banner 728x250

Penyerangan Geng Motor di Makassar Menewaskan Satu Orang, Dua Sepeda Motor Dibakar

Penyerangan Geng Motor di Makassar Menewaskan Satu Orang, Dua Sepeda Motor Dibakar
banner 120x600
banner 468x60

MAKASSAR, SULAWESI SELATAN — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 4 Oktober 2026, Penyerangan antar kelompok geng motor terjadi pada waktu subuh di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Peristiwa tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia, sementara seorang lainnya mengalami luka berat setelah diduga menjadi korban penganiayaan menggunakan senjata tajam. Insiden itu juga berkaitan dengan pembakaran dua sepeda motor yang berada di lokasi kejadian.

Kasi Humas Polrestabes Makassar AKP Jaffar Ahmad membenarkan adanya dua korban dalam penyerangan tersebut. Korban yang meninggal dunia diketahui bernama Muh. Akmal Makmur, berusia 24 tahun. Ia ditemukan di Jalan Perintis Kemerdekaan KM 19, Kelurahan Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, sekitar pukul 03.35 Wita.

banner 325x300

Akmal dinyatakan sebagai korban jiwa dalam insiden yang berlangsung ketika sebagian besar warga masih beristirahat. Informasi mengenai kejadian tersebut kemudian ditangani oleh kepolisian untuk mengungkap rangkaian peristiwa, pihak-pihak yang terlibat, serta motif penyerangan. Petugas juga melakukan pemeriksaan terhadap lokasi untuk mengumpulkan keterangan dan barang bukti yang berkaitan dengan kasus tersebut.

Korban lainnya adalah Muh. Farel SM, yang masih berusia 16 tahun. Ia mengalami luka robek pada bagian kepala dan punggung akibat penganiayaan menggunakan senjata tajam. Setelah mendapat pertolongan, Farel menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Dr. Tadjuddin Chalid, Makassar. Kondisinya masih menjadi perhatian tim medis selama proses penanganan berlangsung.

Kepolisian masih mendalami penyerangan dini hari tersebut, termasuk memastikan kronologi bentrokan antar kelompok dan peran setiap orang yang terlibat. Penyelidikan diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai awal kejadian hingga jatuhnya korban. Aparat juga perlu memastikan keamanan di sekitar lokasi agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi.

Peristiwa tersebut bermula sekitar pukul 02.00 Wita ketika kelompok korban berkumpul di Jalan Dg Ramang, Kelurahan Pai, Kecamatan Biringkanaya, Makassar. Dalam situasi itu, kelompok lain datang dengan menggunakan sekitar 12 sepeda motor. Mereka diduga membawa sejumlah senjata tajam, termasuk parang dan anak busur. Kehadiran kelompok tersebut kemudian memicu ketegangan dengan kelompok korban yang berada di lokasi.

Kelompok korban disebut melakukan perlawanan dan mengejar kelompok yang datang menggunakan sepeda motor tersebut ke arah Kabupaten Maros. Kejar-kejaran berlanjut hingga Jalan Perintis Kemerdekaan KM 19, tepatnya di depan sebuah minimarket. Di lokasi itu, sepeda motor yang ditumpangi Arif, Nizar, dan Akmal bertabrakan dengan sepeda motor yang dikendarai Angga dan Farel. Tabrakan tersebut membuat para pengendara dan penumpang berada dalam kondisi pascakecelakaan di sekitar jalan.

Kelompok yang diduga datang dari arah Maros kemudian berbalik setelah melihat kecelakaan tersebut. Akmal dan Farel, yang masih berada dalam kondisi pascakecelakaan, diduga menjadi sasaran serangan menggunakan parang dan anak busur. Akmal meninggal dunia di lokasi kejadian akibat penganiayaan tersebut. Sementara itu, Farel mengalami luka robek pada bagian belakang kepala yang diduga disebabkan oleh tebasan parang. Selain luka tersebut, anak panah busur juga dilaporkan masih tertancap di kepala Farel. Rangkaian kejadian ini menjadi bagian penting dalam penyelidikan untuk mengidentifikasi para pelaku, memastikan peran masing-masing pihak, serta mengungkap penyebab bentrokan dan penyerangan di Jalan Perintis Kemerdekaan.

Setelah penyerangan terjadi, jenazah Muh. Akmal Makmur dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Evakuasi tersebut dilakukan sekitar pukul 05.08 Wita sebagai bagian dari penanganan awal terhadap korban meninggal dunia dalam insiden penyerangan geng motor di Makassar.

Di RS Bhayangkara, jenazah dijadwalkan menjalani pemeriksaan forensik. Pemeriksaan itu meliputi visum et repertum dan autopsi untuk mendokumentasikan kondisi jenazah serta membantu proses penyelidikan. Hasil pemeriksaan forensik dapat menjadi bagian penting dalam mengungkap penyebab kematian dan memperjelas rangkaian peristiwa yang sedang ditangani aparat penegak hukum.

Sementara itu, korban luka, Muh. Farel SM, masih menjalani perawatan secara intensif di RS Dr. Tadjuddin Chalid. Farel mengalami luka robek pada bagian kepala dan punggung akibat serangan tersebut. Selain luka robek, terdapat anak panah busur yang masih tertancap di bagian kepalanya.

Kondisi tersebut membuat Farel memerlukan penanganan medis secara intensif di rumah sakit. Informasi mengenai perawatan korban disampaikan berdasarkan kondisi luka yang tercatat, tanpa adanya keterangan tambahan mengenai perkembangan medisnya. Penanganan terhadap jenazah dan korban luka berlangsung sebagai bagian dari respons setelah insiden, sementara pemeriksaan forensik serta perawatan intensif menjadi langkah utama bagi masing-masing korban.

Peristiwa yang melibatkan kelompok geng motor terjadi hampir bersamaan di Jalan Sungai Saddang Baru, Makassar, pada pagi hari. Berdasarkan keterangan warga, sekitar 20 sepeda motor yang diduga membawa rombongan geng motor melintas dari arah timur sekitar pukul 05.00 Wita. Rombongan itu kemudian bergerak melewati kawasan inspeksi kanal atau Lorong Lonner, Kelurahan Barabaraya Selatan, Kecamatan Makassar.

Saat berada di kawasan tersebut, kelompok yang melintas diduga dihadang oleh sekelompok pemuda. Warga menyebut penyerangan dilakukan menggunakan petasan dan busur. Situasi tersebut membuat sejumlah pengendara terjatuh dan meninggalkan sepeda motor mereka di lokasi. Kendaraan yang tertinggal kemudian menjadi sasaran pembakaran, sehingga dua unit sepeda motor hangus dalam kejadian itu.

Asap dan kerusakan kendaraan menarik perhatian warga di sekitar lokasi. Dua bangkai sepeda motor yang ditemukan setelah kejadian kemudian dievakuasi ke Mapolsek Makassar sekitar pukul 06.20 Wita. Evakuasi dilakukan untuk mengamankan barang bukti serta membantu proses penyelidikan terhadap rangkaian peristiwa yang berlangsung pada waktu berdekatan tersebut.

Aksi penyerangan itu juga dilaporkan menewaskan satu orang. Hingga kini, polisi masih menyelidiki pelaku penyerangan, termasuk pihak yang terlibat dalam pembakaran dua sepeda motor. Petugas masih mengumpulkan keterangan warga, menelusuri kronologi kejadian, dan memeriksa barang bukti yang telah diamankan untuk mengungkap penyebab serta rangkaian lengkap insiden tersebut.

banner 325x300