banner 728x250

Dandim Bojonegoro Dampingi Menko PMK Hadiri Harlah dan Peresmian Gedung Baru SMPN 1 Padangan

Dandim Bojonegoro Dampingi Menko PMK Hadiri Harlah dan Peresmian Gedung Baru SMPN 1 Padangan
banner 120x600
banner 468x60

BOJONEGORO, – Suasana hangat penuh nostalgia mewarnai Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 SMP Negeri 1 Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (22/8/2026).

Momentum istimewa ini makin bermakna dengan hadirnya Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) RI, Pratikno, yang kembali ke almamaternya didampingi Komandan Kodim (Dandim) 0813 Bojonegoro Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto beserta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

banner 325x300

Selain merayakan harlah sekolah dan meresmikan fasilitas anyar, kunjungan Pratikno menjadi ajang “suntikan semangat” dan arahan strategis terkait tantangan dunia pendidikan di era digital.

Dalam arahannya, Pratikno menegaskan bahwa tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini jauh lebih kompleks dibandingkan masa lalunya.

Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak lagi sebatas mencetak anak yang unggul secara akademik, melainkan membentuk pribadi yang tangguh secara fisik, mental, dan karakter.

“Anak-anak harus pintar, tetapi kita juga harus mencetak manusia yang kuat dan tangguh. Fisik penting, tetapi mental juga sangat penting,” tegas alumni SMPN 1 Padangan tersebut.

Pratikno memberikan sorotan khusus pada fenomena sosial yang kian mengkhawatirkan, seperti meningkatnya kasus bunuh diri di tingkat nasional maupun global. Keresahan ini bertambah lantaran rentang usia kelompok yang terdampak kini semakin meluas hingga menyentuh usia sekolah.

“Kasus yang kami tangani, bunuh diri, mengapa ini menjadi perhatian kita? Karena bukan hanya jumlahnya yang meningkat, tetapi rentang usianya juga semakin lebar,” ungkapnya prihatin.

Lebih lanjut, Menko PMK membeberkan dinamika media sosial yang memicu fenomena Fear of Missing Out (FOMO) pada anak.

Paparan visual dan gaya hidup di platform digital sering kali membuat anak merasa tertekan dan takut tertinggal, sementara kemampuan menyaring (filter) informasi belum matang.

Guna membendung dampak negatif tersebut, Pratikno berpesan keras kepada para orang tua agar tidak menjadikan gawai atau smartphone sebagai cara gampang menenangkan anak.

“Jangan HP dijadikan pengganti pengasuh anak. Ketika anak tantrum atau rewel, jangan langsung disodori HP,” cetusnya.

Tak hanya itu, penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di lingkungan pelajar juga disorot.

Ia meminta pemanfaatan AI diawasi secara bijak agar tidak mengikis daya kritis serta kemampuan analisis mandiri siswa.

“Anak-anak menggunakan AI, itu harus benar-benar hati-hati. Jangan sampai kemampuan analitiknya berkurang,” pesannya.

Di tengah gempuran teknologi, Pratikno menilai peran guru menjadi benteng utama. Guru tidak boleh hanya berfokus pada kejar target kurikulum, melainkan wajib hadir sebagai pendamping emosional dan pembentuk karakter anak.

“Guru bukan hanya pengajar akademik. Guru adalah orang tua anak selama mereka berada di sekolah,” ucap Pratikno memotivasinya.

Ia mengajak para pendidik untuk peka terhadap perubahan sikap, perilaku, maupun emosi para siswa guna memberikan intervensi dan perhatian sedini mungkin.

Kehadiran Dandim 0813 Bojonegoro Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto bersama unsur Forkopimda dalam peresmian fasilitas baru di SMPN 1 Padangan menunjukkan komitmen bersama seluruh elemen daerah dalam mendukung penguatan pendidikan karakter, kedisiplinan, dan ketahanan mental generasi penerus di Bojonegoro.

Melalui sinergi yang erat antara sekolah, orang tua, pemerintah, dan TNI-Polri, diharapkan para siswa tidak hanya tumbuh cerdas memanfaatkan teknologi, tetapi juga kokoh memegang nilai-nilai karakter bangsa.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *