banner 728x250
Sport  

Mandalika 2026 Didorong Jadi Penggerak Ekonomi dan Investasi Sport Tourism NTB

Mandalika 2026 Didorong Jadi Penggerak Ekonomi dan Investasi Sport Tourism NTB
banner 120x600
banner 468x60

Jakarta | CEO InJourney Maya Watono menyampaikan bahwa penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026, atau The Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, didorong menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi Nusa Tenggara Barat dan Indonesia. Pemerintah tidak memandang ajang balap motor internasional ini semata-mata sebagai kompetisi olahraga, melainkan sebagai instrumen strategis untuk memperkuat aktivitas ekonomi di kawasan Mandalika. Kehadiran agenda berskala global tersebut diharapkan dapat meningkatkan pergerakan ekonomi yang berkaitan dengan penyelenggaraan dan keberlangsungannya.

Target yang disampaikan menunjukkan besarnya harapan terhadap dampak MotoGP Mandalika 2026. Ajang tersebut diproyeksikan memberikan dampak ekonomi sekitar Rp4,9 triliun hingga Rp5 triliun. Nilai itu menjadi gambaran mengenai posisi penting Mandalika sebagai destinasi sport tourism yang terus diarahkan untuk memiliki peran lebih besar dalam mendukung perekonomian daerah dan nasional. Penyelenggaraan balapan juga menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan potensi kawasan melalui agenda olahraga internasional.

banner 325x300

Di tingkat daerah, penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 ditargetkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi NTB hingga 10 persen. Sasaran tersebut menempatkan kegiatan olahraga sebagai salah satu pendorong bagi penguatan ekonomi di sekitar Mandalika, sekaligus mempertegas hubungan pariwisata olahraga dan agenda pembangunan daerah. Dorongan terhadap kegiatan ekonomi itu juga dikaitkan dengan upaya mengurangi angka kemiskinan di NTB. Dengan demikian, balapan internasional tersebut diposisikan bukan hanya sebagai agenda tahunan, tetapi sebagai bagian dari strategi untuk menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat dan memperkuat daya tarik Mandalika di tingkat global.

Penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 memberikan dampak langsung bagi masyarakat di sekitar sirkuit melalui keterlibatan sekitar 3.000 tenaga kerja lokal. Angka tersebut menunjukkan bahwa kehadiran ajang olahraga internasional tidak hanya berkaitan dengan perlombaan, tetapi juga membutuhkan dukungan sumber daya manusia dari daerah. Kebutuhan penyelenggaraan yang meningkat menciptakan ruang bagi masyarakat setempat untuk berpartisipasi dalam aktivitas ekonomi yang berhubungan dengan berlangsungnya event.

Keterlibatan tenaga kerja lokal turut menghidupkan aktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah. Ketika persiapan dan pelaksanaan MotoGP berlangsung, pelaku UMKM memperoleh peluang untuk memenuhi kebutuhan yang muncul di sekitar kawasan sirkuit dan jalur pariwisata. Pergerakan tersebut membantu menjaga kesinambungan kegiatan usaha masyarakat, sekaligus memperluas manfaat ekonomi agar tidak berhenti pada area utama penyelenggaraan.

Dampak serupa terlihat pada sektor pariwisata. Kedatangan event internasional mendorong meningkatnya kebutuhan terhadap layanan hotel, restoran, dan transportasi. Hotel menjadi bagian penting dalam mendukung akomodasi, restoran melayani kebutuhan konsumsi, sedangkan transportasi membantu mobilitas selama rangkaian kegiatan berlangsung. Aktivitas pada ketiga sektor itu menciptakan hubungan langsung penyelenggaraan MotoGP, kebutuhan pelayanan, dan perputaran ekonomi lokal.

Dengan demikian, keberadaan MotoGP Mandalika 2026 berperan sebagai pemicu yang menghubungkan tenaga kerja, pelaku usaha, dan sektor pariwisata. Kebutuhan operasional event membuka kesempatan bagi tenaga kerja lokal untuk terlibat, sementara meningkatnya aktivitas di hotel, restoran, dan transportasi memberikan ruang bagi usaha setempat untuk bergerak. Pola ini memperlihatkan bagaimana ajang internasional dapat menghasilkan manfaat yang dirasakan masyarakat melalui kegiatan ekonomi sehari-hari di sekitar sirkuit.

InJourney mencatat bahwa penyelenggaraan MotoGP Mandalika memberikan international exposure yang semakin memperkuat posisi Nusa Tenggara Barat (NTB) di mata dunia. Ajang balap motor tersebut tidak hanya menghadirkan perhatian dari penggemar olahraga, tetapi juga memperkenalkan Mandalika sebagai destinasi pariwisata dan kawasan yang memiliki peluang ekonomi. Paparan internasional ini menjadi salah satu modal penting untuk membangun kepercayaan calon mitra serta investor terhadap potensi daerah.

Maya Watono menyampaikan bahwa visibilitas global yang dihasilkan MotoGP Mandalika turut mendorong ketertarikan investor asing untuk melihat peluang usaha di sekitar kawasan. Perhatian tersebut mencakup sektor akomodasi, yang berperan penting dalam mendukung kebutuhan wisatawan, peserta, dan penonton selama berlangsungnya berbagai kegiatan berskala internasional. Dengan meningkatnya arus kunjungan dan eksposur media, kebutuhan terhadap fasilitas penginapan yang memadai juga menjadi bagian dari peluang pengembangan ekonomi lokal.

Menurut catatan InJourney, ketertarikan itu lain datang dari investor asal Spanyol, negara yang memiliki hubungan kuat dengan penyelenggaraan MotoGP. Minat tersebut disebut mengarah pada sektor akomodasi, termasuk pembangunan hotel dan vila. Kehadiran calon investor dari luar negeri menunjukkan bahwa Mandalika mulai dipandang bukan hanya sebagai lokasi perlombaan, melainkan sebagai destinasi yang memiliki prospek bisnis dalam jangka lebih panjang.

Namun, informasi tersebut tidak berarti seluruh investasi asing di Mandalika berasal dari Spanyol. Negara tersebut merupakan salah satu contoh pihak yang tertarik setelah melihat dampak paparan internasional MotoGP. Pernyataan Maya Watono menegaskan bahwa reputasi global sebuah ajang olahraga dapat membuka akses terhadap peluang investasi baru, terutama ketika didukung oleh potensi pariwisata dan kebutuhan akomodasi yang terus berkembang. Perpaduan agenda olahraga internasional dan penguatan destinasi diharapkan dapat memperluas kontribusi Mandalika terhadap perekonomian NTB.

Pengembangan Mandalika diarahkan menuju ekosistem sport tourism yang lebih beragam dan berkelanjutan. Arah ini ditempuh melalui kerja sama InJourney dengan Danantara Indonesia, Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Keuangan, Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, Kementerian Ekonomi Kreatif, serta pemerintah daerah Nusa Tenggara Barat. Kolaborasi lintas lembaga tersebut diperlukan untuk menyatukan aspek pengelolaan kawasan, pembiayaan, pengembangan usaha, promosi pariwisata, dan penguatan ekonomi masyarakat sekitar.

Salah satu agenda yang didorong adalah melengkapi fasilitas pendukung kegiatan olahraga dan wisata di Mandalika. Fasilitas golf menjadi bagian dari rencana tersebut karena dapat memperluas pilihan aktivitas bagi wisatawan, investor, serta komunitas olahraga. Selain itu, disiapkan pula area parkir otomotif mobil mewah yang memanfaatkan fasilitas bonded zone. Keberadaan fasilitas ini dapat mendukung kegiatan otomotif, pameran, pertemuan komunitas, dan aktivitas komersial lain yang memiliki keterkaitan dengan pariwisata premium.

Pemanfaatan bonded zone memberikan peluang bagi Mandalika untuk mengembangkan kegiatan otomotif secara lebih terstruktur, termasuk melalui penyelenggaraan agenda yang melibatkan kendaraan dan merek internasional. Pengembangan fasilitas golf dan area otomotif juga diharapkan menciptakan permintaan terhadap jasa akomodasi, kuliner, transportasi, perdagangan, serta layanan kreatif. Dampaknya dapat dirasakan oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di wilayah NTB apabila integrasi dengan rantai pasok lokal dilakukan secara konsisten.

Langkah diversifikasi tersebut ditujukan untuk menjaga keberlanjutan ekonomi dan investasi di sekitar Mandalika, sehingga perekonomian daerah tidak hanya mengandalkan penyelenggaraan MotoGP. Dengan lebih banyak kegiatan sepanjang tahun, kawasan ini berpeluang mempertahankan arus kunjungan, memperluas lapangan usaha, dan meningkatkan daya tarik investasi. Sumber memandang penguatan fasilitas serta diversifikasi kegiatan sebagai arah pengembangan ekonomi kawasan Mandalika.

Baca juga: Olahraga sebagai Penggerak Ekonomi di Jawa Tengah | Menjelang PON Pantai Ancol 2026: Peluang Ekonomi untuk Jakarta | Tantangan Iklim Investasi di Indonesia: Sulitnya Menghadapi Ketidakpastian Regulasi

banner 325x300