banner 728x250

Video Dugaan Pesta Narkoba di Rutan Depok Didalami, Dua Petugas Diperiksa

Video Dugaan Pesta Narkoba di Rutan Depok Didalami, Dua Petugas Diperiksa
banner 120x600
banner 468x60

KOTA DEPOK, JAWA BARAT — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 5 Oktober 2026, Dugaan pesta narkoba di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Kota Depok, Jawa Barat, menjadi perhatian setelah sebuah video beredar dan dikaitkan dengan lingkungan rutan tersebut. Pihak Rutan Kelas I Kota Depok membenarkan bahwa lokasi yang tampak dalam video memang berada di area rutan. Konfirmasi ini memberikan dasar bagi pendalaman terhadap peristiwa yang menjadi sorotan publik.

Kepala Rutan Kelas I Kota Depok, Ario Galih Maduseno, menyampaikan bahwa lokasi dalam video merupakan bagian dari kamar rutan. Pernyataan itu disampaikan kepada wartawan pada Minggu malam (4/10). Keterangan mengenai lokasi tersebut menjadi informasi awal dalam proses pemeriksaan untuk memastikan konteks kejadian serta pihak-pihak yang berkaitan dengan video yang beredar.

banner 325x300

Meski demikian, pihak rutan belum menyampaikan keterangan lebih lanjut mengenai isi video tersebut. Dugaan yang muncul masih perlu didalami melalui pemeriksaan dan penelusuran internal. Konfirmasi mengenai tempat perekaman tidak serta-merta menjelaskan keseluruhan peristiwa, sehingga informasi yang beredar perlu dipisahkan dari fakta yang telah dipastikan secara resmi.

Pendalaman dilakukan untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi di area kamar rutan serta memastikan kesesuaian rekaman dan situasi sebenarnya. Langkah tersebut juga diperlukan agar setiap informasi yang disampaikan kepada publik memiliki dasar yang dapat dipertanggungjawabkan. Untuk sementara, keterangan Ario menjadi penegasan bahwa lokasi yang terlihat dalam video berada di lingkungan Rutan Kelas I Kota Depok, tanpa menguraikan detail lain dari rekaman tersebut.

Setelah video yang diduga memperlihatkan pesta narkoba di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Depok diketahui, pihak rutan segera mengambil langkah awal dengan memeriksa kamar yang disebut-sebut menjadi lokasi kejadian. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi di dalam kamar, mencocokkan informasi yang muncul dalam video, serta mengidentifikasi warga binaan yang berada di lokasi pada waktu yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut.

Dari pemeriksaan awal, petugas menemukan kurang lebih 22 warga binaan berada di kamar tersebut. Jumlah itu menjadi salah satu hal yang perlu diverifikasi lebih lanjut karena keberadaan seseorang di dalam kamar tidak serta-merta membuktikan keterlibatannya dalam dugaan pesta narkoba. Petugas perlu menelusuri situasi secara menyeluruh, termasuk waktu kejadian, posisi masing-masing warga binaan, serta kemungkinan adanya informasi lain yang dapat mendukung proses pemeriksaan.

Dalam perkembangan penanganannya, pihak Rutan Depok masih mendalami sekitar tiga sampai empat orang yang dinilai perlu dimintai keterangan lebih lanjut. Pendalaman tersebut ditujukan untuk mengetahui peran dan keterlibatan masing-masing secara proporsional, sekaligus memastikan apakah mereka memiliki hubungan dengan aktivitas yang terekam dalam video. Keterangan dari warga binaan terkait, petugas, dan pihak lain yang dianggap mengetahui situasi di kamar itu dapat menjadi bagian dari proses klarifikasi.

Proses pemeriksaan masih berlangsung dan belum menghasilkan kesimpulan akhir mengenai dugaan pesta narkoba tersebut. Identitas maupun status setiap orang yang diperiksa juga perlu ditempatkan dalam kerangka pemeriksaan awal, bukan sebagai penetapan kesalahan. Pihak rutan masih mengumpulkan informasi dan mencocokkan berbagai temuan sebelum menentukan langkah berikutnya sesuai ketentuan yang berlaku. Dengan demikian, keberadaan 22 warga binaan di kamar tersebut menjadi dasar pendalaman, sementara dugaan keterlibatan tiga sampai empat orang masih harus dibuktikan melalui pemeriksaan yang objektif dan menyeluruh.

Ario membenarkan bahwa dugaan keterlibatan petugas Rumah Tahanan Negara (Rutan) Depok turut menjadi bagian dari penelusuran terhadap video yang beredar. Rekaman tersebut memperlihatkan kegiatan yang diduga berkaitan dengan pesta narkoba di dalam lingkungan rutan. Namun, kemunculan video dan keterangan awal yang menyertainya belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa seluruh dugaan tersebut telah terbukti.

Untuk mendalami informasi itu, dua petugas rutan saat ini menjalani pemeriksaan. Pemeriksaan dilakukan sebagai bagian dari proses penanganan dan bertujuan memperoleh penjelasan mengenai situasi yang terlihat dalam video, termasuk waktu, lokasi, serta kemungkinan peran masing-masing pihak. Status pemeriksaan tersebut tidak serta-merta menunjukkan bahwa kedua petugas telah dinyatakan bersalah.

Pihak rutan masih berupaya memastikan fakta di balik rekaman secara menyeluruh. Proses tersebut mencakup pemeriksaan terhadap isi video, pencocokan dengan kondisi dan agenda di rutan, serta pengumpulan keterangan dari pihak-pihak yang dianggap mengetahui kejadian. Langkah ini diperlukan agar informasi yang beredar dapat dipisahkan dari dugaan, asumsi, atau keterangan yang belum terverifikasi.

Selain memeriksa petugas, penelusuran juga diarahkan untuk mengetahui kemungkinan keterlibatan warga binaan maupun pihak lain. Pihak rutan perlu memastikan bagaimana kegiatan tersebut dapat berlangsung, apabila nantinya terbukti terjadi, serta apakah terdapat pelanggaran terhadap aturan keamanan dan tata tertib. Penelusuran itu juga dapat membantu mengungkap asal-usul barang atau aktivitas yang tampak dalam rekaman.

Ario menegaskan bahwa pemeriksaan masih berjalan sehingga belum ada kesimpulan final mengenai pihak yang terlibat. Setiap temuan akan dipelajari berdasarkan bukti dan keterangan yang diperoleh selama proses berlangsung. Dengan demikian, dugaan keterlibatan petugas, warga binaan, atau pihak lain tetap harus ditempatkan sebagai bagian dari penyelidikan sampai fakta yang sah berhasil dipastikan.

Ario menyampaikan bahwa masa tugasnya sebagai Kepala Rutan Depok baru berjalan sekitar satu bulan. Dalam periode tersebut, ia menyatakan telah menerima amanah untuk memperkuat pengelolaan internal, termasuk membangun koordinasi dengan seluruh personel dan melakukan komunikasi dengan warga binaan. Penguatan ini disebut menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan, ketertiban, serta pelaksanaan tugas sesuai ketentuan yang berlaku di lingkungan rumah tahanan.

Menurut Ario, penguatan internal dilakukan dengan meningkatkan pengawasan terhadap berbagai aktivitas di dalam rutan. Pengawasan tersebut mencakup pemantauan terhadap personel, warga binaan, dan area-area yang dinilai memerlukan perhatian khusus. Langkah itu juga diarahkan untuk memastikan setiap petugas menjalankan tanggung jawab secara disiplin serta setiap kegiatan di lingkungan rutan berlangsung dalam pengendalian pihak berwenang.

Selain peningkatan pengawasan, Ario menyebut razia dilaksanakan secara rutin dan insidental. Razia rutin dilakukan sebagai bagian dari prosedur pengamanan, sedangkan razia insidental dapat digelar berdasarkan kebutuhan atau informasi yang diterima. Pelaksanaan langkah-langkah tersebut merupakan upaya internal yang telah dilakukan selama masa awal kepemimpinannya. Adapun dugaan pesta narkoba sebagaimana terlihat dalam video yang beredar masih menjadi materi pendalaman, sehingga penguatan pengawasan itu tidak dapat dipandang sebagai kesimpulan mengenai hasil pemeriksaan terhadap peristiwa tersebut. Pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait tetap menjadi dasar untuk menjelaskan fakta dan memastikan tindak lanjut sesuai aturan.

banner 325x300