Jakarta | Muhammad Sakhi Athaillah, atlet panahan junior asal DKI Jakarta yang berusia 14 tahun, meraih empat medali dalam turnamen Jakarta Series 2 tahun 2026. Kompetisi tersebut berlangsung di Stadion Gongseng, Jakarta Timur. Sakhi membawa pulang dua medali emas, satu perak, dan satu perunggu, sekaligus memberikan kontribusi penting bagi DAD Archery Club yang berhasil menjadi juara umum.
Perolehan tersebut menunjukkan penampilan Sakhi yang konsisten sepanjang turnamen. Ia mampu mengumpulkan medali dari beberapa nomor yang diikutinya, dengan hasil yang mencakup posisi teratas maupun podium lainnya. Dua emas menjadi bagian terbesar dari pencapaiannya, sementara medali perak dan perunggu melengkapi total empat penghargaan yang diraih dalam ajang itu.
Keikutsertaan Sakhi juga menjadi bagian dari upaya klub dalam mengumpulkan hasil terbaik selama Jakarta Series 2. Dalam kompetisi antarklub, capaian para atlet berkontribusi terhadap posisi keseluruhan tim. Empat medali yang diraih Sakhi turut membantu DAD Archery Club mengamankan gelar juara umum, sehingga prestasinya memiliki dampak bagi dirinya sekaligus klub yang ia bela.
Sakhi bergabung dengan DAD Archery Club dan saat ini menempuh pendidikan di kelas IX Junior High School Budi Cendekia Islamic School. Ia menjalani aktivitas sebagai pelajar sekaligus atlet junior, dengan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan panahannya melalui latihan dan keikutsertaan dalam turnamen. Hasil di Jakarta Series 2 menambah catatan prestasinya di kompetisi panahan.
Jakarta Series 2 tahun 2026 menjadi panggung bagi Sakhi untuk menunjukkan hasil dari persiapannya dalam olahraga panahan. Raihan dua emas, satu perak, dan satu perunggu merupakan pencapaian yang menonjol bagi atlet berusia 14 tahun tersebut. Pada saat yang sama, keberhasilannya memperkuat hasil DAD Archery Club dalam klasemen klub. Dengan demikian, empat medali Sakhi menjadi salah satu sumbangan bagi gelar juara umum yang diraih klubnya di turnamen yang digelar di Jakarta Timur itu.
Dalam ajang tersebut, Sakhi tampil di beberapa nomor recurve putra, mencakup kategori umum dan kelompok usia U15. Rangkaian pertandingan yang diikutinya memperlihatkan kontribusi pada nomor beregu sekaligus pencapaian di nomor perorangan. Dari seluruh nomor itu, Sakhi mengumpulkan satu medali perunggu, satu perak, dan dua emas, sehingga jumlah keseluruhannya mencapai empat medali.
Medali perunggu diraih Sakhi pada nomor recurve umum beregu putra jarak 70 meter. Ia bertanding bersama Owen Abdillah Tantra dan Darryl Threezqi Ilyasa. Ketiganya mewakili DAD Archery Club dalam nomor beregu tersebut. Hasil ini menambah perolehan klub pada kategori umum, sekaligus menjadi salah satu kontribusi Sakhi dalam membantu tim mengumpulkan poin dan medali sepanjang kompetisi.
Pada kategori junior men U15, Sakhi memperoleh medali perak dalam nomor kualifikasi recurve jarak 40 meter. Nomor kualifikasi menjadi bagian penting dari pertandingan karena menunjukkan hasil pemanah pada tahap awal dan dapat menentukan posisi untuk melanjutkan ke babak berikutnya. Sakhi kemudian mencatat hasil lebih tinggi dalam nomor eliminasi recurve putra U15 jarak 40 meter. Di nomor ini, ia meraih medali emas setelah menjalani pertandingan eliminasi.
Emas kedua Sakhi datang dari nomor recurve beregu putra U15 jarak 40 meter. Ia bergabung dengan Moreno dan Owen Abdillah Tantra untuk membela DAD Archery Club. Hasil beregu tersebut melengkapi kemenangan individualnya di nomor eliminasi dan memperlihatkan bahwa Sakhi berkontribusi dalam dua format pertandingan U15 yang berbeda. Dengan demikian, empat medali yang dikumpulkannya berasal dari tiga nomor U15 dan satu nomor umum beregu.
Perolehan tersebut menggambarkan konsistensi Sakhi di berbagai jarak dan format recurve putra. Ia mampu meraih hasil pada nomor kualifikasi, eliminasi, serta beregu, dengan capaian tertinggi berupa dua medali emas di kategori U15. Rangkaian prestasi itu juga memberi sumbangan penting bagi DAD Archery Club dalam persaingan antarklub dan mendukung keberhasilan klub meraih predikat juara umum.
Empat medali yang dikumpulkan Sakhi pada Jakarta Series 2 menjadi bagian penting dari rekam jejaknya di cabang panahan. Prestasi tersebut sekaligus membantu DAD Archery Club meraih predikat juara umum. Hasil di Jakarta Series 2 memperlihatkan konsistensi Sakhi dalam mengikuti berbagai nomor pertandingan dan melengkapi pencapaian yang telah diraihnya pada kompetisi sebelumnya.
Sebelumnya, pada Jakarta Series Open 1 tahun 2026 yang berlangsung pada 12–14 Juni, Sakhi meraih dua medali emas. Emas pertama diperoleh dari nomor kualifikasi recurve junior U15 putra jarak 40 meter. Ia juga menjadi bagian dari tim yang memenangkan nomor recurve beregu U15 putra jarak 40 meter. Dalam pertandingan beregu tersebut, Sakhi berkompetisi bersama Ziqra Zein Tubagus Chan dan Owen Abdillah Tantra. Capaian ini menambah catatan prestasinya di tingkat turnamen terbuka dan menunjukkan kontribusinya dalam nomor individu maupun beregu.
Pengalaman Sakhi tidak terbatas pada pertandingan di Indonesia. Pada 2–5 Juli 2026, ia turut mengikuti Singapore Archery Youth Championship. Kejuaraan tersebut diikuti atlet muda dari Singapura, Filipina, Laos, Malaysia, Taiwan, dan Indonesia. Kehadiran peserta dari sejumlah negara memberi Sakhi kesempatan untuk menghadapi pemanah dengan latar kompetisi yang beragam serta menambah pengalaman bertanding di ajang internasional.
Rangkaian keikutsertaan tersebut menjadi bekal bagi Sakhi untuk terus berkembang dan menetapkan sasaran yang lebih tinggi. Ia berharap suatu saat dapat berlaga di Olimpiade. Sakhi juga ingin mengharumkan nama Indonesia melalui prestasinya di arena panahan. Harapan itu menjadi tujuan jangka panjang yang menyertai proses latihan dan partisipasinya dalam berbagai kejuaraan. Dengan pencapaian di Jakarta Series 2, dua medali emas pada Jakarta Series Open 1, serta pengalaman di Singapura, perjalanan kompetitifnya terus bertambah. Setiap turnamen memberinya ruang untuk menguji kemampuan, belajar dari lawan, dan membangun kesiapan menuju tingkat pertandingan yang lebih tinggi.
Pelatih DAD Archery Club, Sunjaya, menyampaikan bahwa klubnya berhasil meraih gelar juara umum Jakarta Series 2 tahun 2026. Prestasi tersebut ditopang oleh raihan total 36 medali, terdiri atas 13 medali emas, 12 medali perak, dan 11 medali perunggu. Perolehan itu berasal dari berbagai nomor pertandingan, baik beregu atau tim maupun individual atau perorangan. Hasil tersebut menunjukkan kontribusi para atlet klub dalam sejumlah kategori yang dipertandingkan.
Sunjaya mengapresiasi pencapaian para atlet, terutama para atlet pelajar yang telah berlatih dan tampil dalam kompetisi. Menurutnya, keberhasilan ini patut disyukuri, tetapi kemenangan bukan alasan untuk berhenti berusaha. Atlet yang berhasil membawa pulang medali diharapkan tidak cepat berpuas diri. Mereka perlu menjaga kedisiplinan, terus berlatih, dan meningkatkan kemampuan agar dapat menghadapi tantangan pada kejuaraan berikutnya. Perjalanan dalam olahraga, kata dia, menuntut konsistensi, bukan hanya hasil baik dalam satu pertandingan.
Ia juga menyampaikan pesan kepada atlet yang belum memperoleh prestasi agar tidak berkecil hati. Hasil pertandingan dapat menjadi dorongan untuk berlatih lebih giat dan memperbaiki kekurangan. Setiap atlet memiliki proses perkembangan yang berbeda, sehingga kegagalan meraih medali pada suatu kesempatan tidak seharusnya membuat mereka menyerah. Dengan latihan yang terarah serta kemauan untuk belajar, para atlet dapat terus mengembangkan keterampilan dan kesiapan bertanding.
Dalam kesempatan tersebut, Sunjaya menyampaikan penghargaan kepada Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta, BAPOPSI, serta Pengprov Perpani DKI Jakarta atas dukungan yang diberikan. Dukungan dari berbagai pihak membantu terselenggaranya pembinaan dan kompetisi bagi atlet. Ia memandang kejuaraan seperti Jakarta Series 2 bukan semata-mata tempat untuk mengejar medali, melainkan juga sarana evaluasi.















