banner 728x250

Arema Akhiri Kerja Sama dengan Marcos Santos Setelah Kekalahan Telak dari Persija

Arema Akhiri Kerja Sama dengan Marcos Santos Setelah Kekalahan Telak dari Persija
banner 120x600
banner 468x60

Jakarta | Arema FC resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih kepala Marcos Santos pada Jumat, 23 Oktober, setelah tim tersebut menelan kekalahan 1-5 dari Persija Jakarta. Hasil itu terjadi pada matchday keenam Super League dan berdampak langsung terhadap posisi Arema di klasemen. Setelah pertandingan tersebut, klub turun ke peringkat ke-12.

Keputusan mengakhiri kerja sama menandai perubahan penting bagi Arema pada awal kompetisi. Kekalahan dengan selisih empat gol menjadi hasil yang menonjol dalam perjalanan tim, sementara posisi di papan klasemen menunjukkan bahwa Arema perlu mengevaluasi capaian setelah enam pertandingan. Namun, informasi yang tersedia tidak merinci ketentuan pemutusan kontrak ataupun proses yang mendahului keputusan klub.

banner 325x300

Pengakhiran kerja sama ini sekaligus menutup masa kepemimpinan Marcos Santos sebagai pelatih kepala Arema. Untuk klub, pergantian pelatih dapat menjadi momen untuk meninjau pendekatan dan arah tim berikutnya. Meski begitu, langkah lanjutan Arema—termasuk siapa yang akan menangani tim setelah Santos—belum dijelaskan dalam keterangan peristiwa yang menjadi dasar kabar ini. Karena itu, fokus utama saat ini adalah keputusan resmi klub dan konsekuensi hasil pertandingan terhadap posisi Arema.

Turun ke peringkat ke-12 setelah matchday keenam memberi gambaran tentang tantangan yang dihadapi Arema di kompetisi. Posisi tersebut menjadi konteks penting bagi keputusan mengakhiri kerja sama, tetapi tidak dengan sendirinya menjelaskan seluruh pertimbangan manajemen. Kekalahan 1-5 dari Persija merupakan hasil yang disebut sebagai latar langsung perubahan tersebut. Arema kini memasuki tahap baru, dengan perhatian tertuju pada respons klub serta upaya memperbaiki posisi dalam pertandingan-pertandingan selanjutnya. Sampai ada informasi tambahan, belum tepat menyimpulkan rincian alasan lain ataupun memastikan dampak jangka panjang pergantian ini. Yang sudah dipastikan, Santos dan Arema mengakhiri kerja sama pada Jumat, 23 Oktober, sesudah kekalahan tersebut, sementara tim berada di urutan ke-12 klasemen Super League.

Arema FC secara resmi mengumumkan bahwa kerja sama dengan Marcos Santos telah berakhir. Keputusan tersebut disampaikan setelah manajemen melakukan evaluasi menyeluruh terhadap perjalanan tim, termasuk rangkaian hasil negatif yang dialami dalam kompetisi. Kekalahan telak dari Persija menjadi bagian dari situasi yang menyertai pengumuman itu, tetapi klub menempatkan keputusan ini dalam konteks penilaian atas hasil dan perkembangan tim secara lebih luas.

Dalam pernyataan resminya, manajemen menegaskan bahwa langkah tersebut diambil demi menjaga arah perjalanan Arema FC di kompetisi musim 2026/2027. Pengakhiran kerja sama dipandang sebagai keputusan yang diperlukan setelah menimbang kondisi tim dan hasil yang diraih. Klub tidak menyampaikan alasan lain di luar evaluasi tersebut, sehingga keputusan ini perlu dipahami sesuai dengan keterangan resmi yang telah diberikan.

Rentetan hasil negatif menjadi perhatian dalam evaluasi manajemen. Penilaian menyeluruh itu mendahului keputusan mengakhiri hubungan kerja dengan Santos, yang sebelumnya menangani tim. Dengan demikian, pengumuman klub bukan semata-mata reaksi terhadap satu pertandingan, melainkan bagian dari pertimbangan mengenai perjalanan tim dan kebutuhan untuk menjaga arah kompetisi pada musim mendatang. Manajemen menyatakan keputusan itu sebagai langkah yang diambil dalam kepentingan perjalanan Arema FC.

Pengumuman ini menandai berakhirnya periode Santos bersama Arema FC dan menjadi bagian dari upaya klub memastikan arah tim tetap terjaga untuk musim 2026/2027. Sampai pernyataan tersebut disampaikan, dasar keputusan yang dijelaskan manajemen tetap berpusat pada evaluasi menyeluruh atas hasil-hasil negatif. Pernyataan itu tidak merinci alasan tambahan, sehingga informasi mengenai pengakhiran kerja sama sebaiknya dibatasi pada penjelasan resmi tersebut. Langkah manajemen mencerminkan respons terhadap penilaian atas performa tim, sekaligus penegasan bahwa klub mempertimbangkan keberlanjutan perjalanan kompetitifnya.

Marcos Santos mulai menukangi Arema pada awal musim 2025/2026. Periode tersebut menjadi titik awal masa kepelatihannya bersama klub, sekaligus konteks untuk memahami perjalanan Santos di tim. Informasi mengenai awal masa tugas ini merujuk pada penunjukannya sebagai pelatih Arema pada permulaan musim tersebut. Dengan demikian, pembahasan mengenai kiprahnya perlu ditempatkan dalam rentang masa kepelatihan yang tersedia, tanpa menambahkan rincian lain yang tidak disebutkan. Catatan perjalanan Santos bersama Arema mencakup keterlibatannya dalam kompetisi dan hasil akhir yang dicapai tim pada musim sebelumnya. Kedua hal itu menggambarkan konteks masa tugasnya, bukan dasar untuk menyimpulkan aspek lain tentang kepelatihan maupun performa tim.

Pada musim lalu, Santos memimpin Arema dalam 34 pertandingan Super League. Jumlah pertandingan tersebut merupakan bagian dari catatan masa kepelatihannya bersama klub dalam kompetisi itu. Sepanjang periode tersebut, Arema menjalani pertandingan-pertandingan Super League di bawah arahan Santos, hingga kompetisi musim lalu berakhir. Informasi yang tersedia mencatat jumlah laga yang dipimpin serta posisi akhir Arema, tanpa memerinci hasil setiap pertandingan atau aspek lain dari perjalanan kompetisi. Karena itu, catatan ini disampaikan sebatas keterangan mengenai cakupan tugas Santos pada musim tersebut. Angka 34 menunjukkan jumlah pertandingan Super League yang ia pimpin, bukan tambahan statistik mengenai capaian individual ataupun rangkaian hasil tertentu.

Arema mengakhiri kompetisi Super League musim lalu di posisi kesembilan. Posisi tersebut menjadi keterangan mengenai hasil akhir tim dalam musim yang dimaksud, sementara jumlah 34 pertandingan mencatat keterlibatan Santos sebagai pelatih sepanjang kompetisi. Kedua informasi ini memberi gambaran faktual tentang masa kepelatihannya bersama Arema sebelum memasuki konteks musim 2025/2026, saat ia mulai menukangi tim. Catatan tersebut tidak mencakup rincian lain seperti jumlah kemenangan, kekalahan, gol, atau penilaian atas pekerjaan Santos, sebab informasi itu tidak tersedia dalam keterangan yang menjadi dasar pembahasan. Dengan demikian, perjalanan kepelatihannya dapat dijelaskan melalui awal masa tugas pada awal musim 2025/2026 serta catatan musim lalu: memimpin Arema dalam 34 pertandingan Super League dan mengakhiri kompetisi di posisi kesembilan.

Catatan Arema pada enam pertandingan awal musim ini memperlihatkan hasil yang belum konsisten. Dari enam laga tersebut, tim hanya meraih satu kemenangan, mencatat dua kekalahan, dan bermain imbang tiga kali. Satu-satunya kemenangan datang ketika Arema mengalahkan Isenmulang Kalteng FC dengan skor 4-0. Hasil itu menjadi pencapaian paling menonjol dalam rangkaian pertandingan awal, tetapi belum cukup untuk menutup catatan kehilangan poin pada laga-laga lainnya.

Di sisi lain, dua kekalahan dan tiga hasil imbang menunjukkan bahwa Arema belum mampu menjaga momentum secara berkelanjutan. Klub menyebut adanya rentetan hasil negatif sebagai bagian dari pertimbangan dalam mengakhiri kerja sama dengan Marcos Santos. Pernyataan tersebut menempatkan keputusan perpisahan dalam konteks performa tim, tanpa menguraikan lebih jauh faktor lain di balik evaluasi. Kekalahan telak dari Persija menjadi latar penting bagi pengumuman berakhirnya kerja sama, sementara rekam hasil enam laga awal memberi gambaran tentang perjalanan Arema sebelum keputusan itu disampaikan.

Rangkaian angka tersebut mencatat hasil di lapangan secara sederhana: kemenangan atas Isenmulang Kalteng FC, dua kekalahan, serta tiga hasil seri. Bagi klub, hasil-hasil itu menjadi bagian dari evaluasi terhadap perjalanan tim dan rentetan yang dinilai negatif. Namun, catatan tersebut tidak mengubah penghargaan yang disampaikan Arema kepada pelatih asal Brasil itu. Dalam pernyataan perpisahan, klub mengapresiasi dedikasi dan kontribusi Santos selama menjalankan tugasnya bersama tim. Apresiasi itu disampaikan bersamaan dengan keputusan untuk mengakhiri kerja sama, sehingga pesan klub mencakup baik evaluasi atas hasil maupun penghormatan atas pengabdian pelatih.

Arema juga menyampaikan permohonan maaf kepada para pendukung atas situasi yang terjadi dan hasil.

Baca juga: Kemenangan Beruntun Persija Jakarta di Super League 2026/2027 | Persija Jakarta Raih Tiga Kemenangan Beruntun di Awal Musim | Persija Dukung Enam Pemainnya Masuk Timnas untuk ASEAN Cup 2026

banner 325x300