PRINGSEWU JEJAKPERISTIWA.ID, Jumat(05/06/2026)– Puskesmas Bandung Baru, Kecamatan Adiluwih, Kabupaten Pringsewu, mengalokasikan anggaran Rp266.376.000 untuk belanja snack, makanan, dan bahan PMT lokal tahun 2025. Besaran anggaran itu memicu pertanyaan publik, ditambah sulitnya konfirmasi dari pihak puskesmas.
5.06.2026.
Berdasarkan data rincian anggaran 2025:
Belanja Snack Kelas: Rp42.750.000
1. Kelas Ibu Hamil: Rp22.500.000
2. Kelas Ibu Balita: Rp20.250.000
Belanja Bahan PMT Lokal: Rp183.552.000
1. PMT Bumil KEK dan Risiko KEK: Rp116.100.000
2. Bahan Pangan Balita Gizi Kurang: Rp31.416.000
3. Bahan Pangan Balita BB Kurang: Rp24.486.000
4. Bahan Pangan Balita Masalah Gizi: Rp11.550.000
Belanja Makan dan Snack Kegiatan: Rp37.830.000
1. Pembekalan Tim PMT: Rp2.244.000
2. Penyuluhan Kespro-KB: Rp17.850.000
3. Lokakarya Mini Lintas Sektor Triwulan: Rp9.180.000
4. Lokakarya Mini Bulanan: Rp10.800.000
Total 2025: Rp266.376.000
Publik mempertanyakan transparansi. Dengan anggaran Rp116,1 juta untuk PMT Bumil KEK, berapa jumlah ibu hamil yang menerima dan berapa porsi PMT per orang? Untuk snack kelas ibu hamil Rp22,5 juta, berapa kali kegiatan dilaksanakan dan berapa peserta per kelas?
Upaya konfirmasi ke pihak Puskesmas Bandung Baru belum membuahkan hasil. Saat dimintai keterangan melalui WhatsApp, Kepala UPT Puskesmas Bandung Baru tidak pernah membalas pesan. Saat dihubungi via telepon pun tidak pernah mengangkat.
Bungkamnya pejabat puskesmas menambah tanda tanya warga Adiluwih. Padahal program penurunan stunting dan gizi buruk menyangkut kepentingan publik dan menggunakan dana APBD.
Sesuai UU 14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, badan publik wajib memberikan informasi penggunaan anggaran.
Saat dimintai keterangan melalui WhatsApp, Kepala UPT Puskesmas Bandung Baru tidak pernah membalas pesan. Saat dihubungi via telepon pun tidak pernah mengangkat.”
















