banner 728x250
Berita  

Kronologi Penyergapan Dugaan Narkotika di Bireuen: Satu Anggota Denpom TNI Dilaporkan Tewas, Polisi Selidiki Insiden Penembakan

banner 120x600
banner 468x60

Bireuen, 26 Juli 2026 – Seorang anggota Detasemen Polisi Militer (Denpom) TNI dilaporkan meninggal dunia setelah terkena tembakan saat berlangsungnya operasi penyergapan terhadap dugaan transaksi narkotika di wilayah Kabupaten Bireuen, Aceh, pada Sabtu (25/7). Hingga kini, aparat masih melakukan penyelidikan untuk memastikan asal peluru yang mengenai korban serta rangkaian peristiwa yang terjadi di lokasi.

Korban diketahui bernama Galuh Nugraha (26), anggota TNI yang berdomisili di Desa Julok Rayeuk Utara, Kecamatan Indra Makmu, Kabupaten Aceh Timur. Berdasarkan informasi awal, korban sedang melintas menggunakan sepeda motor Yamaha Vixion ketika operasi penangkapan berlangsung. Ia kemudian terkena tembakan dan sempat dibawa warga ke Rumah Sakit BMC Bireuen, namun nyawanya tidak berhasil diselamatkan.

banner 325x300

Peristiwa tersebut bermula ketika seorang anggota Brimob Polda Aceh, Bharaka Rendi Firmansyah, disebut diajak oleh seseorang berinisial Te untuk menemani transaksi yang diduga berkaitan dengan narkotika jenis “fod getar”. Rendi kemudian menjemput Te menggunakan mobil double cabin miliknya. Di lokasi penjemputan, Te diketahui bersama dua orang lainnya sebelum mereka bergerak menuju lokasi yang direncanakan sambil menunggu proses transaksi.

Dalam perjalanan, kendaraan yang mereka tumpangi menjadi target penyergapan oleh tim operasional Direktorat Reserse Narkoba Polda Aceh. Saat hendak dihentikan, mobil tersebut tetap melaju sehingga terjadi insiden yang menyebabkan sebuah sepeda motor milik petugas terseret. Di tengah situasi tersebut juga terdengar beberapa kali suara tembakan yang diduga dilepaskan saat proses penindakan berlangsung.

Kendaraan kemudian terus melaju hingga kawasan Jeumpa. Saat kondisi lalu lintas padat, tiga penumpang lain dilaporkan keluar dan melarikan diri dari dalam mobil. Sementara Bharaka Rendi melanjutkan perjalanan hingga akhirnya terhenti di Desa Bate Timoh setelah dikejar warga. Di lokasi tersebut, ia berhasil diamankan oleh masyarakat sebelum selanjutnya diserahkan kepada aparat.

Dari hasil penanganan awal, petugas turut mengamankan barang bukti berupa satu plastik yang diduga berisi narkotika jenis “fod getar” yang diserahkan warga. Selain itu, polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara, mengumpulkan rekaman CCTV, memeriksa sejumlah saksi, serta berkoordinasi dengan Denpom Bireuen untuk mengungkap secara utuh kronologi kejadian.

Hingga saat ini, aparat belum menyimpulkan sumber pasti peluru yang mengenai korban. Dugaan sementara menyebut korban kemungkinan terkena proyektil atau pantulan peluru yang mengarah ke kendaraan target, namun hal tersebut masih menunggu hasil penyelidikan dan pemeriksaan forensik. Aparat juga terus melakukan koordinasi lintas instansi guna menjaga situasi keamanan tetap kondusif serta mencegah munculnya gesekan di lapangan menyusul insiden tersebut.

Pewarta: Abdul Latif

📚 Artikel Terkait:
banner 325x300