banner 728x250

Erick Thohir Desak Penindakan Tegas atas Serangan terhadap Bus Persib U-18

Erick Thohir Desak Penindakan Tegas atas Serangan terhadap Bus Persib U-18
banner 120x600
banner 468x60

Kota Bandung | Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengecam keras penyerangan terhadap rombongan Persib Bandung U-18. Ia menilai tindakan tersebut bukan sekadar pelanggaran terhadap sportivitas, melainkan tindak kriminal yang tidak dapat ditoleransi dalam lingkungan sepak bola Indonesia. Penyerangan terhadap bus tim menunjukkan masih adanya ancaman serius terhadap keselamatan pemain, ofisial, dan seluruh pihak yang berada dalam perjalanan.

Insiden itu terjadi pada Minggu malam, 11 Oktober 2026, ketika bus Persib Bandung U-18 berada di rest area Batang KM 360. Rombongan tersebut diserang saat melakukan perjalanan, sehingga peristiwa itu segera mendapat perhatian dari publik dan otoritas sepak bola nasional. Erick menyatakan bahwa aparat penegak hukum perlu menindak tegas para pelaku sesuai ketentuan yang berlaku, tanpa membiarkan kekerasan berlalu tanpa pertanggungjawaban.

banner 325x300

Pernyataan tersebut disampaikan Erick di Solo pada Senin, 12 Oktober 2026. Ia menegaskan adanya komitmen untuk menciptakan suasana pertandingan dan perjalanan tim yang aman, sehingga para suporter, baik pendukung tim nasional maupun klub, dapat pulang ke rumah dengan selamat. Menurutnya, dukungan kepada tim seharusnya diwujudkan melalui semangat dan sportivitas, bukan intimidasi atau serangan yang membahayakan nyawa.

Erick juga menekankan bahwa sepak bola tidak boleh menjadi ruang pembenaran bagi tindakan kekerasan. Persaingan antarklub maupun perbedaan dukungan harus tetap berada dalam batas kewajaran dan penghormatan terhadap sesama. Ia tidak ingin insiden semacam ini kembali menjadi bagian dari sisi kelam sepak bola Indonesia. Penindakan yang tegas diharapkan dapat memberikan efek jera sekaligus memperkuat pesan bahwa keselamatan pemain, ofisial, suporter, dan masyarakat merupakan tanggung jawab bersama.

Erick Thohir mendesak pihak liga dan klub untuk segera menindaklanjuti perkara serangan terhadap bus Persib U-18. Ia meminta agar kasus tersebut tidak berhenti pada pernyataan keprihatinan, tetapi diproses melalui mekanisme yang berlaku di lingkungan kompetisi sepak bola. Liga dan klub dinilai perlu mengambil sikap tegas serta memastikan setiap pihak yang terbukti terlibat menerima sanksi berat sesuai ketentuan yang berlaku. Langkah tersebut penting untuk menjaga keamanan pertandingan dan melindungi pemain maupun ofisial.

Dalam keterangannya, Erick menyebut sejumlah bentuk kekerasan yang terjadi dalam insiden tersebut. Tindakan itu mencakup perampasan, perusakan bus, serta pemukulan terhadap ofisial. Menurutnya, rangkaian perbuatan tersebut telah melewati batas perilaku yang dapat ditoleransi dalam sepak bola. Ia menegaskan bahwa tindakan itu bukan cerminan suporter sepak bola Indonesia yang seharusnya mendukung pertandingan secara tertib dan sportif. Peristiwa tersebut, menurut Erick, sudah masuk ke ranah kriminal sehingga tidak cukup diselesaikan hanya melalui pendekatan internal sepak bola.

Erick juga menyampaikan bahwa kepolisian telah bekerja sama dalam penanganan kasus tersebut. Karena itu, ia meminta agar proses penegakan hukum dilakukan secara maksimal dan berjalan dengan tegas. Koordinasi pihak liga, klub, dan kepolisian diperlukan agar perkara dapat ditangani secara menyeluruh berdasarkan fakta yang ada. Di sisi lain, penerapan sanksi dari lingkungan kompetisi tetap dipandang penting sebagai bentuk tanggung jawab penyelenggara dan klub. Erick ingin penanganan yang jelas menjadi pesan bahwa kekerasan, perusakan, dan pemukulan tidak dapat dibenarkan dalam kegiatan sepak bola. Ia menilai ketegasan diperlukan untuk mencegah kejadian serupa terulang serta memastikan kompetisi berlangsung dalam suasana yang aman dan bermartabat.

Peristiwa tersebut terjadi ketika bus Persib U-18 berhenti di sebuah rest area di Batang. Lokasi pemberhentian bus itu berdekatan dengan rombongan suporter berinisial J yang baru kembali dari Yogyakarta. Dalam situasi tersebut, rombongan suporter berada di sekitar area yang sama dengan kendaraan tim Persib U-18.

Saat bus hendak melanjutkan perjalanan, ofisial tim Pandu Persada bersama rekannya, Ridwan, berupaya menuju kendaraan rombongan Persib U-18. Namun, ketika mendekati bus, Pandu melihat kendaraan tersebut telah dikerumuni sejumlah orang. Berdasarkan informasi yang tersedia, kondisi itu menjadi awal terjadinya situasi yang kemudian melibatkan kedua ofisial tersebut.

Dalam kejadian itu, Ridwan disebut sempat ditarik oleh salah seorang suporter. Ia kemudian berhasil masuk ke dalam bus. Pandu, pada saat yang sama, justru tertinggal di lokasi ketika rekannya telah berada di dalam kendaraan. Posisi Pandu yang masih berada di sekitar area bus membuatnya menghadapi situasi tersebut seorang diri.

Pandu mengaku dipaksa melepaskan jersey Persib yang dikenakannya. Setelah itu, ia menyampaikan bahwa dirinya mengalami pengeroyokan. Keterangan tersebut menggambarkan urutan kejadian berdasarkan informasi yang tersedia, mulai dari bus yang berhenti di rest area, keberadaan rombongan suporter yang baru pulang dari Yogyakarta, hingga insiden yang dialami para ofisial tim. Tidak ada keterangan lebih lanjut mengenai jumlah orang yang terlibat, motif penyerangan, maupun rincian lain di luar kronologi tersebut.

Setelah terjatuh dalam insiden penyerangan terhadap bus Persib U-18, Pandu berupaya menyelamatkan diri dari situasi yang semakin mencekam. Ia segera mencari celah untuk menjauh dari lokasi, meskipun kondisi di sekitarnya membuat pergerakan tidak mudah. Kesempatan untuk pergi akhirnya datang, dan Pandu langsung berlari menuju sebuah kios tambal ban yang berada tidak jauh dari tempat kejadian.

Di kios tersebut, Pandu berusaha mencari perlindungan sekaligus menenangkan diri. Setelah itu, ia mendapat bantuan dari petugas di area istirahat atau rest area. Perlindungan tersebut membuatnya dapat menjauh dari ancaman dan melewati situasi yang sebelumnya membahayakan keselamatannya. Pengalaman itu juga menjadi bagian penting dari keterangannya mengenai rangkaian peristiwa yang dialami.

Pandu berharap aparat kepolisian mengusut penyerangan tersebut secara tuntas. Menurut harapannya, seluruh rangkaian kejadian perlu ditelusuri dengan cermat agar pihak-pihak yang terlibat dapat diketahui berdasarkan penyelidikan dan bukti yang tersedia. Ia juga menginginkan adanya kejelasan mengenai penyebab serangan serta proses hukum yang akan dilakukan terhadap para pelaku apabila telah memenuhi dasar pembuktian.

Pandu turut menyinggung kabar mengenai penangkapan salah seorang yang diduga terlibat dalam penyerangan. Namun, ia menyebut para penyerang menutupi wajah sehingga sulit dikenali secara langsung. Kondisi tersebut dapat menjadi tantangan dalam proses identifikasi, sehingga penyidik perlu mengandalkan keterangan saksi, rekaman, dan bukti lain yang relevan. Pandu berharap kabar tentang adanya seseorang yang diamankan itu dapat menjadi perkembangan baik bagi pihaknya. Meski demikian, status hukum dan kepastian penangkapan tersebut masih perlu menunggu penjelasan lebih lanjut dari pihak berwenang.

Baca juga: Kekaguman Sandy Walsh Terhadap Dukungan Bobotoh Menjelang Laga Persija vs Persib | Dampak Kelangkaan BBM Terhadap Distribusi Pangan di Sulawesi Selatan | Tanggapan Grab Terhadap Kasus Pelecehan Seksual yang Viral

banner 325x300