Bandar Lampung Jejakperistiwa.id, Minggu (11/10/2026) — Persoalan kelayakan makanan warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Bandar Lampung kini mendapat sorotan lebih serius. Selain munculnya foto jatah makanan yang dinilai perlu dipertanyakan kecukupan gizinya, redaksi juga menerima informasi mengenai dugaan praktik jual beli makanan oleh oknum tamping.
Dalam foto yang diterima redaksi, terlihat nasi putih, satu buah pisang dengan sebagian kulit menghitam, serta makanan berkuah dalam wadah bersekat. Namun, belum dapat dipastikan apakah makanan tersebut merupakan satu porsi lengkap.
Persoalan semakin serius setelah muncul informasi yang menyebutkan bahwa bubur, ikan, dan ayam yang diduga diperuntukkan bagi warga binaan justru diperjualbelikan oleh oknum tamping.
Informasi tersebut masih memerlukan verifikasi mengenai pelaku, waktu kejadian, serta asal makanan yang diduga diperjualbelikan.
“Jika benar makanan yang seharusnya menjadi hak warga binaan justru diperjualbelikan, siapa yang bertanggung jawab? Apakah petugas mengetahui praktik tersebut, dan bagaimana pengawasan distribusi makanan dilakukan?” demikian pertanyaan yang disiapkan tim redaksi.
Kepala Rutan Kelas I Bandar Lampung, Tri Wahyu Santosa, diminta memberikan klarifikasi terbuka mengenai dugaan tersebut.
Redaksi mempertanyakan anggaran makan warga binaan tahun 2026, perusahaan penyedia bahan makanan, jumlah porsi yang disiapkan setiap hari, serta mekanisme pengawasan dari dapur hingga makanan diterima warga binaan.
Selain itu, perlu dipastikan apakah makanan yang diduga dijual merupakan bagian dari jatah resmi atau makanan tambahan yang diperoleh melalui mekanisme lain.
“Kami meminta Kepala Rutan melakukan pemeriksaan internal dan menjelaskan apakah terdapat penyimpangan distribusi makanan yang merugikan hak warga binaan,” demikian materi konfirmasi redaksi.
Hingga berita ini disusun, dugaan jual beli makanan tersebut belum terverifikasi dan belum diperoleh tanggapan resmi dari pihak Rutan.
Redaksi membuka ruang klarifikasi dan hak jawab kepada seluruh pihak terkait.
Tim Redaksi
















