BOJONEGORO, – Taman Tirtawana Desa Dander, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro menjadi saksi meriahnya pelestarian budaya lokal melalui Tradisi Sedekah Bumi.
Kegiatan tahunan ini tidak hanya menjadi simbol rasa syukur atas melimpahnya hasil pertanian, tetapi juga menjadi momentum berharga untuk memperkuat kebersamaan warga serta melestarikan warisan leluhur.
Hadir dalam acara tersebut, Danramil 0813-05/Dander Kapten Cku Parjan mengapresiasi tinggi antusiasme masyarakat.
Dalam perayaan ini, warga mengarak gunungan raksasa yang berisi beragam hasil bumi seperti kacang, tomat, lombok, dan komoditas pertanian lainnya.
Kemeriahan semakin memuncak dengan penampilan memukau dari kesenian Langen Tayub, dua kesenian khas yang merekatkan identitas budaya masyarakat setempat.
“Gunungan menunjukkan bahwa hasil bumi masyarakat Desa Dander sangat baik. Ini tentunya menjadi sesuatu yang patut kita syukuri, karena tanah yang kita miliki mampu menghasilkan berbagai komoditas pertanian,” ujar Kapten Cku Parjan saat dikonfirmasi, Senin (31/8/2026).
Ia menambahkan, setidaknya ada tiga esensi utama yang menjadi perhatian dalam momentum ini yakni eksistensi gunungan hasil bumi, esensi dari tradisi sedekah bumi itu sendiri, serta konsistensi dalam pelestarian seni reog dan langen tayub.
Hubungan erat antara manusia, alam, dan sektor pertanian digambarkan secara nyata dalam ritual adat ini.
Sebagai salah satu warisan budaya yang terus berkembang di Kabupaten Bojonegoro, tradisi ini diharapkan dapat terus dijaga oleh generasi muda agar tidak punah digerus zaman.
“Tradisi sedekah bumi ini menjadi wujud nyata rasa syukur masyarakat atas kesehatan, keselamatan, panjang usia, serta keberkahan yang telah diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa,” pungkas Danramil Dander tersebut.
















