini menjadi pokok perhatian dalam pembahasan mengenai kemudahan penonton mencapai stadion.

Informasi mengenai akses yang hanya tersedia dari KM 149, dengan arus dari barat menuju Gedebage, memperlihatkan batasan yang disampaikan pihak Persib. Sementara itu, belum tersedianya jalur dari Cileunyi maupun arah lain sebagaimana disebutkan Adhitia menandai adanya kebutuhan untuk membicarakan pilihan akses secara lebih luas. Uraian tersebut tidak menyertakan rincian tambahan mengenai lokasi jalur lain ataupun waktu perjalanan, sehingga persoalan yang dapat dipastikan dari keterangannya berfokus pada arah akses yang ada dan belum ada. Bagi penonton, keterangan ini memberi gambaran mengenai kondisi jalur yang tersedia saat ini tanpa mengubahnya menjadi klaim tentang akses yang tidak disampaikan. Hal tersebut menjadi konteks penting dalam pembahasan akses ke GBLA.

Adhitia menyebut akses tol KM 151 sebagai salah satu jalur alternatif yang dapat dipertimbangkan untuk membantu perjalanan menuju Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Namun, keberadaan akses tersebut belum berarti kendaraan dapat melaju langsung dari jalan tol ke kawasan stadion. Jalur KM 151 tidak tersambung langsung dengan GBLA, sehingga pengguna jalan masih perlu melanjutkan perjalanan melalui ruas jalan lain sebelum mencapai area tujuan. Karena itu, akses ini dapat menjadi pilihan rute, tetapi tidak menghilangkan kebutuhan untuk mengatur perjalanan lanjutan.

Keterbatasan koneksi tersebut menjadi bagian dari persoalan akses yang dirasakan penonton, terutama mereka yang datang dari arah timur. Perjalanan tidak hanya bergantung pada ketersediaan pintu tol, tetapi juga pada kesinambungan jaringan jalan setelah kendaraan keluar dari tol. Jika hubungan antarruas belum memadai atau arus kendaraan terkonsentrasi pada jalur tertentu, waktu tempuh menuju stadion dapat bertambah. Kondisi lalu lintas pada hari pertandingan, termasuk kepadatan di sekitar kawasan GBLA, juga dapat memengaruhi kelancaran perjalanan.

Dengan demikian, pembahasan mengenai KM 151 perlu melihat fungsi jalur itu secara proporsional. Akses tersebut tetap dapat digunakan sebagai alternatif sesuai kondisi perjalanan, tetapi belum menyediakan koneksi langsung hingga kawasan stadion. Informasi mengenai rute lanjutan, kapasitas jalan, serta pengaturan arus kendaraan menjadi penting agar penonton dapat memperkirakan perjalanan dengan lebih baik. Penilaian terhadap kebutuhan perbaikan akses juga perlu mempertimbangkan asal perjalanan dan pola kedatangan penonton, khususnya dari wilayah timur. Hal ini dapat menjadi bahan pembahasan lebih lanjut pemerintah daerah dan pihak terkait, termasuk pengelola jalan tol, tanpa menganggap KM 151 sebagai akses yang sepenuhnya tidak dapat dimanfaatkan. Dengan penjelasan tersebut, masyarakat dapat membedakan tersedianya jalur alternatif dan tersedianya hubungan jalan yang langsung menuju GBLA.Adhitia berharap akses di KM 147 dapat dibuka kembali agar kendaraan yang menuju Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) bisa bergerak lebih langsung dari jalur tol ke kawasan stadion. Usulan tersebut dinilai dapat menjadi salah satu opsi untuk memudahkan perjalanan penonton, terutama ketika pertandingan atau kegiatan besar membuat arus kendaraan menuju GBLA meningkat. Dengan akses yang lebih dekat, pengendara berpotensi tidak perlu menempuh jalur memutar melalui sejumlah ruas jalan lokal. Namun, harapan itu masih berupa usulan dan belum dapat dipandang sebagai keputusan mengenai pembukaan akses.

Pembukaan jalur KM 147 juga tidak cukup dilakukan dengan mengaktifkan kembali titik yang pernah digunakan. Berdasarkan keterangan yang disampaikan, diperlukan pembangunan akses tol agar kendaraan dapat masuk dan keluar dengan aman serta tersambung menuju GBLA. Pembangunan tersebut perlu dibahas dengan mempertimbangkan kelayakan teknis, keselamatan pengguna jalan, pengaturan lalu lintas, dan keterhubungan dengan jaringan jalan di sekitar stadion. Karena itu, penyediaan akses langsung berhubungan dengan perencanaan infrastruktur, bukan sekadar perubahan pengaturan lalu lintas sementara.

Lokasi KM 147 disebut pernah dibuka sekitar dua tahun sebelumnya, sebelum kemudian ditutup kembali. Pengalaman tersebut menjadi konteks penting dalam menilai usulan pembukaan ulang, tetapi tidak dengan sendirinya memastikan akses itu dapat digunakan kembali dalam kondisi sekarang. Berbagai aspek yang melatarbelakangi penutupan dan kebutuhan pembangunan perlu diperiksa dalam pembahasan bersama pihak yang berwenang. Informasi mengenai riwayat tersebut juga menunjukkan bahwa status akses dapat berubah mengikuti pertimbangan operasional dan teknis.

Usulan Adhitia mengenai KM 147 berkaitan dengan rencana Pemprov Jawa Barat untuk membahas persoalan akses penonton ke GBLA bersama Jasa Marga. Forum pembahasan itu dapat menjadi ruang untuk menyampaikan kebutuhan pengguna, mengevaluasi kemungkinan pembangunan, serta mengidentifikasi persyaratan yang harus dipenuhi. Sampai ada keterangan lebih lanjut, belum ada hasil atau jadwal tindak lanjut yang dapat dipastikan. Dengan demikian, pembukaan akses tetap menjadi gagasan yang menunggu pembahasan pemerintah daerah dan pengelola jalan tol.

Baca juga: Sorotan Tajam Sabung Ayam di Weru Kandat, Aparat Diminta Buka Langkah Penindakan | Sorotan Terbaru Selebgram Leona Kanza: Pesan Tak Pantas dari Dokter | Transformasi Energi dan Digital di Indonesia: IEE Series 2026 Jadi Sorotan

banner 325x300