banner 728x250

Serangan Geng Motor di Makassar Tewaskan Satu Mahasiswa, Korban Lain Dirawat Intensif

Serangan Geng Motor di Makassar Tewaskan Satu Mahasiswa, Korban Lain Dirawat Intensif
banner 120x600
banner 468x60

MAKASSAR, SULAWESI SELATAN — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 4 Oktober 2026, Dua mahasiswa menjadi sasaran penyerangan yang diduga dilakukan oleh kelompok geng motor di Jalan Perintis Kemerdekaan KM 19, Kelurahan Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar. Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu dini hari, 4 Oktober, ketika kondisi di sekitar lokasi relatif sepi. Serangan itu mengakibatkan satu korban meninggal dunia, sementara seorang lainnya mengalami luka serius dan harus mendapatkan perawatan intensif.

Korban yang meninggal dunia diketahui bernama Muh Akmal Makmur, berusia 24 tahun. Akmal tidak dapat menyelamatkan diri saat penyerangan berlangsung. Akibat luka yang dideritanya, ia akhirnya meninggal dunia. Kabar tersebut menambah keprihatinan terhadap aksi kekerasan jalanan yang melibatkan kelompok bermotor dan menyasar warga, termasuk kalangan mahasiswa.

banner 325x300

Adapun korban lainnya adalah Muh Farel SM. Ia juga berada di lokasi ketika serangan terjadi dan mengalami luka serius. Kondisinya memerlukan penanganan medis secara intensif. Kejadian berlangsung cepat sehingga kedua mahasiswa tersebut tidak memiliki kesempatan untuk menghindari serangan atau mencari tempat yang lebih aman. Rangkaian peristiwa itu kemudian menjadi perhatian karena menimbulkan satu korban jiwa serta menyebabkan korban lain harus menjalani perawatan.

Penyerangan di kawasan Jalan Perintis Kemerdekaan tersebut memperlihatkan dampak langsung dari aksi kekerasan yang diduga dilakukan secara berkelompok. Dua mahasiswa yang berada di lokasi menjadi korban, dengan satu di antaranya kehilangan nyawa dan satu lainnya masih berjuang memulihkan kondisi akibat luka yang dialami. Peristiwa ini juga memunculkan kekhawatiran mengenai keamanan pengguna jalan dan warga yang beraktivitas pada waktu dini hari di wilayah Kota Makassar.

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polrestabes Makassar Ajun Komisaris Jafar Ahmad menyampaikan keterangan mengenai kondisi dua korban dalam serangan geng motor tersebut. Kedua korban diketahui merupakan mahasiswa yang mengalami kekerasan dalam insiden yang terjadi di Makassar. Berdasarkan informasi kepolisian, Muh Akmal Makmur meninggal dunia setelah mengalami luka serius pada bagian belakang kepala.

Luka tersebut berupa robekan yang diduga disebabkan oleh tebasan senjata tajam. Selain luka robek, polisi menemukan busur yang tertancap di bagian kepala Akmal. Temuan itu menjadi salah satu bagian penting dalam pemeriksaan awal untuk mengungkap jenis senjata dan rangkaian kekerasan yang dialami korban. Meski demikian, penyebab kematian secara medis tetap menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.

Setelah dinyatakan meninggal, jasad Muh Akmal Makmur dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Evakuasi dilakukan agar korban dapat menjalani visum. Pemeriksaan tersebut diperlukan untuk mendokumentasikan jenis dan lokasi luka, memperkirakan penyebab kematian, serta mendukung proses penyelidikan yang dilakukan oleh aparat kepolisian. Hasil visum nantinya dapat menjadi bagian dari keterangan medis dalam penanganan perkara.

Sementara itu, korban lainnya, Muh Farel, masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Pusat Tadjuddin Chalid. Farel mengalami luka robek pada punggung dan kepala yang diduga akibat sabetan senjata tajam. Kondisinya memerlukan pemantauan serta penanganan medis berkelanjutan dari tim rumah sakit.

Keterangan mengenai identitas dan kondisi kedua korban tersebut disampaikan kepolisian sebagai bagian dari perkembangan penanganan kasus. Aparat masih mendalami kronologi kejadian, termasuk bagaimana serangan berlangsung dan pihak-pihak yang diduga terlibat. Pemeriksaan terhadap saksi serta bukti di lokasi diharapkan dapat membantu memperjelas peristiwa dan mengungkap pelaku.

Berdasarkan keterangan saksi dan informasi dari kepolisian, rangkaian kejadian bermula ketika sekitar 12 sepeda motor bergerak melintasi Jalan Dg Ramang, Makassar. Kelompok tersebut disebut membawa senjata tajam, di antaranya parang dan busur. Saat melintas, mereka juga mengancam warga yang berada atau melintas di kawasan tersebut. Situasi itu kemudian memicu keresahan dan mendorong warga untuk melakukan perlawanan.

Warga selanjutnya mengejar kelompok pengendara motor tersebut. Kejar-kejaran berlangsung hingga kelompok itu melarikan diri ke arah Kabupaten Maros. Pada waktu yang bersamaan, dua korban mengalami kecelakaan di Jalan Perintis Kemerdekaan KM 19. Keduanya berada dalam kondisi setelah kecelakaan ketika kelompok geng motor yang melihat kejadian tersebut berbalik arah menuju lokasi.

Setelah kembali ke tempat kecelakaan, kelompok itu kemudian menyerang kedua korban. Karena masih berada dalam kondisi pascakecelakaan, keduanya tidak sempat menyelamatkan diri maupun menjauh dari lokasi. Mereka lalu menjadi sasaran penganiayaan yang dilakukan secara bersama-sama. Peristiwa tersebut mengakibatkan satu mahasiswa meninggal dunia, sementara korban lainnya harus menjalani perawatan intensif. Keterangan mengenai urutan kejadian itu menjadi bagian dari penyelidikan kepolisian untuk mengungkap peran setiap pelaku serta memastikan seluruh rangkaian tindakan yang terjadi di dua lokasi tersebut.

Polisi masih melakukan penyelidikan atas serangan geng motor yang menyebabkan seorang mahasiswa meninggal dunia dan korban lainnya mengalami luka. Penanganan perkara dilakukan dengan menelusuri rangkaian kejadian serta mengumpulkan keterangan dari para saksi. Informasi yang diperoleh dari saksi menjadi bagian penting dalam membantu aparat memahami peristiwa tersebut dan mengungkap pihak-pihak yang diduga terlibat.

Selain mendalami keterangan saksi, aparat terus memburu kelompok yang diduga terlibat dalam penyerangan. Upaya tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi para pelaku dan memastikan proses hukum dapat berjalan sesuai ketentuan. Polisi masih bekerja mengembangkan penyelidikan, sehingga informasi mengenai pihak yang bertanggung jawab belum dapat disampaikan lebih jauh. Masyarakat diharapkan memberikan keterangan yang relevan apabila mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan kejadian tersebut.

Sementara itu, Muh Farel masih menjalani perawatan di RSUP Tadjuddin Chalid. Kondisi terakhir yang tersedia menyebutkan bahwa korban masih dirawat di rumah sakit tersebut. Belum ada perkembangan medis lain yang disampaikan terkait perawatannya. Aparat tetap berfokus pada penyelidikan dan pencarian kelompok yang diduga terlibat, sedangkan penanganan Muh Farel berada dalam perawatan rumah sakit. Perkembangan perkara akan bergantung pada hasil pemeriksaan saksi serta langkah penyidik dalam menelusuri keterlibatan pihak-pihak yang berkaitan dengan penyerangan itu.

banner 325x300