banner 728x250

Rangkaian Serangan Diduga Geng Motor di Makassar Tewaskan Mahasiswa

Rangkaian Serangan Diduga Geng Motor di Makassar Tewaskan Mahasiswa
banner 120x600
banner 468x60

MAKASSAR, SULAWESI SELATAN — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 4 Oktober 2026, Rangkaian serangan yang diduga melibatkan geng motor terjadi di sejumlah titik di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Minggu, 4 Oktober 2026. Aksi tersebut berlangsung sejak dini hari hingga pagi dan menimbulkan korban jiwa serta luka serius. Kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi lengkap, termasuk hubungan kejadian di beberapa lokasi dan pihak-pihak yang diduga terlibat.

Dalam peristiwa itu, seorang mahasiswa bernama M Akmar Makmur, 24 tahun, meninggal dunia di lokasi kejadian. Akmar dilaporkan mengalami luka terbuka pada bagian kepala yang menyebabkan nyawanya tidak tertolong. Petugas kemudian melakukan pemeriksaan awal dan mengamankan sejumlah barang bukti untuk mendukung proses penyidikan.

banner 325x300

Korban lainnya, Muh Farel, 17 tahun, mengalami luka serius akibat serangan tersebut. Ia menderita luka robek pada bagian kepala dan punggung, sehingga harus mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Dr. Tajuddin Khalid Makassar. Kondisi Farel masih menjadi perhatian tim medis, sementara penyidik menunggu keterangan yang dapat membantu menjelaskan rangkaian kejadian.

Polisi menyebut kedua korban diduga diserang menggunakan senjata tajam dan busur panah. Salah satu anak panah bahkan ditemukan tertancap di kepala Akmar. Temuan itu memperkuat dugaan bahwa serangan dilakukan dengan menggunakan senjata berbahaya, meskipun kepastian mengenai pelaku, motif, serta urutan kejadian masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.

Peristiwa ini menambah perhatian terhadap keamanan warga pada waktu dini hari di sejumlah kawasan Makassar. Aparat kepolisian diharapkan segera mengidentifikasi seluruh pihak yang terlibat, memeriksa saksi, serta menelusuri rekaman kamera pengawas dan bukti lain di lokasi. Penanganan perkara juga dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi korban selamat dan keluarga Akmar yang kehilangan anggota keluarganya.

Informasi awal kepolisian menyebutkan, penyerangan terjadi ketika Akmar, Farel, dan sejumlah teman mereka sedang berkumpul di Jalan Daeng Ramang, Kelurahan Pai, Kecamatan Biringkanaya, Makassar. Mereka dilaporkan tengah duduk-duduk di lokasi tersebut sebelum sekelompok orang mendatangi kawasan itu. Situasi pada saat itu kemudian berubah setelah para pelaku diduga melakukan serangan terhadap kelompok korban.

Kasi Humas Polrestabes Makassar AKP Jafar mengatakan, kelompok yang datang diperkirakan berjumlah cukup banyak. Para pelaku diduga menggunakan sekitar 12 sepeda motor untuk mendatangi lokasi. Berdasarkan keterangan awal yang diterima polisi, mereka juga membawa sejumlah senjata tajam serta busur panah. Kehadiran senjata tersebut membuat penyerangan berlangsung secara agresif dan menimbulkan korban.

Jafar menerangkan bahwa para korban diserang ketika sedang duduk-duduk di Jalan Daeng Ramang. Polisi masih mendalami rangkaian kejadian, termasuk identitas kelompok penyerang, alasan serangan, serta jenis senjata yang digunakan. Jumlah kendaraan yang disebutkan masih merupakan perkiraan berdasarkan informasi awal dan akan dicocokkan dengan hasil penyelidikan di lapangan.

Dalam peristiwa tersebut, terdapat dua korban yang menjadi perhatian utama penyidik. Satu korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara itu, satu korban lainnya mengalami luka yang cukup serius pada bagian kepala dan masih menjalani perawatan intensif. Kondisi korban yang dirawat menjadi salah satu hal yang terus dipantau oleh pihak terkait.

Petugas kepolisian selanjutnya mengumpulkan keterangan dari saksi dan memeriksa lokasi kejadian untuk memperjelas kronologi. Penyelidikan juga diperlukan guna memastikan peran masing-masing pelaku serta mengungkap apakah serangan tersebut telah direncanakan sebelumnya. Polisi diharapkan dapat segera mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat berdasarkan keterangan saksi, barang bukti, dan informasi lain yang ditemukan selama proses penyidikan.

Situasi berubah setelah serangan pertama ketika kelompok korban berupaya mengejar para pelaku yang melarikan diri. Berdasarkan keterangan kepolisian, pengejaran tersebut mengarah ke Kabupaten Maros. Rombongan korban mengikuti jalur menuju wilayah tersebut dengan menggunakan sepeda motor, sementara para terduga pelaku terus menjauh dari lokasi awal kejadian.

Pengejaran kemudian berakhir di Jalan Perintis Kemerdekaan Kilometer 19, tepatnya di sekitar kawasan Perlimaan Bandara. Di lokasi itu, rombongan korban mengalami kecelakaan lalu lintas. Sejumlah pengendara terjatuh dari sepeda motor setelah kehilangan kendali dalam perjalanan pengejaran. Peristiwa kecelakaan tersebut membuat korban berada dalam posisi rentan dan tidak dapat segera menyelamatkan diri.

Polisi menjelaskan, para terduga pelaku yang sebelumnya melarikan diri kemudian berbalik arah. Mereka diduga mendatangi korban yang telah jatuh dan kembali melakukan penyerangan. Serangan susulan itu disebut menggunakan senjata tajam berupa parang serta busur panah. Aksi tersebut menyebabkan korban mengalami luka serius di tengah situasi jalan yang masih dipenuhi kepanikan.

Akmar ditemukan dalam kondisi bersimbah darah akibat serangan tersebut. Petugas dan warga yang berada di sekitar lokasi kemudian memberikan pertolongan, tetapi nyawanya tidak dapat diselamatkan. Akmar dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian. Polisi selanjutnya melakukan penanganan terhadap lokasi serta mengumpulkan keterangan dari saksi untuk merekonstruksi rangkaian peristiwa.

Sementara itu, Farel masih dalam keadaan hidup ketika dievakuasi. Ia dibawa ke rumah sakit untuk memperoleh perawatan medis atas luka yang dialaminya. Kondisinya menjadi bagian penting dalam penyelidikan karena keterangannya diharapkan dapat membantu mengungkap urutan serangan dan mengidentifikasi pihak yang terlibat. Aparat juga menelusuri rekaman kamera pengawas serta informasi dari masyarakat di sekitar Jalan Perintis Kemerdekaan.

Peristiwa lain yang diduga masih berkaitan terjadi hampir bersamaan di Jalan Sungai Saddang Baru, Kecamatan Makassar. Sekitar pukul 05.00 Wita, sekelompok warga dilaporkan menghadang rombongan yang terdiri atas sekitar 20 sepeda motor. Rombongan tersebut sedang melintas dari arah timur ketika dihadang oleh kelompok pemuda di kawasan inspeksi kanal atau Lorong Lonner, Kelurahan Barabaraya Selatan.

Berdasarkan informasi yang diterima polisi, penghadangan dilakukan menggunakan petasan dan busur panah. Aksi tersebut membuat situasi di sekitar lokasi menjadi panik. Sejumlah pengendara dilaporkan terjatuh ketika berusaha menghindari serangan atau keluar dari kawasan tersebut. Setelah itu, para pengendara meninggalkan kendaraan mereka di lokasi. Dua sepeda motor yang tertinggal kemudian dibakar oleh pihak yang belum diketahui identitasnya.

Petugas kepolisian mendatangi lokasi untuk mengamankan situasi dan memeriksa kondisi kendaraan yang terbakar. Sekitar pukul 06.20 Wita, bangkai dua sepeda motor tersebut dievakuasi dan dibawa ke Mapolsek Makassar untuk kepentingan penyelidikan. Kendaraan itu diharapkan dapat membantu polisi mengumpulkan informasi mengenai rangkaian kejadian, termasuk kemungkinan keterkaitannya dengan peristiwa lain yang terjadi pada waktu hampir bersamaan.

Hingga kini, polisi masih menyelidiki identitas para pelaku dalam kedua peristiwa tersebut. Pemeriksaan saksi, penelusuran informasi di sekitar lokasi, serta pengumpulan barang bukti terus dilakukan untuk memperjelas kronologi dan pihak-pihak yang terlibat. Aparat juga berupaya memburu dan menangkap para pelaku yang diduga melakukan penghadangan, penyerangan, serta pembakaran kendaraan. Polisi mengimbau masyarakat menyampaikan informasi yang relevan melalui jalur resmi agar proses penyelidikan dapat berjalan secara akurat dan tidak memicu kesimpulan sepihak.

banner 325x300