banner 728x250

Terbongkarnya Jalur Sabu ke Rutan Depok hingga Peran Oknum Pegawai Berinisial S

Terbongkarnya Jalur Sabu ke Rutan Depok hingga Peran Oknum Pegawai Berinisial S
banner 120x600
banner 468x60

Sebuah video yang menampilkan sejumlah pria berjoget di dalam sebuah ruangan menjadi perhatian setelah beredar dan dikaitkan dengan dugaan aktivitas narkotika. Dalam rekaman tersebut, para pria terlihat berada dalam suasana santai sambil diduga mengonsumsi narkoba. Kemunculan video itu memicu pertanyaan mengenai lokasi serta kemungkinan adanya pelanggaran serius di lingkungan lembaga pemasyarakatan.

Pada awalnya, rekaman tersebut disebut-sebut dibuat di Lapas Depok. Penyebutan itu kemudian mengalami klarifikasi. Berdasarkan informasi yang berkembang, lokasi yang dimaksud bukan Lapas Depok, melainkan Rutan Depok, Jawa Barat. Perbedaan lapas dan rutan menjadi penting karena berkaitan dengan ketepatan informasi mengenai tempat berlangsungnya dugaan peristiwa tersebut.

banner 325x300

Klarifikasi lokasi itu turut mengarahkan perhatian publik dan aparat pada kondisi di dalam Rutan Depok. Video tersebut tidak lagi dipandang semata-mata sebagai rekaman yang beredar di media sosial, tetapi juga sebagai petunjuk awal yang perlu ditelusuri secara lebih mendalam. Dugaan adanya konsumsi narkoba di dalam rutan menimbulkan persoalan mengenai pengawasan, keamanan, serta kemungkinan keterlibatan pihak tertentu dalam membiarkan atau memfasilitasi aktivitas terlarang.

Pengungkapan video itu kemudian menjadi konteks awal terbongkarnya dugaan penggunaan narkotika oleh narapidana di dalam Rutan Depok. Rekaman tersebut membuka jalur penyelidikan terhadap bagaimana aktivitas semacam itu dapat berlangsung di balik lingkungan yang seharusnya berada dalam pengawasan ketat. Karena itu, penelusuran tidak hanya berfokus pada isi video, tetapi juga pada lokasi, mekanisme masuknya barang terlarang, dan pihak-pihak yang mungkin mengetahui peristiwa tersebut.

Terungkapnya jalur masuk sabu ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Depok bermula dari pemeriksaan terhadap dua narapidana berinisial AA dan SW. Pemeriksaan tersebut menjadi titik awal bagi polisi untuk menelusuri bagaimana narkotika dapat berada di dalam lingkungan rutan. Dari keterangan yang diperoleh, keduanya disebut mengakui telah menggunakan narkotika di dalam Rutan Depok.

Pengakuan AA dan SW kemudian mendorong penyidik untuk menelusuri asal barang yang mereka gunakan. Polisi menggali informasi mengenai sumber sabu tersebut hingga mendapatkan petunjuk bahwa narkotika itu diperoleh dari seseorang berinisial R. Informasi mengenai sosok berinisial menjadi bagian penting dalam upaya mengungkap jalur peredaran sabu yang masuk ke rutan.

Keterangan tentang AA dan SW disampaikan Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Depok Komisaris Polisi Sutirto kepada wartawan pada Rabu, 7 Oktober 2026. Dalam penjelasannya, Sutirto menyebut pemeriksaan terhadap kedua narapidana tersebut mengarahkan polisi pada informasi mengenai pihak yang diduga menjadi sumber sabu.

Dengan demikian, pengakuan dua narapidana itu menjadi dasar bagi polisi untuk mengembangkan penelusuran lebih lanjut. Penyidik tidak hanya mencatat adanya penggunaan narkotika di dalam Rutan Depok, tetapi juga berupaya memahami jalur barang tersebut hingga dapat diperoleh oleh AA dan SW. Dari rangkaian keterangan itu, nama berinisial kemudian muncul sebagai pihak yang disebut memasok atau memberikan sabu kepada keduanya. Temuan tersebut membuka tahapan pengungkapan berikutnya terkait peredaran narkotika di lingkungan Rutan Depok.

Menurut keterangan polisi, sabu tersebut dikirim menuju Rumah Tahanan Negara (Rutan) Depok melalui jasa ojek online. Pengiriman itu menjadi bagian dari alur pemindahan paket dari luar rutan menuju area tempat narapidana menjalani masa tahanan. Polisi menyebut paket dibawa oleh seorang pengemudi ojek online, tetapi identitas pengemudi yang mengantarkan paket tersebut belum diketahui.

Informasi mengenai pengiriman itu menunjukkan bahwa paket tidak langsung diterima oleh narapidana setelah tiba di sekitar rutan. Dengan demikian, barang tersebut terlebih dahulu berada dalam tahapan penyerahan sebelum masuk ke lingkungan rutan. Keterangan polisi menempatkan proses pengambilan paket sebagai bagian penting dalam rangkaian peristiwa yang sedang diselidiki.

Setelah paket sampai di sekitar Rutan Depok, seorang pegawai rutan berinisial S disebut mengambil barang tersebut. S kemudian membawa paket itu masuk ke dalam rutan. Berdasarkan kronologi yang disampaikan polisi, tindakan tersebut membuat S berada pada titik peralihan pengiriman dari luar dan penerimaan paket di dalam rutan.

Peran S dalam alur tersebut dijelaskan sebagai perantara yang mengambil paket dari pihak pengantar, lalu membawanya melewati akses menuju bagian dalam rutan. Keterangan ini tidak mengubah fakta bahwa identitas pengemudi ojek online masih belum diketahui dan bahwa paket tidak diserahkan secara langsung kepada narapidana. Rangkaian pengiriman, pengambilan oleh S, serta pembawaan paket ke dalam rutan menjadi dasar kronologi yang dipaparkan polisi terkait jalur masuk sabu tersebut.

Pengantaran paket narkoba ke dalam Rutan Depok disebut tidak terjadi hanya satu kali. Polisi menyampaikan bahwa pegawai berinisial S diduga telah beberapa kali membawa paket tersebut masuk ke area rutan. Keterangan ini memperlihatkan bahwa jalur pengiriman yang sedang diselidiki berlangsung lebih dari satu kesempatan, dengan S disebut memiliki peran dalam membawa paket dari luar menuju bagian dalam rutan.

Dalam setiap pengantaran, S disebut menerima bayaran sebesar Rp1 juta untuk satu paket yang diantarkan. Informasi mengenai imbalan tersebut menjadi bagian dari keterangan polisi dalam menguraikan pola hubungan pihak yang mengirim, pihak yang membawa, dan pihak yang menerima paket. Namun, rincian lain mengenai waktu pengantaran serta mekanisme pemberian uang tidak dijelaskan lebih lanjut dalam bahan informasi yang tersedia.

Setelah dimintai keterangan, S disebut mengakui perbuatannya. Pengakuan tersebut menjadi salah satu informasi yang digunakan penyidik untuk mendalami rangkaian peristiwa dan peran masing-masing pihak. Meski demikian, seluruh keterangan tetap perlu dipahami dalam konteks proses pemeriksaan yang sedang berjalan, tanpa menarik kesimpulan hukum di luar fakta yang telah disampaikan polisi.

Rangkaian fakta yang terungkap berawal dari pemeriksaan terhadap AA dan SW. Dari pemeriksaan itu, polisi menyebut penyelidikan mengarah kepada yang diduga menjadi sumber sabu. Paket kemudian dikirim menggunakan layanan ojek online sebelum diambil oleh S dan dibawa masuk ke dalam rutan. Dengan demikian, informasi yang tersedia menggambarkan adanya alur dari sumber barang, pengiriman melalui jasa transportasi daring, hingga pengantaran oleh oknum pegawai yang disebut telah menerima bayaran untuk setiap paket. Rincian tersebut masih bersumber dari keterangan dalam pemeriksaan dan penyampaian polisi.

banner 325x300