banner 728x250

Peringati Hari Bhayangkara Ke-80, Polda PBD Teguhkan Komitmen Mengabdi dan Melayani untuk Masyarakat

Peringati Hari Bhayangkara Ke-80, Polda PBD Teguhkan Komitmen Mengabdi dan Melayani untuk Masyarakat
banner 120x600
banner 468x60

Sorong PBD – Polda Papua Barat Daya memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara Ke-80 dengan penuh khidmat melalui upacara yang digelar di Alun-alun Kota Aimas, Kabupaten Sorong, Rabu (1/7/2026). Mengusung tema “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat”, peringatan tersebut menjadi momentum bagi jajaran Kepolisian untuk menegaskan kembali komitmennya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang profesional, humanis, serta responsif terhadap berbagai tantangan keamanan di era modern.

Upacara dipimpin oleh Wakil Kepala Kepolisian Daerah Papua Barat Daya, Brigadir Jenderal Polisi Semmy Ronny Thabaa, S.E., selaku Inspektur Upacara dan diikuti sekitar 800 peserta yang terdiri atas personel Polda Papua Barat Daya, Brimob, Samapta, Lalu Lintas, Reserse, Intelkam, Polairud, serta unsur TNI, pemerintah daerah, Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan berbagai elemen lainnya. Kehadiran para pemangku kepentingan mencerminkan kuatnya sinergi dalam menjaga stabilitas keamanan dan mendukung pembangunan di Papua Barat Daya.

banner 325x300

Rangkaian upacara berlangsung tertib dengan diawali pembacaan doa, pemeriksaan pasukan, penghormatan kepada Pataka Polda Papua Barat Daya, pengucapan Tribrata, hingga pemberian penghargaan kepada personel yang telah menunjukkan dedikasi dan prestasi dalam pelaksanaan tugas. Momentum tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap pengabdian anggota Polri yang selama delapan dekade terus hadir memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat.

Dalam amanatnya, Wakapolda Papua Barat Daya menyampaikan bahwa usia ke-80 merupakan tonggak penting perjalanan panjang Polri sebagai institusi negara yang terus beradaptasi menghadapi perkembangan zaman. Tema peringatan tahun ini menjadi komitmen moral seluruh insan Bhayangkara untuk selalu mengutamakan kepentingan masyarakat melalui pelayanan yang adil, transparan, profesional, dan berintegritas.

Ia menegaskan bahwa tantangan tugas kepolisian ke depan semakin kompleks, mulai dari ancaman kejahatan transnasional, penyalahgunaan teknologi informasi, hingga meningkatnya kejahatan siber. Oleh sebab itu, seluruh personel Polri dituntut meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, penguasaan teknologi, serta menjaga kesiapsiagaan dalam menghadapi dinamika keamanan yang terus berkembang.

Selain menjalankan fungsi penegakan hukum, Polri juga memiliki tanggung jawab mendukung berbagai program strategis pemerintah, termasuk menjaga stabilitas ekonomi, mengawal program ketahanan pangan nasional, serta menciptakan situasi keamanan yang kondusif bagi pelaksanaan pembangunan. Seluruh personel diinstruksikan untuk memperkuat pengamanan ruang digital, melindungi data masyarakat, serta memberantas perjudian daring, investasi ilegal, dan berbagai bentuk kejahatan yang merugikan masyarakat.

Wakapolda juga menekankan pentingnya menjaga soliditas dan sinergitas TNI-Polri sebagai pilar utama dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Menurutnya, kolaborasi yang telah terbangun bersama pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat menjadi modal utama dalam menciptakan keamanan yang berkelanjutan di Papua Barat Daya.

Usai pelaksanaan upacara, peringatan Hari Bhayangkara dilanjutkan dengan penampilan tari kolosal dan atraksi Kolone Senjata dari personel Brimob yang mendapat apresiasi dari para tamu undangan dan masyarakat. Suasana kebersamaan semakin terasa saat acara syukuran digelar di Pendopo Alun-alun Aimas yang diawali doa lintas agama sebagai simbol persatuan dan toleransi di Tanah Papua.

Dalam acara syukuran, Wakapolda Papua Barat Daya menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, Forkopimda, TNI, instansi vertikal, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan seluruh warga yang selama ini memberikan dukungan kepada Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Menurutnya, situasi kamtibmas yang kondusif merupakan hasil kerja sama seluruh komponen masyarakat yang terus dipelihara melalui komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi yang baik.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat semangat kebersamaan dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan, seperti potensi konflik sosial, penyalahgunaan narkotika, penyebaran informasi provokatif, hingga berbagai tindak pidana lainnya. Dengan sinergi yang semakin erat, diharapkan Papua Barat Daya mampu terus menjaga stabilitas keamanan sekaligus mendukung percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Puncak peringatan Hari Bhayangkara ke-80 ditandai dengan pemotongan tumpeng, penyerahan tumpeng kepada personel termuda dan tertua sebagai simbol regenerasi dan penghormatan atas pengabdian, dilanjutkan dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba serta ramah tamah bersama seluruh tamu undangan.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar. Momentum Hari Bhayangkara Ke-80 menjadi pengingat bahwa Polda Papua Barat Daya akan terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat penegakan hukum yang berkeadilan, menjaga keamanan wilayah, serta membangun kepercayaan masyarakat melalui pengabdian yang tulus sesuai semangat “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat.”

(Timo)

banner 325x300

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *