CIKUPA – Lahan jagung hibrida seluas 0,7 hektare di Kampung Gebang, Desa Sukadamai, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, mengalami kendala pertumbuhan akibat cuaca ekstrem. Memasuki usia 82 hari setelah tanam (HST), tanaman jagung tampak Daun menguning, Pertumbuhan terhambat lantaran sempat terendam banjir dan curah hujan tinggi sebulan terakhir.
Bhabinkamtibmas Desa Sukadamai, Brigadir Ibnu Dermawan, langsung turun ke lokasi untuk memantau kondisi lahan, Selasa (24/3/2026). Pemantauan ini dilakukan guna memastikan program ketahanan pangan tetap berjalan meski diterpa berbagai kendala.
“Kondisi di lapangan memang kurang ideal. Tanaman jagung sempat kebanjiran dan curah hujan tinggi membuat pertumbuhannya terhambat,” ujar Brigadir Ibnu.
Meski demikian, pendampingan terhadap petani terus dilakukan. Brigadir Ibnu menegaskan, kehadiran Polri tidak hanya untuk keamanan, tetapi juga mendukung program ketahanan pangan.
“Petani tidak sendiri, Polri selalu mendampingi,” tambahnya.
Kapolsek Cikupa, AKP Syamsul Bahri, mengapresiasi langkah jajarannya yang aktif turun ke lapangan. Ia berharap sinergi antara Polri dan petani terus terjaga demi mendukung swasembada pangan di Kabupaten Tangerang.
“Hambatan cuaca adalah tantangan bersama. Kami akan terus monitor dan cari solusi terbaik agar program ini sukses,” pungkasnya.
Situasi selama kegiatan berlangsung aman dan kondusif. Monitoring rutin akan terus dilakukan untuk memastikan perkembangan lahan jagung, termasuk persiapan menghadapi musim kemarau.
















