banner 728x250

Kreativitas Pasukan Oranye DKI Hadirkan 43 Perahu dari Botol Bekas

banner 120x600
banner 468x60

Kota Jakarta. Festival | Petugas Pasukan Oranye dari Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta menyelesaikan pembuatan 43 perahu berbahan botol plastik bekas. Karya tersebut disiapkan di kawasan Danau Sunter Selatan, Jakarta Utara, pada Selasa, 13 Oktober 2026. Pembuatan perahu ini menjadi bagian dari persiapan untuk meramaikan Festival Perahu Cinta Lingkungan atau Cilung Fest 2026.

Keberadaan 43 perahu itu memperlihatkan pemanfaatan kembali botol plastik bekas sebagai bahan karya yang disiapkan untuk sebuah kegiatan lingkungan. Botol-botol yang telah digunakan tidak hanya dipandang sebagai sampah, tetapi juga diolah menjadi bagian dari perahu yang dibuat oleh petugas Pasukan Oranye. Proses penyelesaian karya berlangsung di kawasan Danau Sunter Selatan sebagai lokasi persiapan kegiatan tersebut.

banner 325x300

Festival Perahu Cinta Lingkungan atau Cilung Fest 2026 menjadi tujuan utama disiapkannya perahu-perahu berbahan daur ulang itu. Melalui karya tersebut, Pasukan Oranye DKI Jakarta menghadirkan bentuk kreativitas yang berkaitan dengan kepedulian terhadap lingkungan. Sebanyak 43 perahu yang telah diselesaikan akan menjadi bagian dari kemeriahan festival yang disiapkan di kawasan Danau Sunter Selatan.

Kegiatan pada Selasa, 13 Oktober 2026 itu menandai rampungnya pembuatan perahu dari botol plastik bekas oleh petugas Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta. Dengan bahan utama yang berasal dari botol bekas, karya tersebut membawa gagasan pemanfaatan kembali material yang sudah digunakan. Perahu-perahu itu disiapkan untuk mendukung penyelenggaraan Cilung Fest 2026 sekaligus meramaikan Festival Perahu Cinta Lingkungan.

Sebanyak 43 perahu hasil kreativitas Pasukan Oranye DKI Jakarta hadir dalam rangkaian persiapan festival di kawasan Danau Sunter Selatan. Perahu-perahu tersebut dibuat dengan memanfaatkan botol plastik bekas, sehingga barang yang semula berpotensi menjadi sampah dapat diubah menjadi karya yang memiliki fungsi dan daya tarik visual. Kehadiran puluhan perahu ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah dapat dilakukan melalui pendekatan kreatif, termasuk oleh para petugas yang sehari-hari berhadapan langsung dengan persoalan kebersihan lingkungan.

Ke-43 perahu itu mengusung beragam desain unik. Perbedaan rancangan tersebut memperlihatkan adanya ruang bagi petugas untuk mengembangkan gagasan masing-masing ketika menyusun botol plastik menjadi bentuk perahu. Meski menggunakan bahan dasar yang sama, setiap karya tetap memiliki karakter tersendiri. Keragaman ini menjadi bagian penting dari tampilan keseluruhan, sekaligus memperkuat pesan bahwa material bekas dapat diolah menjadi sesuatu yang bernilai apabila ditangani dengan ide dan ketekunan.

Perahu-perahu itu tampak berjajar di pinggiran Danau Sunter Selatan. Penempatannya membuat karya tersebut mudah terlihat sekaligus menandai kesiapan kawasan untuk menyambut festival. Deretan perahu dari botol bekas menghadirkan pemandangan yang berbeda di tepi danau, tanpa menghilangkan fokus utama pada proses pemanfaatan kembali sampah plastik. Susunan tersebut juga memperlihatkan skala karya yang dibuat oleh Pasukan Oranye, dari jumlahnya yang mencapai puluhan hingga keberadaannya yang memenuhi bagian pinggir danau.

Karya tersebut menjadi gambaran konkret tentang kreativitas petugas dalam mengolah botol plastik bekas. Alih-alih membiarkannya terbuang, botol-botol itu dirangkai menjadi 43 perahu dengan desain yang beragam dan unik. Persiapan festival di Danau Sunter Selatan pun tidak hanya ditandai oleh aktivitas penataan lokasi, tetapi juga oleh hadirnya karya yang mengangkat pemanfaatan ulang material. Deretan perahu itu memperlihatkan bahwa kreativitas dapat berjalan seiring dengan kepedulian terhadap kebersihan dan lingkungan.

Persiapan perahu berbahan botol plastik bekas tampak berlangsung secara langsung di lokasi kegiatan. Para petugas Pasukan Oranye DKI terlihat menata, memindahkan, dan memastikan setiap karya siap ditampilkan dalam Cilung Fest 2026. Aktivitas tersebut memperlihatkan bahwa proses penyajian tidak hanya berkaitan dengan hasil akhir, tetapi juga mencakup penyesuaian ornamen serta posisi perahu sebelum dipamerkan kepada pengunjung.

Salah satu petugas terlihat memasang ornamen berbentuk burung bangau pada bagian perahu. Ornamen itu menjadi elemen visual yang memperkuat karakter karya berbahan botol bekas tersebut. Pemasangan dilakukan dengan cermat agar bentuk hiasan dapat terpasang pada posisi yang sesuai dan tetap terlihat jelas. Kehadiran bangau menunjukkan bahwa material bekas dapat diolah menjadi tampilan dekoratif yang memiliki ciri khas, tanpa menghilangkan fungsi utama perahu sebagai karya pameran.

Di bagian lain, petugas tampak memindahkan perahu dengan bentuk burung elang untuk ditempatkan di area yang telah disiapkan. Bentuk elang menghadirkan variasi tampilan dibandingkan perahu berornamen bangau. Perbedaan bentuk itu memperlihatkan keberagaman gagasan dalam rangkaian 43 perahu yang dihadirkan. Setiap petugas menjalankan perannya melalui kegiatan penataan dan pemindahan, sehingga seluruh karya dapat tersusun dengan baik menjelang pelaksanaan Cilung Fest 2026. Pemandangan tersebut juga menunjukkan keterlibatan aktif petugas dalam mempersiapkan karya kreatif dari botol plastik bekas agar siap menjadi bagian dari acara.

Cilung Fest 2026 membawa pesan penting tentang perlunya meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Festival ini mengajak masyarakat untuk melihat kembali kebiasaan menggunakan, membuang, dan memperlakukan berbagai barang di sekitar mereka. Kepedulian tersebut tidak hanya berkaitan dengan menjaga kebersihan, tetapi juga dengan memilih tindakan yang dapat mengurangi timbulan sampah serta memperpanjang masa guna suatu benda.

Salah satu tujuan yang disampaikan melalui festival ini adalah mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Ajakan tersebut menjadi relevan karena plastik kerap digunakan dalam waktu singkat, sementara keberadaannya sebagai sampah membutuhkan perhatian lebih. Masyarakat didorong untuk mempertimbangkan pilihan yang lebih bijak dalam aktivitas sehari-hari, termasuk mengurangi ketergantungan pada barang yang hanya digunakan sekali sebelum dibuang.

Di sisi lain, Cilung Fest 2026 juga menekankan pentingnya memanfaatkan kembali barang bekas. Pesan ini tercermin melalui penggunaan botol plastik bekas sebagai bahan utama pembuatan perahu. Botol yang semula dipandang sebagai sampah dapat diolah menjadi bagian dari karya kreatif, sehingga menunjukkan bahwa barang bekas masih memiliki nilai guna ketika dimanfaatkan dengan tepat. Perahu-perahu tersebut menjadi pengingat bahwa kreativitas dapat berjalan bersama kepedulian terhadap lingkungan.

Melalui gagasan itu, festival ini mengajak masyarakat untuk tidak terburu-buru menganggap suatu barang sebagai sesuatu yang tidak berguna. Botol plastik bekas dapat menjadi contoh sederhana tentang pentingnya pemilahan, penggunaan kembali, dan pengurangan sampah dalam kehidupan sehari-hari. Pesan lingkungan yang disampaikan Cilung Fest 2026 pada akhirnya berfokus pada perubahan kebiasaan: menggunakan barang secara lebih bijak, mengurangi plastik sekali pakai, serta memberi kesempatan bagi barang bekas untuk dimanfaatkan kembali.

Baca juga: Kreativitas Ikan Leubim dalam Lomba Masak Provinsi Aceh

banner 325x300