Kota Sampit | Ratusan warga tetap mengikuti kegiatan car free day (CFD) di Taman Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, pada Minggu pagi, 25 Oktober 2026. Sejak kegiatan berlangsung, kawasan tersebut dipenuhi peserta dari berbagai kelompok usia. Mereka datang untuk berolahraga dan mengikuti aktivitas CFD, meskipun kabut asap pekat menyelimuti Kota Sampit. Kondisi itu menjadi latar kegiatan warga yang tetap memadati ruang publik pada pagi tersebut.
Kehadiran peserta dalam jumlah besar menunjukkan bahwa CFD tetap diikuti masyarakat di tengah kabut asap. Warga yang datang terdiri atas berbagai usia, sehingga kawasan Taman Kota Sampit diisi oleh kelompok peserta yang beragam. Mereka menggunakan waktu kegiatan untuk berolahraga di area CFD. Kabut asap yang terlihat menyelimuti kota tidak menghentikan warga untuk hadir dan menjalani aktivitas tersebut pada Minggu pagi.
CFD di Taman Kota Sampit menjadi tempat berkumpulnya warga yang ingin berolahraga. Pada hari itu, ratusan orang tetap memenuhi kawasan kegiatan, sementara kabut asap pekat masih menyelimuti kota. Kehadiran peserta dari berbagai kelompok usia memperlihatkan bahwa kegiatan tersebut diikuti oleh masyarakat dengan latar usia yang berbeda. Mereka berada di lokasi yang sama untuk mengikuti CFD, meskipun kondisi udara berkabut asap menjadi perhatian di tengah pelaksanaan kegiatan.
Peristiwa pada 25 Oktober 2026 itu memperlihatkan warga tetap datang ke CFD di pusat Kota Sampit kendati kabut asap pekat menyelimuti kawasan. Ratusan peserta dari berbagai usia memenuhi Taman Kota Sampit untuk berolahraga. Kegiatan berlangsung pada Minggu pagi, saat kabut asap masih tampak sebagai kondisi yang menyertai aktivitas warga. Dengan demikian, CFD tetap menjadi agenda yang diikuti masyarakat pada pagi itu, di tengah keadaan kota yang tertutup asap.
Warga Sampit tetap beraktivitas di luar ruangan saat kegiatan Car Free Day (CFD) berlangsung, meskipun kabut asap tampak pekat dan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) telah menembus level berbahaya. Situasi ini memperlihatkan kontras rutinitas warga pada hari bebas kendaraan dan kondisi udara yang kurang mendukung aktivitas di ruang terbuka. Kehadiran peserta di CFD menandakan kegiatan masyarakat tetap berjalan, sementara kualitas udara menjadi perhatian yang tidak dapat diabaikan.
Kabut asap yang menyelimuti kawasan tersebut dikaitkan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang disebut telah meluas selama beberapa bulan terakhir. Dengan demikian, asap pekat yang terlihat di Sampit bukan sekadar latar bagi kegiatan warga, melainkan dampak dari kebakaran yang terus terjadi dan menyebar dalam rentang waktu tersebut. Hubungan sebab-akibat ini menempatkan karhutla sebagai penyebab kabut asap, sedangkan kondisi udara yang tercemar tercermin pada ISPU yang mencapai tingkat berbahaya.
Ketika indeks kualitas udara berada pada level tersebut, aktivitas luar ruangan berlangsung di tengah paparan asap. Keadaan ini menjadi penting untuk dicermati karena warga berolahraga dan berkegiatan di ruang terbuka pada saat pencemaran udara berada dalam kategori yang mengkhawatirkan. Pemandangan CFD di tengah kabut asap juga menunjukkan bahwa kegiatan publik dapat terus berlangsung meski kondisi lingkungan berubah dan kualitas udara memburuk.
Meluasnya karhutla selama beberapa bulan terakhir menjelaskan mengapa kabut asap pekat masih menyelimuti Sampit. Selama kebakaran hutan dan lahan menjadi sumber asap, pencemaran udara yang dirasakan masyarakat tetap berkaitan dengan peristiwa tersebut. Karena itu, kondisi ISPU yang berbahaya dan aktivitas warga saat CFD perlu dipahami dalam konteks yang sama: masyarakat beraktivitas di luar ruangan ketika asap akibat karhutla masih memengaruhi udara. Fakta ini menegaskan bahwa suasana CFD yang ramai tidak serta-merta mencerminkan lingkungan yang aman dari pencemaran. Kabut yang tampak dan indikator kualitas udara sama-sama menggambarkan situasi yang dihadapi warga Sampit saat kebakaran meluas belum surut.
Di tengah kabut asap yang terasa pekat dan menyengat di kawasan Car Free Day (CFD) Sampit, sejumlah warga tetap terlihat berolahraga di ruang terbuka. Pada pengamatan di lokasi, banyak peserta tampak tidak mengenakan masker pelindung ketika berjalan, berlari, atau melakukan aktivitas fisik lainnya. Pemandangan tersebut berlangsung saat asap masih terasa di sekitar area kegiatan. Namun, temuan ini merupakan gambaran yang terlihat pada saat itu, bukan pernyataan bahwa seluruh peserta CFD berolahraga tanpa masker.
Penggunaan masker di warga yang hadir tampak beragam. Ada peserta yang terlihat mengenakannya, sementara banyak lainnya beraktivitas tanpa pelindung tersebut. Pengamatan ini tidak menjelaskan alasan setiap orang memilih memakai atau tidak memakai masker. Tidak dapat dipastikan pula apakah keputusan itu berkaitan dengan kenyamanan, persiapan pribadi, atau pertimbangan lain. Karena itu, kondisi di lapangan sebaiknya disampaikan sebatas apa yang tampak, tanpa menggeneralisasi perilaku semua pengunjung.
Asap yang menyengat menjadi bagian dari suasana CFD saat warga melakukan kegiatan fisik. Kondisi kualitas udara seperti ini menjadi perhatian karena paparan asap dapat berkaitan dengan ancaman penyakit pernapasan. Meski demikian, pengamatan terhadap peserta yang tidak memakai masker tidak dengan sendirinya membuktikan adanya dampak kesehatan tertentu pada mereka. Tidak ada kesimpulan mengenai kondisi kesehatan individu yang dapat ditarik hanya dari penampilan di lokasi. Kehadiran warga dan pilihan perlindungan yang terlihat menunjukkan situasi CFD pada waktu pengamatan, ketika kabut asap belum surut. Informasi tersebut dapat menjadi catatan bagi warga untuk memperhatikan kondisi udara dan mempertimbangkan perlindungan yang sesuai sebelum berolahraga di luar ruangan, tanpa menganggap bahwa semua peserta mengambil keputusan yang sama.
Bagi sejumlah warga yang datang ke kegiatan car free day (CFD) di Sampit, olahraga pada Minggu pagi telah menjadi bagian dari rutinitas. Mereka memandang aktivitas fisik sebagai kebutuhan untuk menjaga tubuh tetap bugar, sekalipun kondisi udara sedang diselimuti kabut asap pekat. Kebiasaan bergerak secara teratur dinilai membantu mereka mempertahankan kebugaran dan menjalani kegiatan sehari-hari dengan lebih nyaman. Karena itu, kondisi udara yang kurang ideal tidak serta-merta membuat sebagian warga meninggalkan rutinitas olahraga pagi mereka.
Rutinitas tersebut juga berkaitan dengan kebutuhan tubuh untuk terus bergerak. Warga menghindari tubuh terasa lemas atau kaku ketika terlalu lama tidak beraktivitas. Bagi mereka, berolahraga pada pagi hari memberi kesempatan untuk menggerakkan badan dan menjaga kebugaran, sesuai kemampuan masing-masing. Meski demikian, olahraga di tengah kabut asap tetap memerlukan perhatian terhadap keselamatan. Warga perlu mempertimbangkan kondisi udara dan mengambil langkah perlindungan agar kebiasaan sehat itu tidak mengabaikan risiko paparan asap.
Riduan mengatakan olahraga tetap perlu dilakukan untuk menjaga kesehatan dan kebugaran. Namun, ia menilai aktivitas tersebut idealnya dilakukan dengan memakai masker agar lebih aman. Anjuran itu menjadi pengingat bahwa kebiasaan berolahraga dapat tetap dijalankan dengan mempertimbangkan perlindungan diri, terutama ketika udara tercemar. Memakai masker menjadi salah satu langkah yang dapat membantu warga merasa lebih terlindungi saat bergerak di luar ruangan, meski keputusan untuk berolahraga tetap perlu disesuaikan dengan keadaan udara dan kondisi tubuh.
M. Basuni, warga lanjut usia, juga menyampaikan bahwa ia membutuhkan olahraga pagi. Ia merasa lemas dan kaku apabila tidak bergerak, sehingga aktivitas fisik menjadi bagian penting dari kesehariannya. Pengalamannya menggambarkan alasan sebagian warga tetap berusaha menjaga rutinitas gerak tubuh pada Minggu pagi. Bagi Basuni, bergerak membantu menghindari rasa lemas dan kaku yang muncul ketika tubuh tidak aktif. Di tengah kabut asap, kebutuhan untuk tetap bugar itu berjalan berdampingan dengan pentingnya memperhatikan keamanan saat berolahraga.
Baca juga: Kebakaran Kembali Mengancam Kebun Warga, Babinsa Bersama Damkar dan Warga Bergerak Padamkan Api















